IHSG Jadi Bursa Terburuk di Tengah Isu "Sell Indonesia", Analis: Pulihkan Kepercayaan!

M Nurhadi

Senin, 08 Juni 2026 | 07:06 WIB
IHSG Jadi Bursa Terburuk di Tengah Isu "Sell Indonesia",  Analis: Pulihkan Kepercayaan!
IHSG melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 pada Rabu (3/6/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Pasar modal Indonesia mengalami tekanan jual ekstrem dan menjadi indeks terburuk dunia akibat sentimen negatif pemodal internasional.
  • Fenomena ini dipicu kekhawatiran investor terhadap kebijakan anggaran Presiden Prabowo Subianto serta peningkatan intervensi regulasi pemerintah.
  • Pemerintah berupaya meredam kepanikan pasar melalui penguatan transparansi data fiskal guna memulihkan kepercayaan investor terhadap ekonomi nasional.

Suara.com - Gelombang ketidakpercayaan dari para pemodal internasional sedang melanda Indonesia. Pemerintah dituntut untuk bergerak taktis dalam meredam kecemasan para pelaku pasar demi mengembalikan kredibilitas investasi nasional, di tengah masifnya penyebaran sentimen negatif yang kini populer dengan istilah fenomena "Sell Indonesia" di bursa global.

Tekanan jual ekstrem yang melanda pasar modal domestik dalam beberapa waktu terakhir dianalisis tidak hanya bersumber dari fluktuasi indikator fundamental ekonomi semata.

Faktor yang jauh lebih dominan memicu kepanikan ini adalah pergeseran persepsi serta ekspektasi negatif dari para pengelola dana eksternal terhadap proyeksi keberlanjutan ekonomi nasional di masa mendatang.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menjelaskan bahwa pasar ekuitas memiliki sensitivitas yang sangat tinggi terhadap pergeseran opini publik dan stabilitas regulasi.

"Karakteristik dari pasar saham itu memang sering kali sentimen, faktor sentimen itu mempengaruhi jual beli. Sehingga kalau ada sentimen yang negatif terhadap Indonesia itu sering kali mempengaruhi kinerja saham," ujar Faisal.

Faisal memaparkan bahwa ketika sentimen buruk telanjur menguasai psikologi pasar, hal tersebut dapat memicu kepanikan berupa penarikan modal besar-besaran secara seketika (capital outflow).

Dampak lanjutannya akan langsung mengoreksi performa bursa domestik secara agregat, meskipun pada saat yang sama data makroekonomi riil yang dirilis pemerintah sebenarnya berada dalam kondisi yang relatif aman.

Guna memitigasi risiko sistemik yang lebih masif di sektor finansial, CORE Indonesia mendesak otoritas eksekutif untuk segera meluncurkan respons yang cepat, terukur, dan kredibel. Pemerintah tidak boleh mengabaikan poin-poin yang menjadi keberatan para pemilik modal.

Lebih lanjut, Faisal menekankan bahwa menjaga kesehatan indikator ekonomi di atas kertas saja tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan strategi komunikasi kebijakan yang efektif dan transparan ke ruang publik.

baca juga

Keyakinan subjektif investor sering kali menjadi determinan utama yang mengarahkan ke mana arus likuiditas global akan mengalir.

Meresponn meluasnya fenomena "Sell Indonesia", Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa gejolak yang terjadi saat ini lebih banyak didorong oleh faktor psikologis pasar ketimbang potret riil perekonomian nasional.

Sebagai langkah konkret untuk meng-konter narasi negatif tersebut, kementeriannya memilih strategi penguatan keterbukaan informasi.

Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat linimasa publikasi laporan berkala, salah satunya melalui laporan realisasi APBN Kita.

Langkah akselerasi data ini diambil untuk menyajikan bukti empiris kepada pelaku pasar bahwa postur pengelolaan fiskal dan daya tahan ekonomi Indonesia masih berada dalam koridor yang sehat dan prudent. Melalui penyampaian data yang konsisten, sentimen negatif diharapkan dapat diredam secara bertahap.

Dari Alokasi Wajib Menjadi Indeks Terburuk Dunia

Sebagai informasi, dinamika ini menandai fase pembalikan arah yang sangat kontras bagi Indonesia. Padahal, hanya berselang lima bulan setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) menyentuh rekor tertinggi sejarah, posisi pasar modal Indonesia kini justru berbalik jatuh dengan laju penurunan tercepat di ranah global.

Data Bloomberg mencatat bahwa IHSG telah ambles hingga 36% dari titik puncaknya, menempatkan bursa saham Indonesia sebagai indeks dengan performa terburuk di dunia sepanjang tahun 2026 dari total sekitar 90 indeks acuan internasional yang dipantau.

Realisasi ini menghentikan predikat Indonesia yang selama ini selalu menjadi destinasi alokasi wajib dalam portofolio investasi pasar berkembang (emerging markets).

Berdasarkan analisis pasar, pemicu utama hengkangnya para pemilik modal asing adalah kecemasan terhadap arah kebijakan politik anggaran Presiden Prabowo Subianto yang dinilai cenderung populis.

Selain itu, pasar juga menggarisbawahi adanya kecenderungan peningkatan intervensi regulasi dari pemerintah pada sektor-sektor usaha strategis nasional, yang selama ini dikenal sangat ramah bagi penanaman modal asing.

"Perdagangan besar di Asia saat ini adalah 'sell Indonesia'," ujar George Boubouras selaku Head of Research di hedge fund K2 Asset Management dalam laporan resminya.

Disclaimer: Dinamika pasar modal, fluktuasi nilai saham, serta pergerakan kurs mata uang asing bersifat dinamis dan memiliki risiko investasi yang tinggi. Artikel ini disusun murni sebagai produk jurnalisme ekonomi dan penyediaan informasi publik. Segala keputusan transaksi keuangan, investasi, atau divestasi aset yang diambil oleh pembaca sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi secara mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp18 Ribu dan IHSG Anjlok, Denny Sumargo Curhat Lewat AI

Rupiah Tembus Rp18 Ribu dan IHSG Anjlok, Denny Sumargo Curhat Lewat AI

Entertainment | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:10 WIB

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:38 WIB

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:14 WIB

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:51 WIB

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Terkini

Kamera LUMIX: Ketika Smartphone Tidak Lagi Cukup untuk Mengabadikan Momen

Kamera LUMIX: Ketika Smartphone Tidak Lagi Cukup untuk Mengabadikan Momen

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 13:29 WIB

Andovi da Lopez Tegaskan Perannya di Film Bapak Paling Jujur Bukan Sindir Siapa Pun

Andovi da Lopez Tegaskan Perannya di Film Bapak Paling Jujur Bukan Sindir Siapa Pun

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 13:26 WIB

Kenapa Harga iPhone Tiba-Tiba Naik? Cek Harga Terbaru September 2026

Kenapa Harga iPhone Tiba-Tiba Naik? Cek Harga Terbaru September 2026

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 13:24 WIB

Harga Bensin Tembus Rp 42 Ribu Per Liter, Krisis BBM di Depan Mata di Prancis

Harga Bensin Tembus Rp 42 Ribu Per Liter, Krisis BBM di Depan Mata di Prancis

News | Kamis, 17 September 2026 | 13:23 WIB

Bunyi Hukum Pascal dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Bunyi Hukum Pascal dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 13:22 WIB

Bapak Paling Jujur, Film Satir Politik yang Menyentil Budaya Suka Bohong

Bapak Paling Jujur, Film Satir Politik yang Menyentil Budaya Suka Bohong

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 13:16 WIB

Cara Ganti Background Zoom dan Efek Blur dengan Mudah

Cara Ganti Background Zoom dan Efek Blur dengan Mudah

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 13:15 WIB

Analis Asing: Karhutla Indonesia 34 Persen Lebih Parah dari 2019, 12 Juta Orang Terdampak

Analis Asing: Karhutla Indonesia 34 Persen Lebih Parah dari 2019, 12 Juta Orang Terdampak

News | Kamis, 17 September 2026 | 13:13 WIB

5.167 Keluarga Penerima Bansos di Palu Terindikasi Judi Online

5.167 Keluarga Penerima Bansos di Palu Terindikasi Judi Online

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 13:12 WIB

Tall Poppy Syndrome: Ketika Orang Berhasil Justru Dicari Kekurangannya

Tall Poppy Syndrome: Ketika Orang Berhasil Justru Dicari Kekurangannya

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 13:10 WIB

×