Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:01 WIB
Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG
ARSIP-Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cipanas, Cianjur, pada Senin (19/1/2026) dini hari. [Dok. BGN]
baca 10 detik
  • Pemerintah mendeteksi pembengkakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang memicu potensi pemborosan anggaran negara hingga Rp12 triliun per tahun.
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menemukan maladministrasi berupa jual beli titik dapur umum yang melampaui kuota rencana awal sebanyak 6.877 unit.
  • Pemerintah memutuskan melakukan penataan tata kelola dan penyegaran manajemen Badan Gizi Nasional selama masa transisi satu bulan ke depan.

Suara.com - Pemerintah mendeteksi adanya pembengkakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pos dapur umum dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di luar estimasi perencanaan awal. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi memicu pemborosan alokasi anggaran negara dengan nilai fantastis, diproyeksikan menembus Rp12 triliun per tahun.

Temuan krusial inilah yang mendasari keputusan mendesak pemerintah untuk melakukan langkah penataan dan pembenahan total terhadap tata kelola program MBG, yang saat ini operasionalnya berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa program MBG pada dasarnya merupakan salah satu pilar kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto yang memiliki visi sangat fundamental dan bernilai positif bagi masyarakat.

Kendati demikian, dalam realisasi teknis di lapangan, ditemukan sejumlah simpul persoalan operasional yang harus segera diurai dan diperbaiki.

"Program MBG kebijakan utama Bapak Presiden yang sangat bagus, sangat baik, tetapi dalam melaksanakannya terjadi masalah-masalah yang sudah lama menjadi perbincangan dan kita juga bahas di sini," ujar Zulhas saat memberikan keterangan resmi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut penjelasannya, Kepala Negara telah mengantongi laporan komprehensif mengenai berbagai hambatan yang muncul dalam implementasi program tersebut. Sebagai tindak lanjut, diputuskan untuk melakukan penyegaran atau pergantian jajaran manajemen di tubuh BGN. Pemerintah menetapkan tenggat waktu atau masa transisi sekitar satu bulan guna menuntaskan agenda pembenahan struktural ini.

Modus Jual Beli Titik Picu Pembengkakan Kuota SPPG
Salah satu aspek penyimpangan yang menjadi perhatian utama pemerintah adalah membubungnya kuota pendirian pos dapur gizi yang melampaui batas kuota awal. Zulhas mengungkapkan bahwa draf rancangan awal strategis sebetulnya hanya menetapkan batas pagu sebanyak 21.000 titik SPPG di seluruh Indonesia. Namun, realitas di lapangan menunjukkan angka riilnya melesat hingga menyentuh 27.877 unit.

"Misalnya terjadi jual beli titik ya, yang seharusnya rencana awal titik itu 21.000 tapi sekarang sudah ada 27.877 titik," ungkap Zulhas secara gamblang terkait maladministrasi tersebut.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya selisih penambahan sebanyak 6.877 unit dapur pelayan di luar kalkulasi resmi pemerintah. Berdasarkan data evaluasi finansial yang diterima Kemenko Pangan, kelebihan kuota ini secara otomatis memberikan beban ganda yang sangat berat terhadap stabilitas kas keuangan negara.

baca juga

"Kalau 6.877 penambahan, kalau 6 juta satu hari, maka 1 bulan ada pengeluaran lebih 1 triliun. Pemborosan," papar Menko Pangan.

Lebih lanjut ia menguraikan, jika pembengkakan biaya logistik harian ini terus dibiarkan berjalan tanpa ada intervensi regulasi sepanjang tahun, akumulasi kerugian fiskal atau pemborosan fungsional yang ditanggung negara dipastikan menyentuh angka sekitar Rp12 triliun.

"Berarti kalau 1 tahun berapa itu? Rp12 triliun. Nah, ini yang yang, maka perlu penataan untuk ditata agar bisa diperbaiki dan diselesaikan," cetusnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa 26 Tokoh Terlibat Korupsi MBG? Elza Syarief: Masih Tunggu Izin Sony Sonjaya

Siapa 26 Tokoh Terlibat Korupsi MBG? Elza Syarief: Masih Tunggu Izin Sony Sonjaya

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:33 WIB

Kejagung Rampungkan Penggeledahan di Enam Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi MBG

Kejagung Rampungkan Penggeledahan di Enam Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:38 WIB

62 Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Berhenti Beroperasi Sementara, Tunggu Pencairan Anggaran

62 Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Berhenti Beroperasi Sementara, Tunggu Pencairan Anggaran

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:44 WIB

Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan

Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:05 WIB

MBG Bau Tengik, Plastik Mahal! Jeritan Pedagang Tanah Abang di Tengah Demo BGN

MBG Bau Tengik, Plastik Mahal! Jeritan Pedagang Tanah Abang di Tengah Demo BGN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:59 WIB

MBG Watch Segel Kantor BGN, Tuntut Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

MBG Watch Segel Kantor BGN, Tuntut Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

Foto | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:18 WIB

Terkini

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×