Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

M Nurhadi

Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
Sejumlah mahasiswa yang hendak mengikuti aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, diadang aparat gabungan TNI-Polri di depan Menara BCA, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (12/6/2026). [Suara.com/Faqih]
baca 10 detik
  • Kementerian Pertahanan memerintahkan 500 anggota Komcad ASN mengikuti apel siaga di Jakarta pada 12 Juni 2026.
  • Pelibatan TNI dan Komcad dalam pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa memicu kritik keras dari koalisi masyarakat sipil.
  • Regulasi membatasi pengerahan Komcad hanya untuk kondisi darurat militer, perang, penanggulangan bencana, atau tugas kemanusiaan internasional.

Suara.com - Publik belakangan digegerkan oleh isu pelibatan Komponen Cadangan (Komcad) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengamankan jalannya aksi demonstrasi mahasiswa di sejumlah titik strategis di Jakarta yang berlangsung pada Kamis dan Jumat kemarin.

Pengerahan kekuatan pertahanan ini langsung memicu gelombang kritik dari koalisi masyarakat sipil. Perwakilan koalisi sekaligus Direktur Eksekutif Democratic Judicial Reform (De Jure), Bhatara Ibnu Reza, menilai langkah pelibatan ini merupakan kebijakan yang keliru.

Menurutnya, pengerahan tersebut menimbulkan persoalan serius serta bias terkait arah dan fungsi penggunaan Komcad dalam sistem pertahanan negara.

Berdasarkan data yang dihimpun, polemik ini mencuat setelah Kementerian Pertahanan menerbitkan Surat Nomor B/752/VI/2026/BACADNAS tertanggal 11 Juni 2026. Surat tersebut berisi perintah kepada sekitar 500 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah tergabung dalam Komponen Cadangan untuk menghadiri Apel Siaga Komcad di Kantor Kementerian Pertahanan pada 12 Juni 2026, bertepatan dengan eskalasi aksi massa.

Di lapangan, pembatasan ketat juga terjadi. Personel gabungan polisi dan TNI melakukan blokade perimeter untuk menahan laju massa aksi mahasiswa yang hendak menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Untuk menghindari tumpang tindih fungsi keamanan dalam negeri, regulasi telah mengatur ketat kedudukan Komcad.

Komponen Cadangan adalah pasukan cadangan militer Indonesia yang terdiri dari warga sipil yang telah dilatih dasar militer untuk memperkuat komponen utama pertahanan negara, yaitu TNI.

Program yang diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2019 ini memiliki beberapa regulasi penting yang melandasinya:

  • Bukan Wajib Militer: Keikutsertaan masyarakat dalam Komcad bersifat sukarela. Setelah dinyatakan lulus melalui tahapan seleksi dan pelatihan dasar militer, anggota akan kembali ke profesi sipil mereka masing-masing seperti semula. Pendaftarannya terbuka bagi ASN, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
  • Fungsi dan Syarat Tugas: Sesuai undang-undang, Komcad hanya dapat dimobilisasi oleh Presiden atas persetujuan DPR RI dalam kondisi darurat militer atau negara dalam keadaan perang. Di luar itu, mereka hanya dapat dikerahkan untuk penanggulangan bencana alam atau tugas kemanusiaan internasional lainnya.
  • Pelatihan dan Pangkat: Calon anggota wajib mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) selama beberapa bulan. Selama masa aktif bertugas (jika dimobilisasi resmi), anggota akan diberikan pangkat yang mengacu pada golongan pangkat di tubuh TNI.

Gaji dan Fasilitas Komcad

baca juga

Terkait kesejahteraan personel, muncul pertanyaan di tengah publik mengenai sistem pengupahan anggota Komcad. Pada prinsipnya, anggota Komcad tidak menerima gaji bulanan layaknya prajurit TNI aktif atau pegawai tetap pada saat mereka berada dalam masa non-aktif (kembali ke profesi sipil).

Namun, negara memberikan sejumlah kompensasi dan jaminan penuh selama masa penugasan resmi:

  • Hak Selama Masa Pelatihan & Tugas Aktif: Anggota berhak mendapatkan uang saku, tunjangan operasi, rawatan kesehatan, jaminan keselamatan kerja, perlengkapan perseorangan lapangan, serta jaminan asuransi.
  • Kondisi Darurat Militer: Jika negara dalam keadaan darurat dan anggota dipanggil untuk bertugas aktif secara resmi, mereka akan menerima pemenuhan gaji serta tunjangan operasi militer yang haknya setara dengan prajurit TNI aktif.
  • Program Khusus (Komcad SPPI): Bagi personel yang masuk lewat jalur Komcad Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia yang ditugaskan khusus oleh negara, skema penghasilannya akan disesuaikan dengan standar gaji ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
     

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:55 WIB

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:47 WIB

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:21 WIB

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:58 WIB

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:00 WIB

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:05 WIB

Terkini

Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak

Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Tes Kejujuran Polisi, Mahasiswa Selipkan Uang ke Barikade Aparat, Duit Rp 50 Ribu Disikat

Tes Kejujuran Polisi, Mahasiswa Selipkan Uang ke Barikade Aparat, Duit Rp 50 Ribu Disikat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun

Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Kapal Perempuan Soroti Aparat Belum Terapkan UU TPKS Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan Soroti Aparat Belum Terapkan UU TPKS Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:41 WIB

×