BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Rabu, 03 Juni 2026 | 11:35 WIB
BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi
Gedung Bank BTN. (Dok: BTN)

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara resmi mempercepat langkah transformasi bisnisnya melalui penguatan ecosystem banking. Strategi taktis ini diambil perseroan guna memperbesar penghimpunan dana murah (Current Account Savings Account / CASA), meningkatkan volume transaksi nasabah, serta memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan (fee-based income) di tengah kondisi persaingan likuiditas perbankan yang semakin ketat.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa industri perbankan saat ini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang baru dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah dinamika ketegangan geopolitik global, industri perbankan dituntut untuk adaptif dan tidak lagi sekadar mengandalkan strategi penghimpunan dana tradisional yang berbasis pada adu suku bunga tinggi (interest rate-driven funding). Sebaliknya, bank harus mampu menangkap arus transaksi dan aktivitas ekonomi nasabah secara lebih luas dan terintegrasi.

“Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Nixon dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (2/6).

Adapun, per April 2026, BTN sukses mencatatkan pertumbuhan positif pada dana murah. Current account dan savings account (CASA) perseroan secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,20% secara tahunan per April 2026 dari Rp199,65 triliun pada April 2025 menjadi Rp216,02 triliun.

Nixon melanjutkan, untuk mengimplementasikan strategi penguatan CASA tersebut, bank yang fokus pada pembiayaan properti ini memanfaatkan kekuatan utamanya yakni ekosistem perumahan yang selama ini menjadi keunggulan komparatif perseroan. Ekosistem hulu-ke-hilir ini mencakup para pengembang (developer), kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga seluruh jaringan usaha turunan yang terhubung dengan sektor real estat.

Melalui pendekatan ekosistem yang komprehensif, BTN tidak lagi membatasi diri hanya pada pembiayaan kepemilikan rumah (KPR). Perseroan kini memperluas portofolio layanannya ke berbagai aktivitas finansial yang lebih luas, seperti layanan payroll (penggajian), Cash Management System (CMS) untuk pengelolaan kas korporasi, solusi layanan perbankan digital, pembiayaan modal kerja bagi pelaku usaha, serta penyediaan solusi keuangan terintegrasi bagi komunitas di dalam ekosistem tersebut.

Selain memperluas lini produk, transformasi ini juga menyentuh aspek struktural operasional perseroan. BTN mendorong reposisi fundamental jaringan kantor cabangnya di berbagai daerah untuk diubah menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis (business ecosystem hub).

Nixon juga menjelaskan kantor cabang BTN tidak lagi hanya berfungsi secara pasif sebagai sales outlet atau tempat penjualan produk semata. Jaringan fisik ini harus bertransformasi menjadi motor penggerak utama dalam akuisisi bisnis baru di daerah melalui pemetaan potensi wilayah yang presisi, pembinaan komunitas usaha lokal, serta penciptaan sumber-sumber pertumbuhan baru yang berbasis pada karakteristik ekonomi ekosistem setempat.

Langkah penyegaran ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) strategi jangka panjang BTN untuk memperkokoh struktur pendanaan bank, meningkatkan keterikatan nasabah (customer engagement), sekaligus mendiversifikasi serta memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.

baca juga

“BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi,” kata Nixon.

Tidak berhenti pada sektor properti, BTN juga menargetkan perluasan penetrasi ecosystem banking ke berbagai sektor strategis non-perumahan lainnya yang memiliki perputaran arus kas tinggi dan keterikatan kuat dengan kebutuhan harian masyarakat.

Beberapa sektor potensial yang kini tengah dipacu formulasinya antara lain sektor pendidikan (sekolah dan universitas), sektor kesehatan (rumah sakit dan klinik), pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai komunitas bisnis lokal. Lewat ekspansi ini, BTN optimistis dapat membangun fondasi bisnis yang lebih tangguh, terdiversifikasi, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking

Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:36 WIB

Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital

Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 15:37 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Executive Talk: Strategi SiCepat Hadapi Tantangan Industri Logistik 2026

Executive Talk: Strategi SiCepat Hadapi Tantangan Industri Logistik 2026

Video | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:30 WIB

Indonesia Gabung Kampanye Global 50-in-5: Masa Depan Digital Masyarakat Lebih Terhubung & Inklusif

Indonesia Gabung Kampanye Global 50-in-5: Masa Depan Digital Masyarakat Lebih Terhubung & Inklusif

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:46 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×