- Menteri Perdagangan Budi Santoso menyepakati kenaikan harga eceran tertinggi MinyaKita karena fluktuasi harga komoditas minyak kelapa sawit mentah.
- Pemerintah menunda penetapan harga resmi baru selama satu hingga dua minggu hingga kondisi harga pasar stabil kembali.
- Harga MinyaKita di sejumlah pasar tradisional Jakarta saat ini telah melonjak melampaui ketentuan harga eceran tertinggi sebesar Rp15.700.
Suara.com - Pemerintah akhirnya menyepakati harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita mengalami kenaikan. Saat ini, HET MinyaKita dibanderol seharga Rp 15.700 per liter.
Namun, sayangnya pemerintah belum bisa menetapkan berapa harga yang pas untuk HET MinyaKita.
"Jadi hari ini kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi untuk MinyaKita. Memang harganya belum disepakati dan kapan akan ditentukan untuk penetapannya," ujarnya Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
![Harga MinyaKita terus mengalami kenaikan hingga melampaui HET. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/74568-minyakita-minyak-goreng.jpg)
Mendag menuturkan, pemerintah akan kembali melihat perkembangan harga minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Karena, saat ini harga CPO terus berfluktuasi.
"Memang harga CPO naik kemarin rata-rata Rp 15.445, tapi kemarin sempat turun lagi menjadi Rp14.000 sekian. Dan kemarin harga TBS juga sempat turun tapi sekarang sudah mulai naik lagi," ucapnya.
Menurut Mendag, para emak-emak harus bersabar hingga dua minggu untuk pengumuman HET MinyaKita yang baru, dan menunggu haga CPO stabil.
"Jadi kita akan melihat harganya stabil, setelah itu baru ditetapkan berapa angka untuk kenaikan harga acara tertinggi untuk minyak kita," bebernya.
"Jadi tadi sudah disepakati seperti itu, mungkin dalam waktu satu minggu, dua minggu, segera kita lakukan penyesuaian apabila harga relatif normal, harga CPO," pungkasnya.
Harga Sudah di Atas HET
Harga minyak goreng rakyat MinyaKita kembali melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah pasar tradisional Jakarta. Di Pasar Cijantung, Jakarta Timur, MinyaKita kemasan 1 liter dijual hingga Rp 22 ribu, sementara kemasan 2 liter tembus Rp 42 ribu.
Padahal, MinyaKita merupakan merek minyak goreng murah yang digagas pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
HET resmi Minyakita saat ini berada di level Rp 15.700 per liter atau sekitar Rp 31.400 untuk kemasan 2 liter. Namun di lapangan, harga jual sudah melambung jauh di atas batas tersebut.
Salah satu pedagang sembako bernama Dede mengatakan, kenaikan harga ini disebut pedagang bukan karena keuntungan besar di tingkat pengecer, melainkan karena harga dari distributor sudah tinggi dan pasokan barang makin terbatas.
"Sekarang saya jual Rp 22 ribu yang satu liter. Kalau yang dua liter Rp 42 ribu. Saya cuma ambil untung sekitar Rp 1.000 saja," ujar Dede kepada Suara.com, Kamis (7/5/2026).
Dede mengaku pedagang kecil justru berada di posisi sulit karena harga kulakan dari agen sudah mahal, sementara konsumen sering menganggap pedagang pasar sebagai pihak yang paling menaikkan harga.