Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 03 Juni 2026 | 14:53 WIB
Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny. [Bank Indonesia]
  • Rupiah terperosok ke Rp17.957 per dolar AS.
  • BI perketat pembelian valas tanpa underlying.
  • Ancaman Rp18.000 bayangi ekonomi dan pasar keuangan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) tampaknya mulai kewalahan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang hampir jembol menuju Rp18.000 per hari ini Rabu (3/6/2026). BI sendiri mengaku tidak bisa sendiri untuk kembali menguatkan mata uang Garuda itu.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah berada di level Rp17.957 per dolar AS. Posisi ini menjadi salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa tahun terakhir dan semakin mendekati level yang selama ini dianggap sebagai "zona merah" bagi pasar keuangan domestik.

Meski dalam kondisi sulit, BI mengaku terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik yang tengah bergejolak. Bank sentral menegaskan akan terus melakukan intervensi dan mengerahkan berbagai instrumen kebijakan untuk menahan laju pelemahan rupiah.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny mengatakan pihaknya akan tetap hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar serta memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal," ujar Ramdan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di tengah tekanan yang terus membesar, BI juga mulai memperketat transaksi valuta asing. Sejak 2 Juni 2026, bank sentral memberlakukan batas pembelian valas tunai terhadap rupiah tanpa dokumen underlying menjadi maksimal US$25.000 per pelaku per bulan.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk meredam spekulasi dan menjaga ketersediaan likuiditas valuta asing di dalam negeri. Namun, kebijakan itu sekaligus mencerminkan besarnya tekanan yang sedang dihadapi rupiah akibat derasnya arus keluar modal asing dan menguatnya dolar AS di pasar global.

Tak hanya itu, BI juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi lintas negara melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Kerja sama ini telah dijalankan dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam transaksi internasional.

Meski berbagai langkah telah disiapkan, bayang-bayang pelemahan rupiah ke level Rp18.000 per dolar AS masih menjadi perhatian serius. Jika tekanan eksternal terus berlanjut, risiko kenaikan biaya impor, inflasi barang konsumsi, hingga meningkatnya beban utang berdenominasi dolar berpotensi membebani perekonomian nasional.

Karena itu, BI menilai stabilitas rupiah tidak bisa dijaga sendirian. Sinergi antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar menjadi faktor penting untuk mencegah tekanan terhadap mata uang Garuda semakin dalam.

" Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Belum Buka Laporan Keuangan, Koalisi Sipil: Waspada Celah Korupsi Aset Negara!

Danantara Belum Buka Laporan Keuangan, Koalisi Sipil: Waspada Celah Korupsi Aset Negara!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:53 WIB

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:21 WIB

Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen

Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:04 WIB

Terkini

Perayaan 3 Tahun, Bursa Kripto CFX Kembali Menggelar CFX Crypto Conference di Jakarta

Perayaan 3 Tahun, Bursa Kripto CFX Kembali Menggelar CFX Crypto Conference di Jakarta

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:46 WIB

Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing

Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:02 WIB

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:56 WIB

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:30 WIB

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:21 WIB

Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri

Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:15 WIB

Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen

Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:04 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah

Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:49 WIB

Dana IPO Mulai Terserap, Merdeka Gold Pacu Produksi Tambang Emas Pani

Dana IPO Mulai Terserap, Merdeka Gold Pacu Produksi Tambang Emas Pani

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:47 WIB

BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi

BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:35 WIB