Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I

Achmad Fauzi

Selasa, 02 Juni 2026 | 12:51 WIB
IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I
IHSG Masih Kuat Bertahan menghijau. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,49 persen ke level 6.218 pada perdagangan sesi pertama, Selasa, 2 Juni 2026.
  • Penguatan IHSG didorong oleh perbaikan aktivitas manufaktur domestik serta data inflasi yang tetap terjaga sesuai target.
  • Pasar saham Indonesia menguat di tengah pelemahan bursa Asia akibat ketidakpastian geopolitik di wilayah Timur Tengah.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih kuat bertahan menghijau pada perdagangan sesi I, Selasa, 2 Juni 2026.IHSG naik 91 poin atau 1,49 persen ke level 6.218.

Dalam riset hariannya, Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa penguatan IHSG terdorong sentimen positif dari data ekonomi domestik yang menunjukkan perbaikan aktivitas manufaktur.

IHSG juga paling kuat di Asia setelah pasar regional Asia bergerak melemah akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

"Bursa regional Asia mengalami penurunan karena kebuntuan dalam negosiasi Amerika Serikat (AS)-Iran membebani sentimen risiko," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.

Harga Minyak Mentah Membayangi

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom]
IHSG Masih Kuat Bertahan menghijau. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom]

Namun demikian, pelaku pasar global masih berhati-hati menyikapi perkembangan hubungan AS dan Iran yang memicu volatilitas harga minyak mentah.

Ketidakpastian meningkat setelah Iran dilaporkan menangguhkan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.

Di saat yang sama, pasar juga mencermati pernyataan yang saling bertentangan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait perkembangan konflik di Lebanon.

Data Ekonomi Domestik CIamik

baca juga

Meski dibayangi sentimen eksternal tersebut, pasar saham Indonesia mendapat dukungan dari sejumlah data ekonomi domestik yang lebih baik dari periode sebelumnya.

Aktivitas manufaktur nasional kembali memasuki fase ekspansi. Berdasarkan data S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia naik dari 49,1 pada April 2026 menjadi 50,0 pada Mei 2026.

Pilarmas menilai kondisi tersebut menunjukkan kuatnya permintaan domestik di tengah tekanan terhadap sektor ekspor akibat perlambatan global.

S&P Global menyebut pemulihan aktivitas manufaktur ditopang pertumbuhan pesanan baru dari pasar domestik yang mencapai laju tercepat sejak Februari 2026.

Inflasi Terkendali

Selain itu, investor juga merespons positif data inflasi yang masih terkendali. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan dan 3,08 persen secara tahunan.

Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 masih mencatatkan surplus meski nilainya lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. BPS melaporkan surplus neraca perdagangan mencapai 90 juta dolar AS, dengan nilai ekspor sebesar 25,30 miliar dolar AS dan impor 25,21 miliar dolar AS.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan sesi I ini, sebanyak 16,03 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,81 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,52 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 347 saham bergerak naik, sedangkan 338 saham mengalami penurunan, dan 274 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain NZIA, DSSA, MORE, CUAN, dan BREN.

Adapun saham yang mengalami penurunan terdalam adalah ELPI, APIC, KJEN, ANDI, dan STAR.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topcer

IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topcer

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:16 WIB

IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!

IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:15 WIB

Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:07 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×