Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
(dari kiri ke kanan) Jajaran Direksi PT Arkadia Digital Media Tbk, Komisaris Independen Ariyo Ali Suprapto, Komisaris Iwa Sukresno Karunia, Komisaris Utama Stephen Kurniawan, Direktur Utama Suwarjono dan Direktur Popi Puspitasari foto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kimaya Hotel Jakarta, Jumat (12/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • DIGI kantongi 6 strategi baru untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis.
  • Aura Research dan layanan AI jadi motor ekspansi baru Perseroan.
  • Belanja iklan digital dan kolaborasi global dorong optimisme DIGI.

Suara.com - PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) semakin percaya diri menghadapi prospek bisnis ke depan. Di tengah dinamika industri media digital yang terus berubah, perusahaan mengungkapkan enam faktor utama yang diyakini bakal menjadi mesin pertumbuhan baru dan mendorong kenaikan kinerja secara signifikan.

Optimisme itu disampaikan Direktur Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Suwarjono, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Kimaya, Slipi, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Kepercayaan diri manajemen bukan tanpa alasan. DIGI baru saja membukukan laba bersih Rp 1,763 miliar sepanjang 2025, naik 45,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,215 miliar.

Menurut Suwarjono, capaian tersebut menunjukkan model bisnis perusahaan tetap tangguh meski industri media menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan terhadap pendapatan.

"Selain itu, ada setidaknya enam faktor yang membuat manajemen optimistis bisnis Perseroan akan naik signifikan," ujar Suwarjono.

Faktor pertama adalah pengembangan program-program baru berbasis ekosistem media, komunitas, dan media sosial. DIGI saat ini semakin aktif menggandeng berbagai pihak, mulai dari komunitas, lembaga swasta, pemerintah hingga sponsor untuk menggelar workshop, festival, event, dan berbagai kegiatan lainnya.

Kedua, meningkatnya kerja sama dengan platform digital global seperti Google, Meta, platform artificial intelligence (AI), hingga mesin pencari yang dinilai kembali menunjukkan tren positif.

Ketiga, kenaikan anggaran belanja iklan media yang masih terus tumbuh. Menurut manajemen, pertumbuhan belanja iklan tersebut membuka peluang lebih besar bagi perusahaan media untuk meningkatkan pendapatan, baik melalui kanal media konvensional maupun media sosial.

Keempat, pengembangan layanan terbaru Aura Research yang mengandalkan teknologi AI dan analisis data. Produk yang resmi diluncurkan pada Maret 2026 itu dirancang untuk membantu kebutuhan riset, pemetaan isu, hingga penyusunan strategi berbasis data.

baca juga

"Aura ini dapat digunakan baik oleh internal perusahaan maupun pihak eksternal, termasuk mitra dan klien yang membutuhkan layanan riset dan solusi strategis berbasis data," kata Suwarjono.

Faktor kelima adalah penguatan bisnis media sosial berbasis jaringan media lokal, influencer, hingga content creator. Langkah ini dilakukan untuk menangkap peluang pertumbuhan konsumsi konten digital yang semakin besar di berbagai platform.

Sementara faktor keenam adalah pengembangan dan orkestrasi komunitas yang telah dibangun perusahaan. Komunitas tersebut mencakup content creator, influencer, key opinion leader (KOL), media lokal, UMKM, kampus, mahasiswa, hingga berbagai komunitas dengan segmentasi khusus.

Direktur Utama Suwarjono saat menyampaikan Paparan Publik di Kimaya Hotel Jakarta, Jumat (12/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Direktur Utama Suwarjono saat menyampaikan Paparan Publik di Kimaya Hotel Jakarta, Jumat (12/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Tak berhenti di situ, DIGI juga tengah menyiapkan layanan bisnis baru berbasis AI melalui teknologi Generative Engine Optimization (GEO). Teknologi ini dikembangkan sebagai evolusi dari Search Engine Optimization (SEO), dengan fokus pada optimalisasi hasil pencarian berbasis kecerdasan buatan.

Layanan tersebut nantinya memungkinkan klien mendapatkan hasil konten yang lebih relevan melalui proses prompting AI sesuai kebutuhan dan tujuan bisnis masing-masing.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, manajemen meyakini DIGI memiliki ruang pertumbuhan yang masih terbuka lebar, terutama di tengah meningkatnya penggunaan AI, pertumbuhan ekonomi kreatif digital, serta tren belanja iklan yang terus bergerak ke platform digital.

"Kami optimistis peluang ini dapat dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan," tutup Suwarjono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU

Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:04 WIB

BRI Raih Predikat Kontributor Pajak Terbesar di Sektor Keuangan, Bersinergi dengan Danantara

BRI Raih Predikat Kontributor Pajak Terbesar di Sektor Keuangan, Bersinergi dengan Danantara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:52 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:35 WIB

Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen

Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 09:28 WIB

IHSG Sempat Tembus 6.057 Tapi Berbalik Turun, Saham RANS Mulai Dijual

IHSG Sempat Tembus 6.057 Tapi Berbalik Turun, Saham RANS Mulai Dijual

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 09:17 WIB

Persaingan Bisnis Semakin Sengit, Lion Parcel Bidik Seller Marketplace Lewat Toco

Persaingan Bisnis Semakin Sengit, Lion Parcel Bidik Seller Marketplace Lewat Toco

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:59 WIB

IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan

IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:58 WIB

Peringkat Utang Indonesia Tetap Stabil, Bos BI Beri Sinyal Ekonomi Makin Kuat

Peringkat Utang Indonesia Tetap Stabil, Bos BI Beri Sinyal Ekonomi Makin Kuat

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:48 WIB

AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel

AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:47 WIB

×