Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

M Nurhadi

Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
PM Malaysia Anwar Ibrahim (Instagram/anwaribrahim_my)
  • Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengapresiasi konsep ekonomi kerakyatan Bung Hatta dalam Rapat Umum Tahunan KOPROJAYA di Putrajaya, Minggu (14/6/2026).
  • Anwar menegaskan koperasi berfungsi memperkuat basis ekonomi masyarakat untuk menciptakan distribusi keuntungan merata dan mencegah monopoli segelintir elite.
  • Pemerintah Malaysia berkomitmen memastikan seluruh pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi harus terdistribusi secara inklusif guna mencapai keadilan sosial.

Suara.com - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memberikan apresiasi mendalam terhadap konsep ekonomi kerakyatan yang digagas oleh tokoh proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta.

Pola pikir tokoh yang karib disapa Bung Hatta tersebut diangkat Anwar saat menghadiri agenda Rapat Umum Tahunan ke-10 Koperasi Profesional Putrajaya Berhad (KOPROJAYA) di Putrajaya, Malaysia, pada Minggu (14/6/2026).

KOPROJAYA sendiri merupakan badan koperasi profesional muda yang bergerak di bawah sektor pelayanan publik Malaysia. Di hadapan para anggota, Anwar menegaskan bahwa sebuah gerakan koperasi harus dipandang dari kacamata yang lebih luas, melintasi batas sekadar mengejar keuntungan materiil ataupun pembagian dividen tahunan.

Menurut Anwar, esensi fundamental dari koperasi adalah mewujudkan ide besar berupa penguatan basis ekonomi masyarakat. Melalui keterlibatan publik secara masif, koperasi mampu menciptakan distribusi keuntungan yang jauh lebih merata, berkebalikan dengan sistem kapitalistik di mana aset kekayaan cenderung dimonopoli oleh segelintir kelompok bermodal besar dan berkuasa.

Lebih lanjut, Anwar menjelaskan bahwa dari rahim koperasi inilah lahir diskursus mendalam mengenai keadilan sosial serta demokrasi sosial.

Baginya, esensi demokrasi yang hakiki tidak melulu berkutat pada panggung perebutan kekuasaan politik, melainkan bagaimana negara mampu membuka akses bagi masyarakat kelas bawah untuk terlibat aktif dalam sirkulasi ekonomi dan menikmati kue pembangunan nasional.

Dalam konteks inilah Anwar mengaitkannya dengan visi historis Bung Hatta di Indonesia, yang meletakkan koperasi sebagai sokoguru atau tiang utama perekonomian negara.

"Karena itulah Bung Hatta di Indonesia memandang koperasi sebagai sarana penting untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadilan sosial," ungkap Anwar Ibrahim.

Ia menambahkan, Bung Hatta memiliki keyakinan teguh bahwa masa depan sebuah bangsa yang merdeka tidak boleh ditopang oleh eksploitasi kekayaan oleh segelintir elite. Kemerdekaan ekonomi sejati harus berdiri di atas partisipasi aktif masyarakat luas dalam roda perekonomian.

Menutup pemaparannya, Anwar menegaskan komitmen kabinet pemerintahannya yang kini tengah gencar memacu pertumbuhan ekonomi, menarik investasi asing, serta menavigasi sektor-sektor masa depan seperti pengembangan kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, hingga agenda transisi energi.

Kendati demikian, seluruh lompatan teknologi dan ekonomi tersebut dianggap sia-sia jika hasilnya tidak terdistribusi secara inklusif kepada rakyat banyak.

Anwar mengingatkan bahwa definisi keadilan bukan berarti menyamaratakan segala hal untuk setiap individu tanpa indikator yang jelas. Keadilan yang sesungguhnya adalah menjamin setiap warga negara mendapatkan ruang dan kesempatan yang proporsional sesuai dengan kapasitas, kebutuhan, serta kondisi riil masing-masing.

"Inilah yang dimaksud dengan keadilan sosial dan adil wal ihsan – memastikan kemajuan negara menjunjung martabat manusia serta membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat," pungkas Anwar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Perlu Terbang ke Malaysia, Cicipi Autentiknya Nasi Lemak hingga Char Kway Teow di Jakarta!

Tak Perlu Terbang ke Malaysia, Cicipi Autentiknya Nasi Lemak hingga Char Kway Teow di Jakarta!

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:59 WIB

Viral Mahasiswa Indonesia di Malaysia: Dikasihani Warga Lokal Hanya karena Makan Satu Es Krim Berdua

Viral Mahasiswa Indonesia di Malaysia: Dikasihani Warga Lokal Hanya karena Makan Satu Es Krim Berdua

Entertainment | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:16 WIB

Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit

Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:35 WIB

Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia

Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:36 WIB

Piala AFF 2026: Malaysia Tiru Langkah Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Sebelum Dipecat PSSI

Piala AFF 2026: Malaysia Tiru Langkah Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Sebelum Dipecat PSSI

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:37 WIB

Calon Lawan Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Thailand Hajar Malaysia

Calon Lawan Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Thailand Hajar Malaysia

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:22 WIB

Terkini

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:40 WIB

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:39 WIB

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:55 WIB