- IHSG menguat 1,11 persen ke level 6.195,43 pada penutupan perdagangan Selasa, 2 Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia.
- Penguatan indeks didorong sektor energi serta kenaikan nilai tukar rupiah dan data PMI manufaktur Indonesia ke level 50.
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan jangka pendek dengan menguji area resistance di level 6.220 hingga 6.280.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingak akhir perdagangan, Selasa, 2 Juni 2026. IHSG menguat 1,11 persen atau naik 68 poin ke level 6.195,43,
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG terjadi meski mayoritas bursa saham Asia bergerak melemah akibat ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
"IHSG bergerak di teritori positif sepanjang perdagangan," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa (2/6/2026).
Dari sisi sektoral, saham-saham energi menjadi penopang utama penguatan indeks dengan kenaikan 1,61 persen. Sebaliknya, sektor transportasi menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 3,33 persen.
Sentimen positif juga datang dari pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,2 persen ke level Rp17.830 per dolar AS.
PMI Manufaktur Naik
![Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/01/98492-ihsg.jpg)
Di dalam negeri, pelaku pasar mencermati sejumlah data ekonomi terbaru yang menunjukkan perbaikan aktivitas manufaktur. Indeks Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia naik ke level 50 pada Mei 2026 dari 49,1 pada April 2026.
Capaian tersebut juga lebih baik dibandingkan proyeksi pasar yang berada di level 49,5, sekaligus menandai kembalinya aktivitas manufaktur ke zona ekspansi.
Namun demikian, investor juga mencermati menyusutnya surplus neraca perdagangan Indonesia. Surplus perdagangan pada April 2026 tercatat sebesar 90 juta dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan surplus 3,32 miliar dolar AS pada Maret 2026.
Sementara itu, inflasi tahunan meningkat menjadi 3,08 persen pada Mei 2026 dari 2,42 persen pada April 2026. Kendati naik, angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi Bank Indonesia.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka dalam jangka pendek.
"Secara teknikal, IHSG bertahan di atas level MA5. Penyempitan histogram negatif MACD berlanjut dengan Stochastic RSI mengarah ke area pivot," tulis Phintraco Sekuritas.
Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan berikutnya dengan menguji area resistance di kisaran 6.220 hingga 6.280.
Trafik Perdagangan