Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
(dari kiri ke kanan) Jajaran Direksi PT Arkadia Digital Media Tbk, Komisaris Independen Ariyo Ali Suprapto, Komisaris Iwa Sukresno Karunia, Komisaris Utama Stephen Kurniawan, Direktur Utama Suwarjono dan Direktur Popi Puspitasari foto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kimaya Hotel Jakarta, Jumat (12/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • DIGI kantongi 6 strategi baru untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis.
  • Aura Research dan layanan AI jadi motor ekspansi baru Perseroan.
  • Belanja iklan digital dan kolaborasi global dorong optimisme DIGI.

Suara.com - PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) semakin percaya diri menghadapi prospek bisnis ke depan. Di tengah dinamika industri media digital yang terus berubah, perusahaan mengungkapkan enam faktor utama yang diyakini bakal menjadi mesin pertumbuhan baru dan mendorong kenaikan kinerja secara signifikan.

Optimisme itu disampaikan Direktur Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Suwarjono, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Kimaya, Slipi, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Kepercayaan diri manajemen bukan tanpa alasan. DIGI baru saja membukukan laba bersih Rp 1,763 miliar sepanjang 2025, naik 45,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,215 miliar.

Menurut Suwarjono, capaian tersebut menunjukkan model bisnis perusahaan tetap tangguh meski industri media menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan terhadap pendapatan.

"Selain itu, ada setidaknya enam faktor yang membuat manajemen optimistis bisnis Perseroan akan naik signifikan," ujar Suwarjono.

Faktor pertama adalah pengembangan program-program baru berbasis ekosistem media, komunitas, dan media sosial. DIGI saat ini semakin aktif menggandeng berbagai pihak, mulai dari komunitas, lembaga swasta, pemerintah hingga sponsor untuk menggelar workshop, festival, event, dan berbagai kegiatan lainnya.

Kedua, meningkatnya kerja sama dengan platform digital global seperti Google, Meta, platform artificial intelligence (AI), hingga mesin pencari yang dinilai kembali menunjukkan tren positif.

Ketiga, kenaikan anggaran belanja iklan media yang masih terus tumbuh. Menurut manajemen, pertumbuhan belanja iklan tersebut membuka peluang lebih besar bagi perusahaan media untuk meningkatkan pendapatan, baik melalui kanal media konvensional maupun media sosial.

Keempat, pengembangan layanan terbaru Aura Research yang mengandalkan teknologi AI dan analisis data. Produk yang resmi diluncurkan pada Maret 2026 itu dirancang untuk membantu kebutuhan riset, pemetaan isu, hingga penyusunan strategi berbasis data.

"Aura ini dapat digunakan baik oleh internal perusahaan maupun pihak eksternal, termasuk mitra dan klien yang membutuhkan layanan riset dan solusi strategis berbasis data," kata Suwarjono.

Faktor kelima adalah penguatan bisnis media sosial berbasis jaringan media lokal, influencer, hingga content creator. Langkah ini dilakukan untuk menangkap peluang pertumbuhan konsumsi konten digital yang semakin besar di berbagai platform.

Sementara faktor keenam adalah pengembangan dan orkestrasi komunitas yang telah dibangun perusahaan. Komunitas tersebut mencakup content creator, influencer, key opinion leader (KOL), media lokal, UMKM, kampus, mahasiswa, hingga berbagai komunitas dengan segmentasi khusus.

Direktur Utama Suwarjono saat menyampaikan Paparan Publik di Kimaya Hotel Jakarta, Jumat (12/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Direktur Utama Suwarjono saat menyampaikan Paparan Publik di Kimaya Hotel Jakarta, Jumat (12/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Tak berhenti di situ, DIGI juga tengah menyiapkan layanan bisnis baru berbasis AI melalui teknologi Generative Engine Optimization (GEO). Teknologi ini dikembangkan sebagai evolusi dari Search Engine Optimization (SEO), dengan fokus pada optimalisasi hasil pencarian berbasis kecerdasan buatan.

Layanan tersebut nantinya memungkinkan klien mendapatkan hasil konten yang lebih relevan melalui proses prompting AI sesuai kebutuhan dan tujuan bisnis masing-masing.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, manajemen meyakini DIGI memiliki ruang pertumbuhan yang masih terbuka lebar, terutama di tengah meningkatnya penggunaan AI, pertumbuhan ekonomi kreatif digital, serta tren belanja iklan yang terus bergerak ke platform digital.

"Kami optimistis peluang ini dapat dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan," tutup Suwarjono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:33 WIB

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Hampir 30 Tahun Negosiasi, Perjanjian Dagang RI-AS Tak Kunjung Rampung

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:27 WIB