Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Minggu, 07 Juni 2026 | 13:38 WIB
Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati strategi peningkatan imbal hasil serta kecukupan likuiditas untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
  • Koordinasi fiskal dan moneter tersebut bertujuan meyakinkan investor pasar keuangan melalui kebijakan yang lebih komprehensif bagi perekonomian nasional.
  • Tensi geopolitik serta penguatan dolar Amerika Serikat menjadi hambatan utama yang membatasi efektivitas kebijakan dalam mengapresiasi nilai tukar rupiah.

Suara.com - Pengamat mata uang Ariston Tjendra menilai dua langkah  yang disepakati Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam memperkuat rupiah masih memiliki dampak positif dan negatif

Adapun, kerja sama dua Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bisa meyakinkan investor dan pasar keuangan.

"Iya koordinasi fiskal dan moneter pastinya akan mengeluarkan kebijakan dan tindakan yang lebih komprehensif," ujarnya saat dihubungi Suara.com, Minggu (7/6/2026).

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun, dua strategi itu memiliki kekurangan. Pasalnya, pelemahan rupiah yang sudah menembus level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) juga dipengaruhi oleh tekanan global. Salah satunya, tensi perang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.

Kata dia, penguatan dolar AS juga dibackup oleh data ekonomi AS yang masih solid. Apalagi, di tengah kenaikan harga minyak mentah masih membuat rupiah tertekan dalam waktu lama.

"Tapi isu perdamaian AS Iran yang menggantung ini harus selesai dulu untuk mendorong pelepasan dolar AS dan mendorong pasar masuk kembali ke aset-aset berisiko termasuk Indonesia," katanya

Sementara itu, Kepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurahman menilai dua langkah yang ditempuh Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan tersebut dapat membantu meredam tekanan terhadap rupiah.  Namun, belum tentu langsung menguatkan nilai tukarnya.

"Peningkatan imbal hasil memang dapat menarik kembali arus modal asing ke pasar keuangan domestik, sementara kecukupan likuiditas akan menjaga stabilitas pasar dan perbankan," katanya.

Dia menilai, tekanan eksternal seperti tingginya suku bunga global, penguatan dolar AS masih terjadi. Kondisi ini masih membuat rupiah terus tertekan.  

baca juga

"Selama tekanan eksternal seperti tingginya suku bunga global, penguatan dolar AS, dan ketidakpastian geopolitik masih berlangsung, kebijakan tersebut lebih berfungsi sebagai instrumen stabilisasi daripada menjadi faktor yang mendorong apresiasi rupiah secara berkelanjutan," bebernya.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyepakati dua langkah untuk menjaga stabilitas rupiah.  

Dua langkah itu, pertama meningkatkan daya tarik imbal hasil untuk menarik arus dana asing yang dianggap mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Lalu kedua yaitu menjaga moneter dan fiskal menyepakati untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan dan perbankan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:25 WIB

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:35 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:37 WIB

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:30 WIB

115 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia

115 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:28 WIB

×