Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya

Achmad Fauzi

Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:10 WIB
Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya
BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • Danantara Investment Management menerbitkan obligasi internasional senilai USD 1,5 miliar dengan tenor lima dan sepuluh tahun pada 12 Juni 2026.
  • Investor global dari berbagai negara sangat antusias dengan total permintaan mencapai USD 4,6 miliar atau tiga kali lipat target.
  • Tingkat imbal hasil yang kompetitif menunjukkan tingginya kepercayaan investor institusi terhadap profil kredit dan kerangka institusional Danantara Indonesia.

Suara.com - Danantara Indonesia melaporkan obligasi internasional yang diterbitkan mulai banyak peminatnya. Danantara sesumbar bahwa investor global justru mengantre membeli global bond itu.

Adapun, Danantara lewat Danantara Investment Management (DIM) penerbitan obligasi internasional perdana senilai USD 1,5 miliar.

"Antusiasme investor global terlihat dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar USD 4,6 miliar atau lebih dari tiga kali lipat nilai penerbitan," tulis manajemen Danantara dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Danantara melanjutkan, pembeli obligasi tersebut berasal dari investor institusi berkualitas yang berasal dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga Asia.

Ilustrasi global bonds (Investopedia)
Ilustrasi global bonds (Investopedia)

"Kepercayaan yang diberikan pasar internasional tersebut juga diharapkan dapat semakin memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas terhadap kekuatan kerangka institusional Danantara Indonesia," imbuhnya.

Berikut Fakta-fakta Global Bond Danantara:

Tingkat Imbal Hasil

Penawaran obligasi perdana Danantara Investment Management (DIM) ditetapkan dengan tingkat imbal hasil sebagai berikut:

  • Obligasi tenor 5 tahun senilai USD 750 juta memiliki tingkat imbal hasil sebesar 5,35 persen.
  • Obligasi tenor 10 tahun senilai USD 750 juta memiliki tingkat imbal hasil sebesar 5,95 persen.

Hasil Penetapan Harga

Obligasi tersebut ditetapkan dengan spread yang relatif ketat terhadap kurva obligasi pemerintah (sovereign) Republik Indonesia.

  • Seri 5 tahun ditetapkan pada spread 32 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara Indonesia. Angka tersebut terdiri dari premi 22 basis poin di atas nilai wajar sovereign dan konsesi penerbitan perdana sebesar 10 basis poin.
  • Seri 10 tahun ditetapkan pada spread 34 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara. Spread tersebut terdiri dari premi 24 basis poin di atas nilai wajar sovereign serta konsesi penerbitan perdana sebesar 10 basis poin.

Pencapaian spread yang sangat dekat dengan kurva Republik Indonesia, dengan konsesi penerbitan perdana yang terbatas pada transaksi debut tanpa dukungan kurva eksisting maupun rekam jejak penerbitan sebelumnya, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap profil kredit, tata kelola, dan institusi DIM.

Selain itu, spread DIM terhadap kurva Republik Indonesia dinilai kompetitif dibandingkan penerbit yang berafiliasi dengan sovereign dan telah memiliki rekam jejak panjang di pasar. Kondisi tersebut menunjukkan pengakuan investor terhadap kekuatan kerangka institusional DIM serta keterkaitannya dengan pemerintah Indonesia.

Permintaan Investor dan Alokasi

Minat investor terhadap obligasi global perdana DIM terbilang sangat tinggi. Total peak orderbook gabungan mencapai lebih dari USD 4,6 miliar atau lebih dari tiga kali lipat nilai penerbitan.

Permintaan tersebut berasal dari investor institusi yang tersebar di berbagai kawasan, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika (EMEA), dan Asia.

Seri 5 Tahun

Permintaan investor untuk obligasi tenor 5 tahun membukukan final book lebih dari USD 1,45 miliar yang berasal dari 68 akun investor.

Berdasarkan wilayah:

  • Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA): 41 persen
  • Amerika Serikat: 38 persen
  • Asia: 21 persen

Berdasarkan tipe investor:

  • Manajer Aset/Manajer Dana: 82 persen
  • Asuransi/Dana Pensiun: 10 persen
  • Bank: 7 persen
  • Bank Swasta/Lainnya: 1 persen

Seri 10 Tahun

Permintaan investor untuk obligasi tenor 10 tahun membukukan final book lebih dari USD 1,35 miliar yang berasal dari 63 akun investor.

Berdasarkan wilayah:

  • Amerika Serikat: 52 persen
  • Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA): 31 persen
  • Asia: 17 persen

Berdasarkan tipe investor:

  • Manajer Aset/Manajer Dana: 72 persen
  • Asuransi/Dana Pensiun: 25 persen
  • Bank: 2 persen
  • Bank Swasta/Lainnya: 1 persen

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:00 WIB

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:18 WIB

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor

Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:34 WIB

Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk

Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:14 WIB

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:01 WIB

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:57 WIB

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:42 WIB

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:06 WIB

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:57 WIB

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:41 WIB

IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:35 WIB

Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026

Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:37 WIB