Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU

M Nurhadi, Lilis Varwati

Rabu, 10 Juni 2026 | 16:41 WIB
Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU
Ilustrasi antrean di SPBU, mengapa BBM langka? (Ist)
  • YLKI memperingatkan kenaikan harga Pertamax pada 10 Juni 2026 berpotensi memicu perpindahan konsumsi masyarakat secara massal ke Pertalite.
  • Lonjakan permintaan Pertalite berisiko menyebabkan antrean panjang di SPBU, pembatasan kuota distribusi, hingga ancaman kelangkaan BBM bersubsidi.
  • Pemerintah dan Pertamina didesak menjaga stabilitas pasokan serta melakukan komunikasi publik transparan guna meminimalisir dampak inflasi bagi masyarakat.

Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memberikan peringatan keras terkait kebijakan penyesuaian tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.

Lembaga perlindungan konsumen tersebut menilai selisih harga yang kian melebar berpotensi kuat memicu eksodus atau perpindahan sebagian besar konsumen ke produk BBM bersubsidi, yakni Pertalite.

Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menegaskan bahwa fenomena pergeseran konsumsi ini harus direspons secara cepat dan taktis oleh jajaran pemerintah bersama PT Pertamina (Persero). Langkah mitigasi dinilai krusial guna menghindari terjadinya hambatan atau kelangkaan pasokan di hilir.

"Kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong perpindahan sebagian konsumen ke Pertalite," urai Rio kepada awak media, Rabu (10/6/2026).

Menurut kalkulasi YLKI, lonjakan permintaan yang mendadak terhadap Pertalite berisiko melahirkan rentetan persoalan baru di lapangan.

Dampak langsung yang paling diwaspadai meliputi penumpukan antrean kendaraan yang mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pemberlakuan pembatasan kuota distribusi secara sepihak, hingga ancaman kelangkaan stok BBM subsidi di berbagai daerah.

Sehingga, otoritas terkait dan Pertamina didesak untuk menjamin bahwa ketahanan pasokan BBM bersubsidi tetap aman guna mengakomodasi potensi lonjakan konsumsi dari masyarakat.

"Jangan sampai masyarakat yang memang berhak memperoleh BBM subsidi justru menjadi pihak yang paling dirugikan," tegas Rio.

Di samping mengganggu peta distribusi BBM bersubsidi, YLKI menyoroti dampak negatif dari koreksi harga Pertamax terhadap tingkat daya beli riil masyarakat.

Rio menjabarkan bahwa komoditas energi seperti BBM memegang peranan vital yang memiliki efek berantai (multiplier effect) terhadap komponen biaya transportasi publik, ongkos logistik logistik barang, hingga pos pengeluaran rutin rumah tangga.

Dalam dinamika ini, kelompok masyarakat kelas menengah dinilai sebagai segmen yang memikul beban paling berat. Kelompok ini berada di posisi dilematis karena secara regulasi tidak masuk dalam kategori penerima subsidi energi, namun secara finansial kapasitas mereka ikut tergerus oleh melambungnya biaya hidup akibat kenaikan harga BBM komersial.

"Oleh karena itu, pemerintah perlu mengantisipasi dampak inflasi dan menjaga stabilitas pasokan serta harga BBM yang menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Lebih lanjut, YLKI memandang bahwa momentum kenaikan tarif Pertamax cs ini harus dijadikan bahan koreksi dan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik yang berdampak luas bagi hajat hidup orang banyak.

Rio menekankan pentingnya pembenahan pada aspek tata kelola komunikasi publik saat pemerintah atau korporasi negara berencana mengubah harga barang maupun jasa yang bersifat strategis.

Langkah sosialisasi yang matang diperlukan agar masyarakat tidak terkejut dan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian anggaran sebelum regulasi baru resmi dijalankan.

Sebagai penutup, YLKI mendorong dirumuskannya standardisasi sistem maklumat atau pemberitahuan yang jauh lebih transparan, terstruktur, dan terukur dalam setiap agenda penyesuaian tarif yang menyentuh langsung kantong konsumen domestik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus

Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

BBM Non-Subsidi Naik, Harga Pertamax Kini Tembus Rp16.250 per Liter

BBM Non-Subsidi Naik, Harga Pertamax Kini Tembus Rp16.250 per Liter

Foto | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:38 WIB

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:27 WIB

Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah

Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:17 WIB

6 Motor Honda yang Irit dan Bisa Pakai Pertalite saat Harga Pertamax Melambung

6 Motor Honda yang Irit dan Bisa Pakai Pertalite saat Harga Pertamax Melambung

Otomotif | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:20 WIB

Terkini

IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor

IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus

Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:27 WIB

Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah

Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:17 WIB

Harga Pertamax Naik, Pengecer 'Pertamini' Tes Ombak Jual 18 ribu per Liter

Harga Pertamax Naik, Pengecer 'Pertamini' Tes Ombak Jual 18 ribu per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:06 WIB

Gaji Tak Ikuti Kenaikan Harga Pertamax, Kurir Paket Mau Beralih Pertalite

Gaji Tak Ikuti Kenaikan Harga Pertamax, Kurir Paket Mau Beralih Pertalite

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:55 WIB

Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI

Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:44 WIB

Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI

Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:44 WIB

KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial

KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:40 WIB