Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri

Budi Arista Romadhoni

Jum'at, 05 Juni 2026 | 06:47 WIB
Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri
Gubenur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima penghargaan. [Dok Humas]
baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik dari Kementerian Dalam Negeri pada 4 Juni 2026.
  • Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali di Yogyakarta kepada Gubernur Ahmad Luthfi.
  • Prestasi ini dicapai melalui kolaborasi lintas sektor untuk menjaga distribusi bahan pokok serta keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Suara.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah berprestasi untuk kategori Pengendalian Inflasi Terbaik. Berdampingan dengan Provinsi Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 di Yogyakarta Marriott Yogyakarta, Kamis malam, 4 Juni 2026.

Ahmad Luthfi menyatakan, penghargaan tersebut melecut asa baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di wilayahnya. Sebab, Pemerintah provinsi tidak dapat berdiri sendiri tanpa keterlibatan bupati-walikota, bahkan sampai pemerintah desa.

Pengendalian inflasi, kata dia, sangatlah penting agar kebutuhan dan daya beli masyarakat tercukupi. Baik dalam hal ketersediaan bahan pokok penting maupun keterjangkauan harga.

Karenanya, kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, hingga perbankan perlu dilakukan, agar distribusi bahan pokok penting sampai kepada konsumen dengan baik.

"Misalnya bawang merah kita distribusikan, cabai bisa kita distribusikan, sehingga keterjangkauan ini menjadi penting, sehingga inflasi bisa kita tekan," ungkapnya.

Prestasi yang telah dicapai saat ini, lanjut Luthfi akan terus dipertahankan dan ditingkatkan dengan melibatkan seluruh komponen dan potensi masyarakat yang ada.

Selain Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, beberapa pemerintah kabupaten/kota juga mendapatkan penghargaan. Di antaranya Kota Semarang yang menajdi terbaik III tingkat kota untuk kategori Penurunan Stunting.

Selanjutnya Kabupaten Sukoharjo terbaik II tingkat kabupaten kategori Pengendalian Inflasi. Kemudian ada Kota Magelang yang menjadi terbaik I dan Kota Surakarta terbaik II tingkat kota untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.

baca juga

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan Apresiasi Pemerintah Daerah pada gelombang pertama ini emang ada empat kategori. Dari sertiap kategori penilaian yang dilakukan dewan juri menghasilkan nilai akhir dengan selisih yang tipis.

Apresiasi Pemerintah Daerah ini memang dilakukan untuk menilai kinerja setiap pemerintah daerah, sekaligus menjadi pemicu agar setiap program yang dilaksanakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebagai tambahan maka diberikan insentif kepada pemerintah daerah yang berprestasi.

"Masih banyak kepala daerah yang memiliki kinerja baik dan membawa daerahnya meraih prestasi," katanya.

Menurut Tito, penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga upaya menghadirkan lebih banyak contoh kepemimpinan yang berhasil menjawab kebutuhan masyarakat.

"Sebetulnya banyak sekali kepala daerah yang memiliki kinerja dan prestasi yang bagus. Ini perlu diangkat. Perlu diangkat bahwa banyak pemimpin-pemimpin yang juga bagus," kata Tito.

Ia menjelaskan, pemerintah sengaja menggelar apresiasi berbasis regional agar setiap daerah memiliki kesempatan yang lebih setara untuk bersaing. Dengan skema tersebut, daerah yang memiliki kapasitas fiskal lebih kecil tetap dapat menunjukkan inovasi dan capaian terbaiknya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menilai capaian para daerah penerima penghargaan menunjukkan kemajuan yang relatif merata. Menurut dia, selisih nilai antar pemenang tidak terpaut jauh.

Djamari mengingatkan bahwa penghargaan tersebut bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk mempertahankan dan meningkatkan berbagai capaian yang telah diraih. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Pemerataan Pendidikan di Lereng Gunung Sumbing dan Merbabu

Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Pemerataan Pendidikan di Lereng Gunung Sumbing dan Merbabu

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:20 WIB

Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025

Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:05 WIB

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Deklrasi Sumpah Pemuda dengan Massa Bayaran Buat Gaduh, Young Lex Tampar Raffi Ahmad

Deklrasi Sumpah Pemuda dengan Massa Bayaran Buat Gaduh, Young Lex Tampar Raffi Ahmad

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga

Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:33 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kering dan Kusam di Bawah Rp50 Ribu

5 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kering dan Kusam di Bawah Rp50 Ribu

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:10 WIB

×