- LRT Jakarta memulai uji coba rute Kelapa Gading-Manggarai pada 10 September 2026 untuk menguji kesiapan layanan.
- Uji coba lintasan 12,2 kilometer ini menggunakan dua rangkaian kereta dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam.
- Tahapan pengujian tanpa biaya ini melibatkan media dan warga untuk memastikan keandalan sistem transportasi terintegrasi.
Suara.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melalui anak usahanya, LRT Jakarta, resmi memulai uji coba operasional perdana rute Kelapa Gading–Manggarai pada Kamis (10/9/2026).
Langkah ini menjadi jembatan penting sebelum moda transportasi modern tersebut dibuka secara penuh untuk mobilitas masyarakat umum.
Lintasan rel sepanjang 12,2 kilometer ini nantinya siap melayani warga dengan melewati 11 stasiun pemberhentian.
Sebelas stasiun tersebut membentang mulai dari Stasiun Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, hingga berakhir di Stasiun Manggarai, dengan estimasi waktu sekitar 28 menit.
Jalur ini sekaligus merajut konektivitas transportasi publik yang menyatukan tiga wilayah kota administratif, yakni Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Pada tahap pengujian awal hari ini, kereta dijalankan sebanyak dua kali perjalanan pulang-pergi menggunakan dua rangkaian kereta (trainset).
Laju kereta dibatasi pada kecepatan maksimum 40 kilometer per jam dengan daya tampung maksimal 100 penumpang selama masa pengujian.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin membeberkan bahwa tahapan uji coba operasional rute ini dirancang ke dalam tiga tingkatan sebelum peresmian penuh.
"Tahapan pertama itu kita mengundang para media. Nanti tahap keduanya warga sekitar, untuk kita ikutkan. Dan nanti juga kita membuka pendaftaran bagi masyarakat lain yang mau untuk mencoba LRT ini. Baru nanti tahap ketiganya memang setelah peluncuran, ya, baru setelah itu bisa normal kembali," paparnya.
Masa uji coba saat ini belum dikenakan tarif biaya demi menguji keandalan gerbang tiket elektronik.
"Sementara kita masih tidak dikenakan biaya. Tadi teman-teman kan dikasih kartu, ya. Nah, kartu itu juga sambil mengecek bagaimana sistem ticketing kita, sudah bisa berjalan atau belum," lanjut Budi.
Untuk menunjang integrasi antarmoda menuju Stasiun Sentral KRL Manggarai, fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO) ditargetkan rampung pada September ini.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin ikut menggarisbawahi bahwa seluruh rangkaian pengujian ini difokuskan untuk mematangkan aspek kesiapan layanan secara menyeluruh.
"Baik dari sisi sumber daya manusia (people), proses pelayanan (process), maupun sarana dan fasilitas pendukung (facility). Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun awareness dan engagement masyarakat terhadap manfaat konektivitas transportasi publik yang semakin terintegrasi di Jakarta," tuturnya.
Pihak pengelola bersama dinas terkait juga terus menyempurnakan fasilitas penunjang, mulai dari akses stasiun, penataan jalan bawah lintasan, hingga penghijauan koridor agar ramah bagi seluruh pengguna.