Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara

Irwan Febri

Rabu, 03 Juni 2026 | 18:08 WIB
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara
Owner Habbie, Novita Anggraeni, ketika mengikuti program Muda BRILiaN 2024. (Dok. Habbie)
  • Alumni Geografi UGM, Novita Anggraeni, sukses mendirikan perusahaan minyak telon merek Habbie sejak tahun 2022.
  • Bisnis produk perawatan bayi tersebut kini telah merambah pasar Asia Tenggara dan meraih berbagai penghargaan bergengsi.
  • Novita menerapkan kerangka berpikir strategis dan manajerial dari bangku kuliah untuk mengembangkan operasional serta pemasaran perusahaan.

Suara.com - Banyak orang mungkin mengira kuliah menentukan jalan hidup seseorang. Lulusan teknik dianggap harus menjadi insinyur, anak hukum bekerja di firma hukum, sementara mahasiswa geografi identik dengan peta dan tata wilayah.

Namun, anggapan itu tidak berlaku untuk Novita Anggraeni. Alumni Program Studi Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu justru memilih jalan yang jauh dari bayangan kebanyakan orang.

Alih-alih bekerja di sektor pemerintahan atau perencanaan wilayah, Novita kini sukses membangun perusahaan minyak telon dan minyak kayu putih dengan merek Habbie sejak 2022.

Produk minyak telon Habbie yang dijual di salah satu mall Yogyakarta. (Suara.com/Irwan Febri)
Produk minyak telon Habbie yang dijual di salah satu mall Yogyakarta. (Suara.com/Irwan Febri)

Menariknya, bisnis yang dirinya bangun kini tak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi mulai menjangkau pasar Asia Tenggara, seperti ke Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Kemudian, berbagai penghargaan bergengsi tingkat nasional juga telah didapatkan oleh Habbie.

Mulai dari Rekor MURI sebagai Brand Minyak Telon dengan Varian Terbanyak di Dunia, Indonesia Brand Excellence Award 2024 atas komitmen tinggi dalam menghadirkan produk berkualitas, hingga Indonesia Brand Champion 2023 karena tingginya inovasi dan dominasi produk di kategori perawatan bayi.

CEO band minyal telon Habbie, Novita Anggraeni, saat menerima penghargaan Rekor Muri pada 2022. (Dok. Habbie)
CEO band minyal telon Habbie, Novita Anggraeni, saat menerima penghargaan Rekor Muri pada 2022. (Dok. Habbie)

Meski bergerak di bidang yang berbeda dari jurusan kuliahnya, Novita merasa ilmu yang didapat selama kuliah tetap memiliki peran besar dalam perjalanan bisnisnya.

Menurutnya, kuliah bukan sekadar belajar teori teknis, melainkan cara berpikir dan membangun kerangka penyelesaian masalah.

“Kalau geografi itu best practice. Kuliah itu bukan hanya ilmu alat. Kalau hanya ilmu alat, nanti kami dipahami orang yang bikin peta,” ujar Novita kepada Suara.com.

CEO Habbie, Novita Anggraeni, saat ditemui di ruangan kantornya. (Suara.com/Irwan Febri)
CEO Habbie, Novita Anggraeni, saat ditemui di ruangan kantornya. (Suara.com/Irwan Febri)

Dirinya menjelaskan bahwa di Program Studi Pembangunan Wilayah memang banyak belajar tentang perencanaan, pemetaan, hingga pengembangan kawasan. Namun, yang paling penting justru kemampuan membaca persoalan dan menyusun strategi.

Cara berpikir seperti itulah yang ternyata bisa diterapkan dalam dunia bisnis. Seperti konsep membuat peta dan perencanaan wilayah mirip dengan menyusun strategi pemasaran perusahaan.

“Kalau di prodiku itu Pengembangan Wilayah, nanti dianggap cocoknya bikin perencanaan kota atau kerja di birokrat seperti Bappeda dan Bappenas,” kata Novita.

“Tapi kalau kita cuma memahami ilmu alam, terlalu sempit lapangan pekerjaannya. Padahal kita bisa melihat framework-nya saja. Framework bisa kita pakai di mana pun,” ujar eks penulis itu.

“Misal tadi peta, kalau di sales itu ada sales plan. Sales kalau mau kunjungan bikin roadmap-nya, biar tidak boncos. Itu sebenarnya banyak aplikasinya,” lanjut Novita.

Selama kuliah, Novita juga belajar mengenai konsep perencanaan wilayah yang pada praktiknya sangat dekat dengan kemampuan manajerial dalam menjalankan perusahaan.

“Kayak ngomongin ilmu perencanaan, itu kan basic managerial. Walaupun konteks di kuliahku wilayah, kalau sekarang perusahaan. Kalau di wilayah APBD, kalau di perusahaan ya akuntansi dan perpajakannya,” ungkap Novita.

Bagi Novita, pengalaman kuliah seharusnya tidak dipahami secara terlalu sempit. Sebab, dunia kerja dan bisnis sering kali membutuhkan kemampuan berpikir lintas disiplin.

“Tapi ya itu sih, sebenarnya hal-hal di perguruan tinggi nggak melulu yang saklek. Jadi framework-nya saja diambil, banyak hal bisa dipakai,” tuturnya.

Pernah Jadi Top 20 Pengusaha Muda BRILiaN

CEO Habbie, Novita Anggraeni, ketika mengikuti program Pengusaha Muda BRILiaN pada 2024. (Instagram/batusaphir)
CEO Habbie, Novita Anggraeni, ketika mengikuti program Pengusaha Muda BRILiaN pada 2024. (Instagram/batusaphir)

Kemampuan Novita berbisnis dengan basic awalnya sebagai lulusan geografi turut diasah di program Pengusaha Muda BRILiaN (PMB) pada 2024, sebuah ajang inisiatif Bank BRI bersama Danantara untuk mengakselerasi UMKM Indonesia agar naik kelas.

Awalnya, Novita mengaku hanya ingin mencoba tantangan baru di tengah ribuan peserta yang mendaftar. Namun, tak disangka dirinya berhasil masuk sebagai salah satu dari Top 20 Pengusaha Muda BRILiaN dari sekitar 2.000 pendaftar.

Selama program berlangsung, para peserta menjalani proses inkubasi bisnis dengan berbagai kurikulum yang dirancang untuk memperkuat fondasi usaha, mulai dari pengelolaan perusahaan, strategi bisnis, hingga penyusunan laporan untuk investor.

"Jadi, PMB itu sebenarnya kita disuruh mengerjakan tugas ya, banyak banget, kayak capek banget gitu. Padahal kita enggak dibayar juga, tapi itu menjadi challenge diri sendiri, bisa tidak nih mengikuti alur begini saat pekerjaan sedang begitu," ungkap Novita.

"PMB lebih kayak untuk men-challenge diri. Oh ternyata bisa, bisa, bisa. Kan seminggu sekali," lanjutnya.

CEO Habbie, Novita Anggraeni, ketika mengikuti program Pengusaha Muda BRILiaN pada 2024. (Instagram/batusaphir)
CEO Habbie, Novita Anggraeni, ketika mengikuti program Pengusaha Muda BRILiaN pada 2024. (Instagram/batusaphir)

Menurut Novita, materi yang diberikan sebenarnya merupakan hal-hal yang selama ini sudah dijalankan dalam bisnis sehari-hari. Namun, program tersebut membuat dirinya belajar menata perusahaan dengan sistem yang lebih rapi dan terstruktur.

"Awal-awal basic, lama-lama meningkat. Sebenarnya yang biasa kita lakuin. Cuma kita di perusahaan, karena perusahaan sendiri kadang bentuk-bentuk itu sesukaku," kata Novita.

"Format laporan misalnya, tantangannya tuh kayak gitu. Bikin laporan benar untuk investor seperti apa, penempatan orang seperti apa, menjawab tantangan umum gimana sih," imbuhnya.

Berkat keberhasilan Novita, Habbie berkesempatan untuk mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) pada 2025 bersama UMKM-UMKM unggulan Indonesia lainnya. Di acara itu, berkesempatan melebarkan sayap lebih tinggi karena berpeluang bersua buyer-buyer dari luar negeri.

Prestasi yang diraih Novita dalam program Pengusaha Muda BRILiaN (PMB) pun mendapat apresiasi dari Koordinator Rumah BUMN BRI Yogyakarta, Fiera Dwi Hapsari.

Menurut Fiera, keberhasilan Habbie menjadi salah satu peserta terbaik menjadi kebanggaan tersendiri bagi Yogyakarta.

Koordinator Rumah BUMN BRI Yogyakarta, Fiera Dwi Hapsari, ketika ditemui di kantornya. (Suara.com/Irwan Febri)
Koordinator Rumah BUMN BRI Yogyakarta, Fiera Dwi Hapsari, ketika ditemui di kantornya. (Suara.com/Irwan Febri)

"Kami senang tentunya ya, UMKM Jogja bisa masuk menjadi top di  situ. Mewakili juga dari region office, tentunya kami merasa bangga akan pencapaan itu," ujar Fiera.

Ia berharap keberhasilan Habbie tidak menjadi satu-satunya cerita sukses dari Yogyakarta. Rumah BUMN BRI ingin semakin banyak UMKM lokal yang berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

"Tapi di samping itu juga, kami ingin mengembangkan usaha-usaha lain selain Habbie, supaya banyak juga UMKM Jogja yang nantinya bisa sukses, masuk juga ke nominasi-nominasi lainnya," lanjut alumni UIN Sunan Kalijaga itu.

Fakultas Geografi UGM Ikut Bangga

Langkah berbeda yang ditempuh Novita yang membangun bisnis minyak telon hingga memasarkan lintas negara mendapatkan respons positif dari Fakultas Geografi UGM.

Wakil Dekan Fakultas Geografi, Dyah Rahmawati Hizbaron, turut bangga dengan pencapaian Novita. Ia bahkan merasa perlu mengundang sang alumni untuk berbagi pengalaman kepada mahasiswa.

Wakil Dekan Fakultas Geografi UGM, Dyah Rahmawati Hizbaron, ketika ditemui di ruang dekanat. (Suara.com/Irwan Febri)
Wakil Dekan Fakultas Geografi UGM, Dyah Rahmawati Hizbaron, ketika ditemui di ruang dekanat. (Suara.com/Irwan Febri)

"Terus terang kami sangat bangga kalau kita punya alumni seperti Mbak Novita. Kalau boleh punya kesempatan, Mbak Novita akan kami undang untuk berbicara di depan adik-adik mahasiswa," kata Dyah.

"Karena rutin setiap pembekalan wisuda kami mengundang alumni yang ibaratnya memberikan insight beliau kerja di bidang apa," imbuhnya.

Wanita yang akrab disapa Emma ini menjelaskan bahwa alumni Fakultas Geografi UGM mayoritas memiliki orientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, diakui pula bahwa ada tren peralihan ke sektor swasta dalam lima tahun terakhir.

Tak sedikit yang mulai beralih ke sektor swasta, salah satunya Novita yang membangun Habbie. Sehingga dapat membuka pandangan mahasiswa bahwa lulusan geografi memiliki peluang karier yang luas, termasuk di dunia bisnis dan industri kreatif.

Ia pun menilai perjalanan bisnis Novita bersama Habbie bisa menjadi contoh bahwa lulusan geografi memiliki peluang karier yang jauh lebih luas dari anggapan kebanyakan orang.

"90 persen lulusan geografi orientasinya sebagai ASN. Tapi tren itu shifting di lima tahun terakhir, kami mulai menemui alumni-alumni bekerja di sektor sustainability," ungkap Emma.

"Sektor swasta yang bergerak bidang lingkungan dan dia menerapkan internasional standard, untuk menerapkan produk-produk dalam rantai keberlanjutan," lanjut alumni RijksUniversiteit of Groningen itu.

"Ini kan ada di banyak produk. Kayu, tekstil, dan banyak sekali. Ini ceruk baru yang tadi adik-adik mahasiswa perlu tahu juga, termasuk bisnis usaha Mbak Novita," tuturnya menambahkan.

Kisah Novita menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah tidak selalu membatasi langkah seseorang. Dengan cara berpikir yang tepat, keberanian mencoba hal baru, dan kemampuan melihat peluang, sebuah disiplin ilmu justru bisa menjadi bekal untuk melangkah ke banyak bidang yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Promo Alfamidi Akhir Pekan, Ada Hadiah Langsung Indomie Goreng Bagi Nasabah BRI

Promo Alfamidi Akhir Pekan, Ada Hadiah Langsung Indomie Goreng Bagi Nasabah BRI

Bri | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:35 WIB

Ingin Update Koleksi Fashion? Manfaatkan Diskon Sogo Long Weekend Deals dari BRI

Ingin Update Koleksi Fashion? Manfaatkan Diskon Sogo Long Weekend Deals dari BRI

Bri | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:27 WIB

Insan BRILian, Ini Kesempatan Emas Punya Hunian Mewah di Summarecon dengan Bunga Ringan!

Insan BRILian, Ini Kesempatan Emas Punya Hunian Mewah di Summarecon dengan Bunga Ringan!

Bri | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Marak Investasi Bodong, Ini Strategi BRI-MI Agar Generasi Z Cerdas Berinvestasi"

Marak Investasi Bodong, Ini Strategi BRI-MI Agar Generasi Z Cerdas Berinvestasi"

Bri | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:37 WIB

Cicilan Usaha Menunggak? Jangan Panik, Ini Cara Mengajukan Keringanan di BRI

Cicilan Usaha Menunggak? Jangan Panik, Ini Cara Mengajukan Keringanan di BRI

Bri | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:03 WIB

Saham BBRI 'Lagi Diskon', Harganya Diproyeksi Bisa Segini

Saham BBRI 'Lagi Diskon', Harganya Diproyeksi Bisa Segini

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:45 WIB

Terkini

Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya

Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:06 WIB

IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN

IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:09 WIB

S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?

S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:00 WIB

Purbaya Ancam Pecat Petinggi BUMN Ekspor PT DSI Jika Tak Becus: Saya Anggota Pengawas Danantara!

Purbaya Ancam Pecat Petinggi BUMN Ekspor PT DSI Jika Tak Becus: Saya Anggota Pengawas Danantara!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:55 WIB

Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi

Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:34 WIB

Danantara Akan Terbitkan Surat Utang dalam Dolar AS saat Moody's Beri Outlook Negatif

Danantara Akan Terbitkan Surat Utang dalam Dolar AS saat Moody's Beri Outlook Negatif

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:33 WIB

Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?

Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:25 WIB

TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Ekspansi di Bawah Fullerton Health

TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Ekspansi di Bawah Fullerton Health

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:19 WIB

Dua Bulan Beroperasi, Pegadaian Timor Leste Tunjukkan Catatkan Kinerja Gemilang

Dua Bulan Beroperasi, Pegadaian Timor Leste Tunjukkan Catatkan Kinerja Gemilang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:12 WIB

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:53 WIB