Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 03 Juni 2026 | 14:53 WIB
Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny. [Bank Indonesia]
baca 10 detik
  • Rupiah terperosok ke Rp17.957 per dolar AS.
  • BI perketat pembelian valas tanpa underlying.
  • Ancaman Rp18.000 bayangi ekonomi dan pasar keuangan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) tampaknya mulai kewalahan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang hampir jembol menuju Rp18.000 per hari ini Rabu (3/6/2026). BI sendiri mengaku tidak bisa sendiri untuk kembali menguatkan mata uang Garuda itu.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah berada di level Rp17.957 per dolar AS. Posisi ini menjadi salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa tahun terakhir dan semakin mendekati level yang selama ini dianggap sebagai "zona merah" bagi pasar keuangan domestik.

Meski dalam kondisi sulit, BI mengaku terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik yang tengah bergejolak. Bank sentral menegaskan akan terus melakukan intervensi dan mengerahkan berbagai instrumen kebijakan untuk menahan laju pelemahan rupiah.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny mengatakan pihaknya akan tetap hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar serta memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal," ujar Ramdan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di tengah tekanan yang terus membesar, BI juga mulai memperketat transaksi valuta asing. Sejak 2 Juni 2026, bank sentral memberlakukan batas pembelian valas tunai terhadap rupiah tanpa dokumen underlying menjadi maksimal US$25.000 per pelaku per bulan.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk meredam spekulasi dan menjaga ketersediaan likuiditas valuta asing di dalam negeri. Namun, kebijakan itu sekaligus mencerminkan besarnya tekanan yang sedang dihadapi rupiah akibat derasnya arus keluar modal asing dan menguatnya dolar AS di pasar global.

Tak hanya itu, BI juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi lintas negara melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Kerja sama ini telah dijalankan dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam transaksi internasional.

Meski berbagai langkah telah disiapkan, bayang-bayang pelemahan rupiah ke level Rp18.000 per dolar AS masih menjadi perhatian serius. Jika tekanan eksternal terus berlanjut, risiko kenaikan biaya impor, inflasi barang konsumsi, hingga meningkatnya beban utang berdenominasi dolar berpotensi membebani perekonomian nasional.

baca juga

Karena itu, BI menilai stabilitas rupiah tidak bisa dijaga sendirian. Sinergi antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar menjadi faktor penting untuk mencegah tekanan terhadap mata uang Garuda semakin dalam.

" Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Belum Buka Laporan Keuangan, Koalisi Sipil: Waspada Celah Korupsi Aset Negara!

Danantara Belum Buka Laporan Keuangan, Koalisi Sipil: Waspada Celah Korupsi Aset Negara!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:53 WIB

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:21 WIB

Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen

Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:04 WIB

Terkini

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka

Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri

Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory

Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital

Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:56 WIB

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:56 WIB

Amnesty Desak Polisi Cabut Larangan Demo di Bundaran HI: Biarkan Warga Bersuara

Amnesty Desak Polisi Cabut Larangan Demo di Bundaran HI: Biarkan Warga Bersuara

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:55 WIB

BGN Bantah 400 Siswa Keracunan MBG di Dramaga Bogor: yang Benar 40

BGN Bantah 400 Siswa Keracunan MBG di Dramaga Bogor: yang Benar 40

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:54 WIB

×