- IHSG anjlok 4,11% ke level 5.941 akibat sentimen negatif pasar.
- Purbaya menyebut rumor downgrade S&P memicu kepanikan investor.
- Pemerintah klaim fundamental ekonomi dan daya beli masih kuat.
![Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/03/51819-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham-ihsg-melemah-ihsg-anjlok.jpg)
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham yang menguat. Sementara itu, sebanyak 692 saham terkoreksi dan 54 saham bergerak stagnan, mencerminkan tekanan jual yang merata di hampir seluruh sektor.
Purbaya mengaku tidak dapat memprediksi arah IHSG dalam jangka pendek. Namun, pemerintah akan terus berupaya menjaga kepercayaan investor dan memperbaiki sentimen pasar agar gejolak tidak berlarut-larut.
"Kalau nanya level enggak tahu. Saya bilang enggak usah takut. Jadi kita akan pastikan lagi semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar," tuturnya.
Anjloknya IHSG lebih dari 4 persen ini menjadi salah satu koreksi terdalam dalam beberapa waktu terakhir dan menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian global serta derasnya arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik.