Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 11 Juni 2026 | 08:08 WIB
Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun
Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun. Foto Fadil-Suara.com
baca 10 detik
  • Intiland tidak membagikan dividen 2025 dan menahan laba Rp62,26 miliar untuk memperkuat keuangan.
  • Total utang berhasil ditekan 25% menjadi Rp3,08 triliun melalui strategi deleveraging.
  • Perseroan menargetkan marketing sales Rp1,95 triliun pada 2026 dengan fokus perumahan dan kawasan industri.

Suara.com - PT Intiland Development Tbk (DILD) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025 dan memilih memperkuat struktur keuangan perusahaan. Keputusan tersebut mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar di Intiland Tower, Jakarta, Rabu (10/6).

Sekretaris Perusahaan Intiland, Theresia Rustandi, mengatakan seluruh agenda yang diajukan manajemen memperoleh persetujuan pemegang saham. Agenda tersebut meliputi pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penunjukan akuntan publik independen, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi, serta agenda lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan RUPS.

"Perseroan selalu memastikan setiap kebijakan dan langkah strategis dijalankan secara hati-hati, terukur, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Theresia.

Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp64,26 miliar pada 2025. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan wajib, sementara sisanya sebesar Rp62,26 miliar dicatat sebagai saldo laba untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan.

Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono, mengungkapkan fokus utama perusahaan pada tahun ini masih tertuju pada strategi deleveraging atau pengurangan utang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan beban keuangan sekaligus memperkuat fundamental usaha di tengah kondisi pasar properti yang masih bergerak selektif.

Sepanjang 2025, Intiland berhasil menurunkan total utang sebesar 25 persen menjadi Rp3,08 triliun dari Rp4,11 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan utang dilakukan melalui restrukturisasi, percepatan pelunasan kewajiban, penjualan aset non-inti, hingga pelunasan sukuk yang jatuh tempo.

"Penurunan jumlah utang menjadi salah satu pencapaian penting. Langkah ini membantu kami mengendalikan beban keuangan, memperkuat struktur permodalan, dan memberikan ruang yang lebih baik bagi Perseroan untuk menjaga stabilitas usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ke depan," kata Archied.

Di sisi operasional, Intiland mencatat pendapatan usaha sebesar Rp619,8 miliar pada kuartal I 2026, turun 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan pengembangan sebesar Rp387,1 miliar dan pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp232,6 miliar.

Recurring income menjadi kontributor terbesar dengan porsi 37,5 persen dari total pendapatan, disusul segmen kawasan industri sebesar 36,7 persen, perumahan 19,7 persen, dan high-rise residential 6,1 persen.

baca juga

Meski pasar properti diperkirakan masih menghadapi tantangan pada 2026, Intiland tetap membidik pertumbuhan. Perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp1,95 triliun pada tahun ini, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp1,61 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan akan mengoptimalkan proyek-proyek yang sudah berjalan, meningkatkan penjualan stok siap jual, memperkuat segmen perumahan dan kawasan industri, serta menyiapkan sejumlah proyek baru secara selektif. Di antaranya pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur dan peluncuran Tower E apartemen SQ Res pada semester II 2026.

Menurut Archied, peluang pertumbuhan masih terbuka terutama pada segmen yang memiliki kebutuhan riil dan daya serap pasar yang kuat. Karena itu, perusahaan akan tetap mengedepankan strategi pengembangan dan pemasaran yang terukur guna menjaga kesehatan fundamental usaha sekaligus mendukung pencapaian target kinerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!

Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:54 WIB

Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun

Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:55 WIB

Terkini

2 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Polri Pakai Helikopter

2 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Polri Pakai Helikopter

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB

Tips Menyikapi Berita Buruk Menurut Psikolog agar Tetap Tenang dan Gak Panik

Tips Menyikapi Berita Buruk Menurut Psikolog agar Tetap Tenang dan Gak Panik

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB

Dianggap Cacat, Jaksa di Bad Prosecutor Justru Melawan Penegak Hukum Korup

Dianggap Cacat, Jaksa di Bad Prosecutor Justru Melawan Penegak Hukum Korup

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 15:00 WIB

Kebijakan Rombak Pejabat Kemenkeu Berpotensi Dianulir, Purbaya: Suka-Suka Menteri (Baru) Lah!

Kebijakan Rombak Pejabat Kemenkeu Berpotensi Dianulir, Purbaya: Suka-Suka Menteri (Baru) Lah!

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Wanita Hamil 7 Bulan Tewas Dicekik di Bekasi, Pria 23 Tahun Ditangkap

Wanita Hamil 7 Bulan Tewas Dicekik di Bekasi, Pria 23 Tahun Ditangkap

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

5 Rekomendasi Cafe Tempat Nugas dan WFC di Jogja, Nyaman dan Terjangkau

5 Rekomendasi Cafe Tempat Nugas dan WFC di Jogja, Nyaman dan Terjangkau

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Lima Titik Api Karhutla Menyala Lagi di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir

Lima Titik Api Karhutla Menyala Lagi di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Ulasan Toy Story 5: Ketika Gadget Perlahan Mengambil Alih Masa Kecil Anak

Ulasan Toy Story 5: Ketika Gadget Perlahan Mengambil Alih Masa Kecil Anak

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:50 WIB

Buntut Demo Geruduk Balai Kota, Wawali Blitar Dipolisikan Terkait Eksploitasi Atlet Anak

Buntut Demo Geruduk Balai Kota, Wawali Blitar Dipolisikan Terkait Eksploitasi Atlet Anak

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 14:47 WIB

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:46 WIB

×