Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.196,430
LQ45 614,786
Srikehati 299,961
JII 371,907
USD/IDR 17.968

Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 08 Juni 2026 | 15:06 WIB
Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku
Ilustrasi belanja online. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia resmi menerbitkan Permendag Nomor 19 Tahun 2026 untuk memperbarui regulasi perdagangan melalui sistem elektronik di Indonesia.
  • Kebijakan ini bertujuan melindungi produk domestik, meningkatkan transparansi platform, serta mengatur penggunaan kecerdasan buatan dalam pemasaran digital.
  • Dua perusahaan e-commerce besar berkomitmen mendukung regulasi baru dengan memprioritaskan produk lokal serta memperbaiki transparansi biaya bagi pedagang.

Suara.com - Pemerintah secara resmi telah mengundangkan paket regulasi terbaru yang mengatur tata kelola perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atau industri e-commerce.

Langkah hukum ini diambil untuk memperbarui lanskap niaga digital nasional, dengan membawa serangkaian mandat baru yang berfokus pada penguatan proteksi terhadap komoditas domestik, peningkatan transparansi tata kelola platform, hingga pembatasan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam aktivitas pemasaran.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengonfirmasi bahwa seluruh kebijakan operasional baru tersebut telah dihimpun ke dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026. Regulasi ini berstatus sebagai amendemen atau perubahan atas aturan PMSE yang berlaku sebelumnya.

Budi menjelaskan bahwa pembaharuan hukum ini dirancang secara komprehensif untuk memastikan terciptanya ekosistem perdagangan digital yang jauh lebih sehat, adil, dan seimbang bagi seluruh elemen yang terlibat—baik pelaku usaha lokal, korporasi penyedia platform belanja, maupun hak-hak masyarakat selaku konsumen akhir.

"Sudah diterbitkan Permendag nomor 19 tahun 2026, ya. Ini Permendag perubahan," kata Budi saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin (8/6/2026).

Dalam memetakan tata laksana regulasi ini, kementerian membagi arsitektur e-commerce ke dalam tiga pilar utama: para produsen atau penjual (seller), korporasi penyedia platform digital penunjang niaga, serta masyarakat selaku pembeli.

"Bagaimana kita memastikan ketiganya itu berjalan dengan baik, ekosistem e-commerce berjalan dengan baik, sehingga hak dan kewajiban masing-masing tadi eh, bisa terpenuhi," imbuhnya.

Berdasarkan naskah draf Permendag terbaru tersebut, Kementerian Perdagangan menggarisbawahi lima poin fundamental yang menjadi esensi pengetatan aturan di ruang digital:

  1. Proteksi Komoditas Domestik: Mempertegas keberpihakan negara terhadap produk-produk buatan dalam negeri, sekaligus mewajibkan platform untuk memprioritaskan etalase promosi bagi produk lokal agar mendominasi konsumsi pasar domestik.
  2. Keterbukaan Algoritma dan Operasional: Menuntut transparansi penuh dari manajemen platform digital demi menciptakan iklim kompetisi perdagangan elektronik yang terbuka, jujur, dan bebas dari praktik monopoli terselubung.
  3. Standarisasi Hukum Penjual: Memperketat aspek legalitas, validitas data, dan perizinan berusaha bagi setiap pelaku usaha yang berniat menjajakan barang dagangannya lewat aplikasi digital.
  4. Penguatan Hak Konsumen: Memberikan garansi perlindungan hukum yang lebih kuat bagi pemenuhan hak-hak pembeli dalam setiap model transaksi daring, termasuk mitigasi risiko penipuan dan sengketa transaksi.
  5. Regulasi Iklan Berbasis AI: Mengatur standarisasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam strategi promosi secara bertanggung jawab, guna mencegah manipulasi psikologis pasar atau penyebaran informasi yang menyesatkan.

Jajaran eksekutif Kementerian Perdagangan mengumumkan bahwa pihaknya telah menerima dokumen pernyataan resmi dari dua raksasa platform e-commerce terbesar yang beroperasi di pasar Indonesia. Surat tersebut memuat komitmen tertulis kepatuhan mereka untuk menyelaraskan sistem operasionalnya dengan aturan baru pemerintah.

baca juga

"Nah kemudian, dari dua platform e-commerce, ya, sudah menyampaikan surat, terkait rencana aksi ke depan, ya, berkaitan dengan Permendag yang baru," papar Budi Santoso.

Dalam lembar rencana aksi tersebut, para pengelola platform digital berjanji akan merombak transparansi struktur biaya administrasi (merchant fee) yang dibebankan kepada para mitra penjual.

Selain itu, mereka berkomitmen untuk memprioritaskan penempatan produk lokal pada algoritma pencarian utama, serta menyusun program insentif khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tanah air.

Bentuk dukungan bagi para pelaku usaha kecil tersebut mencakup pemberian diskon potongan biaya layanan usaha (fee relief) serta komitmen untuk menjaga ekuitas kebijakan agar tidak menekan margin keuntungan pedagang lokal.

Pihak korporasi digital juga menyatakan kesiapannya untuk terus membuka ruang koordinasi bersama pemerintah dalam memantau efektivitas implementasi regulasi ini secara berkala di lapangan.

"Ini yang disampaikan oleh e-commerce, ya. Artinya komitmen bersama untuk implementasi Permendag nomor 19," pungkas Mendag.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:14 WIB

4 HP Realme Paling Banyak Dicari di Toko Online: Spesifikasi Mantap, Harga Miring

4 HP Realme Paling Banyak Dicari di Toko Online: Spesifikasi Mantap, Harga Miring

Tekno | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31 WIB

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Sisi Gelap Unboxing: Adu Cepat Sampai Rumah, Adu Lama Terurai di Tanah

Sisi Gelap Unboxing: Adu Cepat Sampai Rumah, Adu Lama Terurai di Tanah

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:15 WIB

Beleid E-Commerce Segera Rampung, Apa Poin Utamanya?

Beleid E-Commerce Segera Rampung, Apa Poin Utamanya?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 15:29 WIB

Terkini

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:15 WIB

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:12 WIB

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:50 WIB

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:10 WIB

×