Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 09 Juni 2026 | 18:11 WIB
Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi
Harga makanan di warung tegal (warteg) yang selama ini dikenal sebagai pilihan paling ramah kantong bagi pekerja dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah mulai merangkak naik. Foto Dhia Sukmahadi Putra Nugraha Suara.com
baca 10 detik
  • Harga ayam warteg naik 25%, dari Rp8.000 menjadi Rp10.000.
  • Konsumen mulai pesan setengah porsi untuk tekan pengeluaran.
  • Kenaikan bahan baku tekan warteg di tengah persaingan ketat.

Suara.com - Harga makanan di warung tegal (warteg) yang selama ini dikenal sebagai pilihan paling ramah kantong bagi pekerja dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah mulai merangkak naik. Kenaikan harga lauk, khususnya ayam dan usus, menjadi sinyal bahwa tekanan biaya hidup masih membayangi konsumsi harian masyarakat.

Di Warteg Indrajaya Bahar, Jakarta Barat, harga ayam naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per potong. Sementara lauk usus yang sebelumnya dijual Rp3.000 kini menjadi Rp4.000. Kenaikan tersebut terjadi setelah harga bahan baku mengalami penyesuaian dalam beberapa bulan terakhir akibat rupiah yang terus melemah ke Rp18.000.

"Kalau ayam dari Rp8.000 jadi Rp10.000, usus dari Rp3.000 jadi Rp4.000. Yang lain masih sama, sayur masih Rp2.000 dan ikan Rp8.000," ujar Suri kepada Suara.com, pemilik Warteg Indrajaya Bahar.

Warteg Tak Lagi Semurah Dulu

Kenaikan harga lauk mungkin terlihat kecil, namun bagi pelanggan warteg yang mengandalkan anggaran makan harian terbatas, tambahan Rp2.000 per porsi bisa berdampak signifikan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa makanan rakyat yang selama ini menjadi benteng terakhir konsumsi murah mulai ikut terdorong oleh kenaikan biaya produksi. Kondisi tersebut berpotensi menggerus daya beli kelompok pekerja informal dan buruh harian yang sangat sensitif terhadap perubahan harga makanan.

Di sisi lain, persaingan bisnis warteg juga semakin ketat. Pemilik Warteg Nahda, Faiqo, mengaku jumlah pelanggan belum sepenuhnya pulih sejak pandemi Covid-19. Bahkan jumlah warteg di sekitar lokasi usahanya terus bertambah.

Akibatnya, pelaku usaha harus mencari cara agar pelanggan tetap bertahan meski harga bahan baku meningkat.

"Kadang ada pelanggan yang beli setengah porsi nasi Rp10.000, kalau satu porsi sekitar Rp15.000," kata Faiqo.

baca juga

Menurutnya, perubahan pola konsumsi pelanggan mulai terlihat. Sebagian konsumen memilih mengurangi porsi makan dibanding harus mengeluarkan uang lebih banyak.

Konsumen Mulai Berhemat

Fenomena pelanggan membeli setengah porsi nasi menjadi indikasi bahwa tekanan ekonomi mulai dirasakan di level paling bawah. Ketika harga makanan naik, strategi pertama yang dilakukan masyarakat umumnya adalah mengurangi kuantitas konsumsi.

Meski demikian, belum semua warteg mengalami penurunan transaksi.

Di Warteg Grand Bahari, harga nasi ayam masih bertahan di Rp15.000 dan nasi telur Rp10.000. Kenaikan hanya terjadi pada menu nasi ikan yang kini mencapai Rp17.000 per porsi akibat lonjakan biaya minyak goreng dan bahan baku lainnya.

Pemilik Warteg Grand Bahari, Surinah, mengaku kenaikan harga tidak bisa dihindari jika ingin menjaga keberlangsungan usaha.

Menariknya, sebagian pelanggan mengaku masih mampu mempertahankan anggaran makan harian mereka.

"Sama saja, sehari sekitar Rp20.000 sampai Rp25.000 untuk makan. Biasanya nasi, telur, orek dan lauk lainnya," ujar Riski, salah satu pelanggan.

Kenaikan Harga Warteg Jadi Cerminan Ekonomi Rakyat

Meski daya beli sebagian konsumen masih relatif bertahan, kenaikan harga lauk di warteg menjadi indikator penting kondisi ekonomi masyarakat akar rumput.

Warteg selama ini menjadi barometer sederhana untuk melihat tekanan inflasi di sektor pangan. Ketika harga ayam naik 25 persen dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 dan pelanggan mulai memesan setengah porsi nasi, terdapat sinyal bahwa ruang belanja masyarakat semakin terbatas.

Harga makanan di warung tegal (warteg) yang selama ini dikenal sebagai pilihan paling ramah kantong bagi pekerja dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah mulai merangkak naik. Foto Suara.com
Harga makanan di warung tegal (warteg) yang selama ini dikenal sebagai pilihan paling ramah kantong bagi pekerja dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah mulai merangkak naik. Foto Dhia Sukmahadi Putra Nugraha Suara.com

Bagi pelaku usaha warteg, dilema pun muncul. Di satu sisi harga bahan baku terus meningkat, namun di sisi lain kemampuan konsumen untuk menerima kenaikan harga memiliki batas.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus berjalan di atas garis tipis antara menjaga keuntungan dan mempertahankan pelanggan. Jika tren kenaikan harga pangan berlanjut, bukan tidak mungkin warteg yang selama ini menjadi simbol makanan murah akan semakin sulit dijangkau oleh sebagian masyarakat berpenghasilan rendah. (Dhia Sukmahadi Putra Nugraha).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini

Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:40 WIB

Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping

Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:15 WIB

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:35 WIB

Terkini

9 Jam Melawan Maut di Masalembo, Cerita 5 ABK KM Virgo Bertahan Hidup Berbekal Tabung Elpiji Kosong

9 Jam Melawan Maut di Masalembo, Cerita 5 ABK KM Virgo Bertahan Hidup Berbekal Tabung Elpiji Kosong

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:31 WIB

Trik Dapatkan Tiket VIP ZAP Fest Lewat Promo Top Up Saldo BRI

Trik Dapatkan Tiket VIP ZAP Fest Lewat Promo Top Up Saldo BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 15:30 WIB

Belajar Tidak Menilai Orang dari Luarnya lewat Novel Senior

Belajar Tidak Menilai Orang dari Luarnya lewat Novel Senior

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 15:30 WIB

Peserta JKN Capai 284 Juta, Cak Imin Soroti Tantangan Layanan Kesehatan yang Setara

Peserta JKN Capai 284 Juta, Cak Imin Soroti Tantangan Layanan Kesehatan yang Setara

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:28 WIB

Seram! Bayar Uang atau Keluarga Dibunuh, Kiper Ini Terpaksa Buat Timnya Kalah 0-6

Seram! Bayar Uang atau Keluarga Dibunuh, Kiper Ini Terpaksa Buat Timnya Kalah 0-6

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 15:27 WIB

Amanda Rigby Blasteran Mana? Ternyata Statusnya WNA

Amanda Rigby Blasteran Mana? Ternyata Statusnya WNA

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 15:22 WIB

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:20 WIB

Manfaatkan Potongan Harga Belanja Harian dari BRI JCB Platinum

Manfaatkan Potongan Harga Belanja Harian dari BRI JCB Platinum

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 15:19 WIB

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:17 WIB

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:16 WIB

×