Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati
Menteri Perdagangan Budi Santoso (kiri) bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) berbincang dengan petugas saat meninjau produk UMKM Lokal di dalam gerbong kereta makan KA Argo Sindoro di Stasiun Gambir, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan kesepakatan IEU-CEPA akan membuka akses pasar Uni Eropa bagi produk Indonesia mulai tahun depan.
  • Implementasi perjanjian dagang tersebut memberikan tarif masuk kompetitif bagi produk ekspor nasional serta mendukung daya saing pelaku usaha.
  • Pemerintah menargetkan perluasan pasar global melalui penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan strategis untuk menjaga pertumbuhan kinerja ekspor nasional.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan memastikan akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa akan semakin terbuka setelah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) berhasil disepakati.

Menurut Busan, perjanjian dagang tersebut diharapkan mulai berlaku pada awal tahun depan sehingga berbagai produk ekspor Indonesia dapat menikmati tarif masuk yang jauh lebih kompetitif.

"Dengan Uni Eropa kita sudah menandatangani perjanjian ya, IEU-CEPA. Nanti mudah-mudahan awal tahun depan sudah berjalan, banyak produk kita yang 0 persen ke sana," kata Busan dalam acara Campuspreneur di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang disiarkan melalui YouTube Kemendag, Jumat (12/6/2026).

Ia menilai kesepakatan tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha nasional, termasuk UMKM dan mahasiswa yang ingin terjun ke pasar ekspor.

Hutama Karya fasilitasi UMKM rambah pasar lebih luas [Suara.com]
ilustrasi UMKM. [Suara.com]

Menurutnya, tugas pemerintah tidak hanya membantu promosi produk di luar negeri, tetapi juga membuka akses pasar melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional.

"Jadi ini kesempatan Adik-Adik, kita menyiapkan pasar buat Adik-Adik semua supaya mudah masuk pasar," ujarnya.

Busan menjelaskan setiap negara pada dasarnya berupaya melindungi industri domestiknya dari produk asing. Karena itu, diperlukan perundingan dan kerja sama perdagangan agar hambatan tarif maupun non-tarif dapat dikurangi.

"Karena orang jualan itu tidak hanya promosi saja, tapi orang jualan itu harus membuka akses pasar yang ada di negara sana. Semua negara ingin melindungi industrinya dari pasar asing," katanya.

Oleh sebab itu, pemerintah terus mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian dagang dengan sejumlah negara dan kawasan ekonomi dunia.

baca juga

"Salah satu cara yang kita lakukan adalah bagaimana kita membuka pasar dengan perjanjian dagang," ucap Budi.

Selain IEU-CEPA, Indonesia juga berhasil menyelesaikan sejumlah perundingan perdagangan strategis lainnya dalam setahun terakhir.

"Tahun ini sudah selesai Indonesia-Kanada CEPA, I-EU CEPA, kemudian ART, kemudian EAEU, kemudian dengan Peru sudah selesai. Kemudian yang terakhir dengan Tunisia juga udah selesai," kata dia.

Budi menyebut pemerintah saat ini telah memiliki 20 perjanjian dagang yang sudah diimplementasikan. Selain itu, terdapat sejumlah kesepakatan lain yang masih menunggu proses ratifikasi maupun negosiasi lanjutan.

"Kita sudah mempunyai 20 perjanjian dagang yang sudah implementasi. Yang 15-nya sekarang tinggal ratifikasi, yang 11 proses negosiasi," tuturnya.

Ia berharap semakin banyaknya perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia dapat mempermudah produk nasional menembus pasar global sekaligus meningkatkan daya saing ekspor.

Busan menyebut, pembukaan akses pasar menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekspor nasional di tengah kondisi perdagangan dunia yang masih penuh tantangan.

Sebelumnya, Budi mengungkapkan kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari-April 2026 masih tumbuh positif dan neraca perdagangan terus mencatatkan surplus meski dunia tengah menghadapi ketidakpastian akibat perang dagang dan konflik geopolitik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:27 WIB

DJP Klaim Aturan Baru PPh Final Bikin UMKM Naik Kelas, Bukan Bebani Administrasi Pajak

DJP Klaim Aturan Baru PPh Final Bikin UMKM Naik Kelas, Bukan Bebani Administrasi Pajak

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:47 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Urus Ekspor RI Tahun Depan, Bagaimana Nasib Bea Cukai?

Danantara Sumberdaya Indonesia Urus Ekspor RI Tahun Depan, Bagaimana Nasib Bea Cukai?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:09 WIB

Terkini

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:00 WIB

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

×