Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!

M Nurhadi

Rabu, 10 Juni 2026 | 16:54 WIB
Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!
Ilustrasi Antam [MIND ID]
  • RUPS PT Aneka Tambang Tbk di Jakarta menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp5 triliun.
  • Antam mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 98 persen menjadi Rp7,2 triliun sepanjang tahun fiskal 2025.
  • Perusahaan menargetkan operasional ekspansif pada 2026 melalui pemenuhan kuota penambangan nikel dan peningkatan volume penjualan emas.

Suara.com - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang digelar di Jakarta secara resmi menyetujui rencana korporasi untuk membagikan total dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp5 triliun. 

Melalui keputusan tersebut, Antam menetapkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) sebesar 70 persen untuk tahun buku 2025.

Persentase ini mencatatkan penurunan jika dikomparasikan dengan rasio pembayaran tahun buku 2024 yang saat itu menyentuh level maksimal 100 persen.

"Jumlah tersebut mengindikasikan dividen Rp 210/saham dan yield dividen sekitar 7,2% – berdasarkan harga saham ANTM pada intraday Rabu (10/6) di level Rp 2.930," tulis laporan Stockbit, Rabu (10/6/2026).

Hingga saat ini, jajaran manajemen emiten anggota holding BUMN pertambangan tersebut belum mengumumkan secara mendetail mengenai jadwal cum date serta tanggal pasti realisasi pencairan dividen ke rekening investor.

Di sisi lain, pergerakan saham ANTM di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari yang sama ditutup merosot sebesar 4,5 persen ke posisi Rp2.750 per lembar saham.

Kendati pergerakan saham harian mengalami koreksi teknis, sejumlah analis memproyeksikan target operasional ANTM untuk periode tahun berjalan 2026 akan jauh lebih jelas, terukur, serta ekspansif.

Perusahaan tercatat telah mengamankan kuota penambangan bijih nikel secara penuh sebesar 18,1 juta wet metric ton (wmt). Bersamaan dengan itu, manajemen juga bersiap memacu volume penjualan emas batangan untuk menyamai rekor tertinggi tahun 2024 yang mampu menembus angka 1,4 juta ons (oz).

"Itu memberikan visibilitas yang kuat terhadap pendapatan ANTM tahun ini," tulis tim riset Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam ulasan pasarnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Kiwoom Sekuritas menegaskan kembali rekomendasi beli (buy) untuk saham ANTM dengan mematok target harga jangka panjang pada level Rp4.800 per lembar saham.

Formula perhitungan target harga ini menggunakan pendekatan metode valuasi gabungan (blended valuation), yang terdiri atas porsi 60 persen discounted cash flow (DCF) dan 40 persen enterprise value terhadap EBITDA (EV/EBITDA).

Tingkat valuasi emiten berbasis nikel dan emas ini dinilai masih sangat prospektif, tecermin dari proyeksi rasio harga terhadap laba (Price to Earnings/PE ratio) tahun 2026 sebesar 12,9 kali, serta rasio harga terhadap nilai buku (Price to Book Value/PBV) yang mencapai 2,9 kali.

Valuasi tersebut dinilai wajar dan menarik karena ditopang oleh estimasi pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) yang kokoh di level 22,6 persen.

Meski demikian, pelaku pasar diimbau tetap mencermati sejumlah risiko utama yang membayangi operasional perseroan, seperti potensi gangguan rantai pasok, lonjakan biaya bahan bakar armada komersial, serta fluktuasi harga emas dunia.

Lonjakan Laba Bersih 2025 Capai 98 Persen

Secara fundamental, Antam membukukan pertumbuhan performa finansial yang masif sepanjang tahun fiskal 2025. Perusahaan berhasil mencetak lonjakan laba bersih tahunan mencapai 98 persen (year-on-year) menjadi Rp7,2 triliun.

Pencapaian memuaskan ini diraih berkat keberhasilan perseroan mengerek total pendapatan bersih sebesar 22 persen hingga menyentuh angka Rp84,6 triliun.

Walaupun basis pendapatan pada triwulan keempat atau kuartal IV-2025 tercatat sedikit lebih rendah dari kuartal sebelumnya, Antam terbukti mapan menjaga efisiensi produksi.

Hal ini ditunjukkan oleh raihan margin laba kotor (gross profit margin/GPM) yang mumpuni di level 21,38 persen. Realisasi efisiensi biaya tersebut sekaligus sukses menyumbang laba bersih triwulanan yang solid senilai Rp1,23 triliun pada akhir periode pembukuan.

Disclaimer: Analisis mengenai rincian dividen, kinerja keuangan, kinerja operasional, serta target harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ini disajikan murni sebagai produk jurnalisme informasi pasar modal. Konten ini tidak memuat unsur rekomendasi mutlak untuk melakukan divestasi, instruksi beli, atau draf panduan komersial yang mengikat transaksi investasi pembaca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:04 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:59 WIB

Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun

Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:55 WIB

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.733.000 per Gram

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.733.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:04 WIB

1 Gram Emas Hari Ini Harganya Berapa? Ini Update 9 Juni 2026

1 Gram Emas Hari Ini Harganya Berapa? Ini Update 9 Juni 2026

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:39 WIB

Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini: Antam Mulai Naik, Emas Lain Ada yang Turun

Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini: Antam Mulai Naik, Emas Lain Ada yang Turun

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:14 WIB

Terkini

Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU

Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:41 WIB

IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor

IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus

Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:27 WIB

Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah

Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:17 WIB

Harga Pertamax Naik, Pengecer 'Pertamini' Tes Ombak Jual 18 ribu per Liter

Harga Pertamax Naik, Pengecer 'Pertamini' Tes Ombak Jual 18 ribu per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:06 WIB

Gaji Tak Ikuti Kenaikan Harga Pertamax, Kurir Paket Mau Beralih Pertalite

Gaji Tak Ikuti Kenaikan Harga Pertamax, Kurir Paket Mau Beralih Pertalite

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:55 WIB

Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI

Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:44 WIB

Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI

Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:44 WIB