Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Harga Cabai Tembus Rp84 Ribu, Ini Penyebab di Balik Kenaikan Drastis

M Nurhadi

Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:05 WIB
Harga Cabai Tembus Rp84 Ribu, Ini Penyebab di Balik Kenaikan Drastis
[Antara]
baca 10 detik
  • Peneliti CORE Indonesia menyatakan anomali cuaca ekstrem menyebabkan penurunan hasil panen cabai di wilayah sentra produksi nasional.
  • Meningkatnya biaya logistik serta risiko kerusakan fisik cabai selama distribusi memicu lonjakan harga di pasar tradisional.
  • Pemerintah berupaya meredam gejolak harga pangan melalui program fasilitasi distribusi antardaerah serta kegiatan Gerakan Pangan Murah.

Suara.com - Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, memberikan pandangan mendalam bahwa fluktuasi harga cabai yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh perpaduan antara faktor anomali cuaca ekstrem serta membengkaknya biaya logistik pada jalur distribusi hortikultura nasional.

Menurut analisisnya, intensitas curah hujan yang sangat tinggi di sejumlah wilayah sentra produksi utama telah meningkatkan tingkat kelembapan lahan secara drastis.

Kondisi lingkungan yang lembap ini pada akhirnya memicu perkembangan serta serangan hama dan penyakit tanaman secara masif.

“Kenaikan harga cabai utamanya dipicu oleh anomali cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi di berbagai wilayah sentra produksi utama,” kata Eliza kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Dampak dari cuaca buruk ini dirasakan langsung di tingkat produsen. Tingginya kadar air pada lahan pertanian menyebabkan pembusukan dini pada tanaman cabai, yang berujung pada penurunan tajam volume serta kualitas hasil panen para petani.

Berdasarkan pergerakan data di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, dinamika harga di pasar tradisional memang bergerak sangat liar.

Rata-rata harga nasional untuk komoditas cabai rawit merah sempat meroket hingga menembus angka Rp84.400 per kilogram (kg) pada Kamis (4/6) sebelum akhirnya mengalami koreksi turun ke kisaran Rp68.000 per kg pada perdagangan Jumat.

Pergeseran angka dalam waktu singkat ini merefleksikan betapa tingginya sensitivitas produk hortikultura terhadap keseimbangan pasokan pasar.

Lebih lanjut, Eliza menguraikan aspek hilir yang sering kali luput dari perhatian, yakni persoalan moda transportasi distribusi. Menariknya, tekanan harga di tingkat eceran tetap terjadi meskipun pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi agar tidak naik.

baca juga

Tingginya kadar air akibat hujan membuat struktur fisik cabai menjadi lebih rapuh dan cepat membusuk selama proses pengiriman jarak jauh. Guna mengompensasi risiko penyusutan muatan atau kerusakan barang di jalan, para agen angkutan logistik terpaksa menaikkan tarif jasa angkut mereka.

Di samping itu, terdapat beberapa faktor non-BBM yang ikut andil dalam menggemukkan biaya operasional pengiriman ke pasar-pasar induk di kota besar:

  • Lonjakan musiman tarif sewa armada sistem borongan menjelang perayaan hari besar.
  • Kenaikan tarif tol pada sejumlah ruas jalur distribusi utama.

Serta merangkaknya harga suku cadang kendaraan angkutan barang.“Biaya logistik dan distribusi ke pasar induk ikut membengkak meskipun harga BBM solar bersubsidi tidak mengalami kenaikan,” ungkap Eliza.

Ancaman Inflasi dan Intervensi Pemerintah

Pembengkakan biaya distribusi di lapangan ini secara otomatis ditransmisikan langsung ke dalam komponen harga jual di tingkat pedagang eceran.

Eliza mengaitkan fenomena ini dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kelompok transportasi memberikan andil inflasi sebesar 0,07 persen pada Mei 2026, yang menjadi indikasi kuat adanya kenaikan beban logistik komoditas pangan yang cepat rusak (perishable).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri

Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 06:47 WIB

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:53 WIB

Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?

Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:54 WIB

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:31 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:39 WIB

Terkini

3 Tablet Rasa Laptop yang Support WPS Office PC Level, Review Puas Kerja Lebih Praktis

3 Tablet Rasa Laptop yang Support WPS Office PC Level, Review Puas Kerja Lebih Praktis

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15 WIB

Kejutkan Penggemar! Film Baru Alvin and the Chipmunks Akan Tayang pada 2028

Kejutkan Penggemar! Film Baru Alvin and the Chipmunks Akan Tayang pada 2028

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15 WIB

Tayang Agustus, Song Kang dan Lee Jun Young Bintangi Drama Bertemakan Musik

Tayang Agustus, Song Kang dan Lee Jun Young Bintangi Drama Bertemakan Musik

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15 WIB

Sukacita Gamelan: Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Merayakan Spirit Kebersamaan

Sukacita Gamelan: Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Merayakan Spirit Kebersamaan

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:14 WIB

Hadapi Kemarau Panjang, Warga Jakarta Diminta Jangan Asal Buang Puntung Rokok

Hadapi Kemarau Panjang, Warga Jakarta Diminta Jangan Asal Buang Puntung Rokok

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:13 WIB

China Open 2026: Taktik Rehan/Gloria Atasi Jebakan Angin Changzhou Demi Tekuk Wakil Skotlandia

China Open 2026: Taktik Rehan/Gloria Atasi Jebakan Angin Changzhou Demi Tekuk Wakil Skotlandia

Sport | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:11 WIB

Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027

Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:10 WIB

Syarat Dapatkan Kartu Debit BRI FC Barcelona dan Hadiah Investasi di Event Bhayangkari 2026

Syarat Dapatkan Kartu Debit BRI FC Barcelona dan Hadiah Investasi di Event Bhayangkari 2026

Bri | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:07 WIB

Arah Hadap Pintu Utama Rumah Terbaik Menurut Feng Shui, Benarkah Timur Selalu Membawa Hoki?

Arah Hadap Pintu Utama Rumah Terbaik Menurut Feng Shui, Benarkah Timur Selalu Membawa Hoki?

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:07 WIB

Tumbangkan Wakil Tuan Rumah, Putri KW Bidik Semifinal Perdana di China Open 2026

Tumbangkan Wakil Tuan Rumah, Putri KW Bidik Semifinal Perdana di China Open 2026

Sport | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:03 WIB

×