Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:25 WIB
Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?
Himbara meminta dukungan Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono untuk menyediakan likuiditas yuan dalam skema Local Currency Trade (LCT) Indonesia-China guna memperkuat transaksi bilateral di tengah pelemahan rupiah terhadap mata uang asing. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Himbara minta BI jamin 100% likuiditas yuan untuk skema LCT.
  • Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, tekanan pasar meningkat.
  • Transaksi LCT Indonesia-China tembus US$3,7 miliar per bulan.

Suara.com - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) meminta dukungan Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono untuk menyediakan likuiditas yuan dalam skema Local Currency Trade (LCT) Indonesia-China guna memperkuat transaksi bilateral di tengah pelemahan rupiah terhadap mata uang asing.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Perwakilan Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Putrama Wahju Setyawan, kepada Thomas Djiwandono dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI pada Selasa kemarin.

Menurut Putrama, keterlibatan bank-bank nasional dalam skema LCT tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan likuiditas penuh dari BI. Karena itu, Himbara meminta otoritas moneter menyediakan jaminan ketersediaan yuan bagi perbankan yang nantinya menjadi pelaksana transaksi perdagangan Indonesia-China menggunakan mata uang lokal.

"Ada sebuah syarat yang saya sampaikan kepada Pak Thomas Djiwandono, yaitu bahwa bank di dalam negeri nanti yang akan terlibat dalam LCT ini membutuhkan 100% dukungan likuiditas CNY atau yuan dari Bank Indonesia," ujar Putrama dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah tekanan besar terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan, nilai tukar rupiah sempat ditutup di level Rp17.839 per dolar AS dan terus bergerak menuju level Rp18.000 yang selama ini dianggap sebagai batas psikologis penting bagi pasar.

LCT Jadi Senjata Kurangi Ketergantungan Dolar

Putrama menjelaskan, penguatan kerja sama LCT dengan China menjadi salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional. Mengingat nilai perdagangan Indonesia dan China sangat besar, penggunaan mata uang lokal dinilai mampu mengurangi kebutuhan dolar sekaligus meredam tekanan terhadap rupiah.

Pengembangan skema tersebut juga tidak hanya melibatkan BI dan bank-bank nasional, tetapi akan didukung oleh tiga bank sentral, yakni Bank Indonesia, Bank Sentral China, dan Bank Sentral Hong Kong.

"Kita memahami bahwa beberapa transaksi kita cukup besar dengan China, sehingga saat ini kami mengembangkan bersama BI local currency trade yang akan melibatkan tiga otoritas bank sentral," kata Putrama.

baca juga

Bank Indonesia sebelumnya mengungkapkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral Indonesia-China terus meningkat signifikan. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut nilai transaksi LCT kedua negara pada tahun lalu telah melampaui US$25 miliar.

Sementara sepanjang tahun ini, nilai transaksi bulanan bahkan sudah mencapai sekitar US$3,7 miliar. Angka tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang beralih menggunakan yuan dan rupiah dibanding dolar AS dalam aktivitas perdagangan dan investasi.

BI juga telah memperluas kerja sama dengan sejumlah bank serta otoritas moneter China agar transaksi yuan dapat dilakukan langsung di Indonesia. Dengan demikian, pelaku usaha kini dapat melakukan transaksi yuan dalam berbagai instrumen, mulai dari spot, swap hingga forward.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:53 WIB

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:53 WIB

Fatal Akibat Kurang Tidur: Belajar dari Kisah Influencer yang Meninggal Saat Live Streaming

Fatal Akibat Kurang Tidur: Belajar dari Kisah Influencer yang Meninggal Saat Live Streaming

Entertainment | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:29 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×