Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
Ilustrasi pesawat (pixabay)
baca 10 detik
  • Alvin Lie mengkritik kebijakan pengenaan PPN pada tiket pesawat domestik karena dianggap sebagai anomali sistem perpajakan.
  • Ketimpangan terjadi karena moda transportasi darat dan laut serta penerbangan internasional tidak dikenakan pajak serupa.
  • Penghapusan PPN tiket domestik diproyeksikan menurunkan harga bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas nasional.

Suara.com - Pengamat industri penerbangan nasional, Alvin Lie, memberikan catatan kritis terhadap struktur pembiayaan industri aviasi di Indonesia.

Ia menilai pengenaan instrumen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada komponen tiket pesawat untuk rute domestik merupakan sebuah bentuk anomali yang nyata di dalam sistem perpajakan sektor transportasi udara nasional.

Alvin menjabarkan draf perbandingan regulasi tersebut dengan memandangnya dari dua sudut pandang berbeda, yaitu regulasi pada penerbangan rute internasional serta kebijakan fiskal pada moda angkutan massal darat maupun laut yang terbebas dari beban PPN untuk layanan penumpang.

"Harga tiket domestik dikenakan PPN ini anomali karena keluar negeri tidak dipungut PPN, kenapa di dalam negeri dipungut PPN?" tutur Alvin Lie saat memaparkan analisisnya kepada awak media.

Ketimpangan Regulasi Pajak Lintas Moda Transportasi

Lebih lanjut, Alvin menggarisbawahi adanya ketimpangan perlakuan fiskal yang dirasakan oleh industri penerbangan jika disandingkan dengan moda transportasi umum berbasis rel atau jalan raya.

Menurutnya, pembebasan pajak yang dinikmati kendaraan angkutan umum lain menciptakan iklim persaingan yang kurang berimbang.

Ia mencontohkan bahwa draf operasional layanan kereta api eksekutif kelas tertinggi maupun armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan fasilitas paling premium sama sekali tidak dibebani oleh PPN.

Padahal, dari segi nominal, draf tarif tiket transportasi darat kelas super-mewah tersebut kerap kali sudah mendekati batas harga tiket pesawat maskapai berbiaya rendah (Low-Cost Carrier/LCC).

baca juga

"Transportasi publik lainnya tidak dipungut PPN. Bahkan kereta yang paling mewah, bus yang paling mewah pun yang harga tiketnya mendekati harga tiket pesawat kelas ekonomi LCC itu juga tidak dipungut PPN. Jadi kenapa tiket pesawat dipungut PPN?" papar Alvin mempertanyakan konsistensi kebijakan tersebut.

Kondisi ketimpangan ini, menurut analisis Alvin, menjadi sinyal kuat bagi otoritas keuangan negara untuk segera melakukan draf peninjauan ulang terhadap peta jalan perpajakan di kluster kedirgantaraan. Evaluasi menyeluruh dinilai mendesak agar mampu melahirkan atmosfer persaingan usaha yang lebih adil dan setara bagi seluruh penyedia jasa transportasi publik.

Alvin meyakini, apabila draf PPN tiket pesawat domestik ini dapat direduksi atau dihapuskan, harga akhir yang dibayarkan masyarakat akan menjadi jauh lebih ekonomis. Struktur tarif yang kompetitif tersebut diproyeksikan bakal memicu lonjakan volume pergerakan penumpang udara secara nasional.

Pertumbuhan aktivitas penerbangan sipil ini dipastikan akan membawa dampak rambatan positif (multiplier effect) secara vertikal dan horizontal terhadap lini bisnis turunan, seperti:

  • Sektor pariwisata daerah dan perhotelan
  • Industri kuliner dan jasa logistik nasional
  • Penguatan pasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Di samping itu, kelancaran arus mobilitas penduduk antarpulau juga dianalisis mampu memperkokoh fondasi perdagangan domestik, mempermudah draf ekspansi investasi, serta mempercepat distribusi tenaga kerja ahli ke berbagai wilayah pelosok tanah air.

Oleh sebab itu, Alvin menegaskan bahwa kebijakan fiskal di bidang perhubungan semestinya ditempatkan sebagai stimulus utama untuk mendorong efisiensi global serta memperkuat daya saing makroekonomi industri transportasi domestik.

Ia meminta pemerintah tidak sekadar melihat tiket pesawat sebagai komoditas tersier, melainkan infrastruktur konektivitas nasional yang vital.

"Yang dibutuhkan di sini adalah niat politik dari pemerintah, apakah mau mendorong agar industri transportasi Indonesia ini jadi lebih efisien, lebih terjangkau dan tentunya nanti lebih berkembang," pungkas Alvin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dinilai Tingkatkan Mobilitas dan Perkuat Perekonomian Nasional

Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dinilai Tingkatkan Mobilitas dan Perkuat Perekonomian Nasional

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:05 WIB

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:10 WIB

Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?

Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:52 WIB

Full Surcharge Resmi Naik hingga 50%, Warganet Mulai Menangis Lihat Harga Tiket Pesawat

Full Surcharge Resmi Naik hingga 50%, Warganet Mulai Menangis Lihat Harga Tiket Pesawat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:36 WIB

Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen

Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:38 WIB

Terkini

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:16 WIB

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:06 WIB

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:01 WIB

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

×