Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Kamis, 04 Juni 2026 | 14:28 WIB
Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia memantau pelemahan rupiah di atas Rp18.000 akibat tekanan geopolitik global serta kebutuhan valuta asing domestik.
  • BI melakukan intervensi berlapis melalui transaksi pasar dan penyesuaian suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
  • Pemerintah mendorong penggunaan skema Local Currency Transaction untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan bilateral internasional.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mencermati dinamika pasar keuangan, baik di kancah global maupun domestik.

Langkah ini diambil menyusul pergerakan nilai tukar rupiah yang telah melewati ambang batas psikologis di level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Deputi Gubernur BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa tekanan terhadap mata uang garuda saat ini masih didominasi oleh faktor eksternal. Salah satu pemicu utamanya adalah kembali memanasnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang menghambat proses perdamaian.

Eskalasi tersebut berdampak langsung pada bertahannya harga minyak mentah di level tinggi, yang pada gilirannya mengerek risiko inflasi global serta memicu fenomena pelarian modal (capital outflow) dari negara-negara berkembang (emerging markets).

Di samping tekanan eksternal, rupiah juga dihadapkan pada tingginya kebutuhan valuta asing di dalam negeri. Hal ini terjadi akibat siklus tahunan korporasi, yakni repatriasi dividen ke luar negeri serta pemenuhan kewajiban pembayaran Utang Luar Negeri (ULN).

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya," tegas Destry dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pelemahan Dinilai Wajar, Cadangan Devisa Aman

Meskipun rupiah mengalami tekanan yang signifikan, Bank Indonesia menilai koreksi yang terjadi saat ini masih berada dalam batas kewajaran.

Destry menyebutkan bahwa pelemahan ini tidak terjadi secara tunggal, melainkan jamak dialami oleh mata uang di kawasan Asia lainnya yang turut terdepresiasi terhadap keperkasaan dolar AS.

baca juga

Secara akumulatif sejak awal tahun (year-to-date), nilai tukar rupiah tercatat melemah sebesar 7,44 persen, sebuah angka yang dinilai masih sejalan dengan tren pergerakan mata uang regional. Di sisi lain, daya tahan eksternal ekonomi Indonesia dipastikan tetap kokoh, tecermin dari posisi cadangan devisa yang terjaga di angka USD 146,2 miliar pada akhir April 2026.

Guna menahan depresiasi lebih lanjut, bank sentral menerapkan strategi intervensi berlapis yang berkesinambungan melalui berbagai instrumen finansial.

BI secara konsisten melakukan operasi pasar melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar internasional (offshore), serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Langkah tersebut diperkuat dengan aksi pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder demi menjaga stabilitas imbal hasil.

Selain intervensi langsung, BI juga memperkokoh struktur suku bunga pada instrumen moneter yang ramah pasar (pro-market).

Strategi ini diterapkan agar instrumen aset domestik tetap memiliki daya tarik tinggi di mata para investor global, sehingga mampu memicu kembali aliran modal masuk (inflow). Koordinasi dan komunikasi intensif dengan pihak korporasi serta pelaku pasar juga terus ditingkatkan.

Sebagai langkah jangka panjang untuk mereduksi dominasi dolar AS (dedollarization), Bank Indonesia kian agresif mendorong perluasan skema transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) dalam perdagangan bilateral.

Saat ini, Indonesia telah menjalin kemitraan LCT secara aktif dengan sejumlah negara mitra dagang utama, meliputi Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Diversifikasi ini menunjukkan hasil yang sangat positif; per April 2026, nilai transaksi perdagangan menggunakan skema LCT telah melonjak tajam menyentuh angka sekitar USD 22,7 miliar. Nilai ini hampir menyamai total pencapaian sepanjang tahun lalu yang berada di angka USD 25,7 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Bertindak

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Bertindak

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:25 WIB

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:55 WIB

Bunga Zainal Kritik Prabowo Usai Dolar Tembus Rp18 Ribu: Pidato Tak Sesuai Kenyataan

Bunga Zainal Kritik Prabowo Usai Dolar Tembus Rp18 Ribu: Pidato Tak Sesuai Kenyataan

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:48 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:27 WIB

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:49 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×