Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
(dari kiri ke kanan) Jajaran Direksi PT Arkadia Digital Media Tbk, Komisaris Independen Ariyo Ali Suprapto, Komisaris Iwa Sukresno Karunia, Komisaris Utama Stephen Kurniawan, Direktur Utama Suwarjono dan Direktur Popi Puspitasari foto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kimaya Hotel Jakarta, Jumat (12/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • DIGI kantongi 6 strategi baru untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis.
  • Aura Research dan layanan AI jadi motor ekspansi baru Perseroan.
  • Belanja iklan digital dan kolaborasi global dorong optimisme DIGI.

Suara.com - PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) semakin percaya diri menghadapi prospek bisnis ke depan. Di tengah dinamika industri media digital yang terus berubah, perusahaan mengungkapkan enam faktor utama yang diyakini bakal menjadi mesin pertumbuhan baru dan mendorong kenaikan kinerja secara signifikan.

Optimisme itu disampaikan Direktur Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Suwarjono, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Kimaya, Slipi, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Kepercayaan diri manajemen bukan tanpa alasan. DIGI baru saja membukukan laba bersih Rp 1,763 miliar sepanjang 2025, naik 45,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,215 miliar.

Menurut Suwarjono, capaian tersebut menunjukkan model bisnis perusahaan tetap tangguh meski industri media menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan terhadap pendapatan.

"Selain itu, ada setidaknya enam faktor yang membuat manajemen optimistis bisnis Perseroan akan naik signifikan," ujar Suwarjono.

Faktor pertama adalah pengembangan program-program baru berbasis ekosistem media, komunitas, dan media sosial. DIGI saat ini semakin aktif menggandeng berbagai pihak, mulai dari komunitas, lembaga swasta, pemerintah hingga sponsor untuk menggelar workshop, festival, event, dan berbagai kegiatan lainnya.

Kedua, meningkatnya kerja sama dengan platform digital global seperti Google, Meta, platform artificial intelligence (AI), hingga mesin pencari yang dinilai kembali menunjukkan tren positif.

Ketiga, kenaikan anggaran belanja iklan media yang masih terus tumbuh. Menurut manajemen, pertumbuhan belanja iklan tersebut membuka peluang lebih besar bagi perusahaan media untuk meningkatkan pendapatan, baik melalui kanal media konvensional maupun media sosial.

Keempat, pengembangan layanan terbaru Aura Research yang mengandalkan teknologi AI dan analisis data. Produk yang resmi diluncurkan pada Maret 2026 itu dirancang untuk membantu kebutuhan riset, pemetaan isu, hingga penyusunan strategi berbasis data.

baca juga

"Aura ini dapat digunakan baik oleh internal perusahaan maupun pihak eksternal, termasuk mitra dan klien yang membutuhkan layanan riset dan solusi strategis berbasis data," kata Suwarjono.

Faktor kelima adalah penguatan bisnis media sosial berbasis jaringan media lokal, influencer, hingga content creator. Langkah ini dilakukan untuk menangkap peluang pertumbuhan konsumsi konten digital yang semakin besar di berbagai platform.

Sementara faktor keenam adalah pengembangan dan orkestrasi komunitas yang telah dibangun perusahaan. Komunitas tersebut mencakup content creator, influencer, key opinion leader (KOL), media lokal, UMKM, kampus, mahasiswa, hingga berbagai komunitas dengan segmentasi khusus.

Direktur Utama Suwarjono saat menyampaikan Paparan Publik di Kimaya Hotel Jakarta, Jumat (12/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Direktur Utama Suwarjono saat menyampaikan Paparan Publik di Kimaya Hotel Jakarta, Jumat (12/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Tak berhenti di situ, DIGI juga tengah menyiapkan layanan bisnis baru berbasis AI melalui teknologi Generative Engine Optimization (GEO). Teknologi ini dikembangkan sebagai evolusi dari Search Engine Optimization (SEO), dengan fokus pada optimalisasi hasil pencarian berbasis kecerdasan buatan.

Layanan tersebut nantinya memungkinkan klien mendapatkan hasil konten yang lebih relevan melalui proses prompting AI sesuai kebutuhan dan tujuan bisnis masing-masing.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, manajemen meyakini DIGI memiliki ruang pertumbuhan yang masih terbuka lebar, terutama di tengah meningkatnya penggunaan AI, pertumbuhan ekonomi kreatif digital, serta tren belanja iklan yang terus bergerak ke platform digital.

"Kami optimistis peluang ini dapat dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan," tutup Suwarjono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit

Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:02 WIB

Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo

Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 18:00 WIB

Komdigi Libatkan 3 Operator Seluler Lacak Sinyal HP Korban Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda

Komdigi Libatkan 3 Operator Seluler Lacak Sinyal HP Korban Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 17:52 WIB

Titik Terang Pencarian: Sinyal Terakhir 5 Jurnalis Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi

Titik Terang Pencarian: Sinyal Terakhir 5 Jurnalis Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 17:39 WIB

Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar

Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar

Lampung | Sabtu, 12 September 2026 | 17:36 WIB

Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan

Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 17:30 WIB

TransJakarta Bantah Sopir Ugal-ugalan: CCTV Ungkap Pemotor Potong Jalur!

TransJakarta Bantah Sopir Ugal-ugalan: CCTV Ungkap Pemotor Potong Jalur!

News | Sabtu, 12 September 2026 | 17:30 WIB

Hasil Super League: Persija Menang Dramatis atas Persib di Stadion GBK

Hasil Super League: Persija Menang Dramatis atas Persib di Stadion GBK

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 17:27 WIB

Motif Pengeroyokan Bambang Terungkap! Tersangka Ngaku Kesal Mata Pencaharian Terganggu Kericuhan

Motif Pengeroyokan Bambang Terungkap! Tersangka Ngaku Kesal Mata Pencaharian Terganggu Kericuhan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 17:26 WIB

Riset Ilmuwan Menemukan Formula Protein Baru Penawar Bisa Ular Derik

Riset Ilmuwan Menemukan Formula Protein Baru Penawar Bisa Ular Derik

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 17:25 WIB

×