Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Berawal dari Keterbatasan, Kini Omzet UMKM Ini Meroket Berlipat

M Nurhadi

Minggu, 07 Juni 2026 | 16:13 WIB
Berawal dari Keterbatasan, Kini Omzet UMKM Ini Meroket Berlipat
UMKM mendapatkan dukungan dari CSR PLN [Ist]
  • Kelompok Usaha Bersama Sejahtera di Sidoarjo berdiri tahun 2017 untuk mengatasi keterbatasan modal usaha konveksi lokal.
  • Bantuan sarana produksi dari PT PLN melalui program TJSL berhasil meningkatkan kapasitas produksi secara sangat signifikan.
  • Peningkatan produksi tersebut mendorong omzet bulanan kelompok usaha hingga mencapai tiga puluh juta rupiah per bulan.

Suara.com - Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan krusial sebagai pilar utama penopang stabilitas perekonomian domestik di Indonesia.

Pertumbuhan jumlah pelaku usaha lokal terus menunjukkan tren positif, didorong oleh tingginya kreativitas masyarakat dan pemanfaatan peluang pasar di tingkat regional maupun nasional.

Karakteristik UMKM yang fleksibel membuat sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sekaligus menjadi motor penggerak roda ekonomi di tingkat perdesaan dan wilayah urban.

Namun, dalam perjalanannya, akselerasi perkembangan UMKM di Indonesia masih sering membentur berbagai tantangan klasik. Batu sandungan utama yang kerap dihadapi oleh para pelaku usaha mikro adalah keterbatasan akses terhadap permodalan, minimnya sarana serta infrastruktur produksi yang modern, dan rendahnya kapasitas adopsi teknologi.

Hambatan teknis ini secara otomatis membatasi volume output produksi, sehingga banyak potensi usaha lokal yang mandek dan kesulitan untuk melakukan ekspansi pasar ke skala yang lebih luas.

Kondisi dilematis tersebut sempat dirasakan langsung oleh komunitas pengrajin konveksi di Desa Ngudi Punggul, Gedangan, Sidoarjo. Perjalanan usaha kolektif ini dimulai pada tahun 2017 saat sebelas pengrajin lokal bersepakat membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sejahtera sebagai strategi bertahan hidup di tengah keterbatasan modal kerja.

Pada fase awal, lini produk yang dihasilkan masih terbatas pada jilbab dan atribut keperluan sekolah dengan mengandalkan peralatan yang sangat konvensional.

Seiring berjalannya waktu, loyalitas pasar mulai terbangun dan volume pemesanan mengalami peningkatan. Namun, lonjakan permintaan tersebut justru memicu masalah baru akibat minimnya fasilitas kerja. Kelompok ini hanya memiliki tiga unit mesin jahit dan satu unit mesin obras yang harus digunakan secara bergantian oleh para anggota setiap harinya.

Keterbatasan alat kerja ini membuat kapasitas produksi maksimal mereka tertahan di angka seratus potong per minggu, dengan perolehan omzet yang relatif kecil.

Kondisi operasional yang terbatas ini sering kali membuat para pengrajin kewalahan dan kehilangan potensi keuntungan ekonomi, terutama saat memasuki periode puncak permintaan musiman seperti menjelang Hari Raya Idulfitri dan tahun ajaran baru sekolah.

Titik balik operasional KUB Sejahtera terjadi ketika PT PLN (Persero) menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Bantuan tersebut disalurkan oleh PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui koordinasi PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Timur (UP2B Jatim).

Suntikan fasilitas kerja baru ini mengubah ritme kerja di rumah produksi menjadi lebih efektif dan higienis. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kenyamanan para pekerja meningkat yang berdampak langsung pada lonjakan produktivitas.

Volume produksi kelompok konveksi ini melesat tajam dari semula seratus potong menjadi enam ratus potong pakaian per minggunya.

Peningkatan kapasitas produksi secara signifikan ini membawa dampak linier terhadap struktur pendapatan para srikandi pengrajin.

Akumulasi omzet usaha kelompok yang awalnya hanya berkisar di angka empat juta rupiah per bulan, kini meroket hingga menyentuh level tiga puluh juta rupiah per bulan. Realisasi ini secara nyata meningkatkan standar kesejahteraan finansial para keluarga anggota kelompok di perdesaan.

Ketua KUB Sejahtera, Putri Windawati, menjelaskan bahwa dukungan dari pihak PLN merupakan pilar utama yang mengubah daya saing usaha mereka di industri garmen lokal.

"Bantuan peralatan dan pelatihan dari PLN membuat proses produksi kami menjadi jauh lebih lancar. Kami tidak lagi cemas menghadapi pesanan dalam jumlah besar yang datang mendadak," ujar Putri.

Saat ini, portofolio produk kain hasil produksi KUB Sejahtera telah berhasil memperluas penetrasi pasar ke luar wilayah kecamatan. Berbagai pusat grosir komersial utama di kota Surabaya dan Sidoarjo kini telah menjadi mitra penampung tetap produk mereka.

Diversifikasi produk juga terus dikembangkan, di mana saat ini mereka tidak hanya memproduksi jilbab, melainkan sudah mampu memproduksi gamis, kaos, hingga seragam kerja yang dilengkapi dengan bordir komputer.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, mengutarakan bahwa orientasi utama dari implementasi program TJSL adalah untuk menstimulasi kemandirian ekonomi berbasis komunitas. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 12:47 WIB

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:39 WIB

Berapa Gaji Alexandra Askandar? Bankir Perempuan di Top Level BUMN

Berapa Gaji Alexandra Askandar? Bankir Perempuan di Top Level BUMN

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:15 WIB

SheHacks dan AI Jadi Kunci UMKM Perempuan Indonesia Naik Kelas di Era Digital

SheHacks dan AI Jadi Kunci UMKM Perempuan Indonesia Naik Kelas di Era Digital

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:23 WIB

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:14 WIB

Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?

Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Transaksi Syariah Bank Mega Syariah Melonjak 89 Persen, Ini Pendorongnya

Transaksi Syariah Bank Mega Syariah Melonjak 89 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:00 WIB

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:42 WIB

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:24 WIB

8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut

8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:16 WIB

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:17 WIB

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:56 WIB

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:39 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:38 WIB

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:31 WIB

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:27 WIB