Desa Harus Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Benteng Ketahanan Pangan

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 10 Juni 2026 | 11:40 WIB
Desa Harus Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Benteng Ketahanan Pangan
Ilustrasi statistik pertumbuhan ekonomi (Freepik)
baca 10 detik
  • Desa didorong jadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.
  • APDESI siapkan program ayam rakyat di 75.266 desa.
  • Koperasi desa diperkuat untuk padi, jagung, dan peternakan.

Suara.com - Desa didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus pilar utama ketahanan pangan nasional. Dengan jumlah lebih dari 75 ribu desa di seluruh Indonesia, penguatan kapasitas ekonomi desa dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APDESI Merah Putih 2026 yang berlangsung di Aston Hotel & Convention Center, Kota Serang, Banten, Rabu (10/6). Kegiatan yang mengusung tema "Sinergi Merah Putih untuk Memperkuat Peran Desa dalam Pembangunan Strategis Nasional" itu dihadiri ribuan kepala desa dari berbagai daerah.

Ketua Umum APDESI Merah Putih Anwar Sadat menegaskan desa tidak lagi dapat diposisikan sebagai objek pembangunan. Menurutnya, desa harus menjadi subjek utama yang mampu menggerakkan roda perekonomian nasional dari tingkat akar rumput.

"Desa memiliki sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal sosial yang sangat besar. Jika seluruh potensi itu dikelola secara baik melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, desa akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus benteng ketahanan pangan Indonesia," ujar Anwar.

Ia menjelaskan penguatan ekonomi desa perlu difokuskan pada sektor pertanian, peternakan, koperasi, UMKM, serta kemitraan usaha yang mampu meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat. Karena itu, Rakernas APDESI Merah Putih 2026 secara khusus membahas isu-isu strategis seperti investasi desa, transformasi digital, penguatan koperasi, hingga ketahanan pangan nasional.

Rakernas tersebut juga mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat. Sejumlah pejabat tinggi negara hadir, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Gubernur Banten Andra Soni.

Dalam rangkaian acara itu, Ketua Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM), Johan Aripin Muba, dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih. Pengukuhan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong penguatan ekonomi desa dan program ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Johan menegaskan kemajuan desa merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Menurutnya, ekonomi nasional akan semakin kuat apabila desa diberikan ruang yang lebih besar untuk mengembangkan potensi lokal.

"Kalau desa maju, Indonesia maju. Kalau desa kuat, ekonomi nasional juga akan kuat," kata Johan.

baca juga

Sebagai bentuk dukungan nyata, Yayasan JAM bersama APDESI Merah Putih menyiapkan program pengembangan peternakan ayam rakyat yang menyasar 75.266 desa di seluruh Indonesia. Setiap desa direncanakan memiliki dua kandang ayam produktif dengan kapasitas masing-masing 1.000 ekor, sehingga mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan pangan bergizi.

Tak hanya itu, program tersebut juga mencakup pembentukan dua koperasi produsen di setiap desa. Salah satu koperasi akan difokuskan pada pengembangan budidaya padi dan jagung dengan cakupan hingga 100 hektare per desa. Untuk mendukung program tersebut, disiapkan bantuan biaya tanam sebesar Rp12 juta per hektare serta dukungan penyediaan pupuk bagi petani.

Johan menilai persoalan utama petani bukan hanya produktivitas, melainkan kepastian pasar dan harga hasil panen. Karena itu, koperasi ditempatkan sebagai pusat pengelolaan ekonomi desa yang terhubung dengan sistem pemasaran dan distribusi yang lebih terintegrasi.

Selain penguatan sektor riil, APDESI Merah Putih dan Yayasan JAM juga mendorong digitalisasi desa melalui platform JAMSTREET. Sistem tersebut memungkinkan koperasi desa melaporkan data produksi, transaksi, distribusi, hingga laporan keuangan secara real time sehingga pengelolaan usaha menjadi lebih transparan dan profesional.

Menurut Johan, teknologi harus menjadi instrumen untuk memperkuat tata kelola ekonomi desa. Dengan dukungan digitalisasi, desa tidak lagi identik dengan keterbelakangan, melainkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi modern yang berbasis pada pertanian, peternakan, koperasi, dan UMKM.

Rakernas APDESI Merah Putih 2026 menegaskan bahwa masa depan pembangunan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kemajuan desa. Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, koperasi, dan masyarakat, desa diharapkan mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:27 WIB

Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan

Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:50 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×