- IHSG naik 7,38 persen mencapai level 6.007 poin pada akhir pekan setelah investor domestik menyerap aksi jual asing.
- Investor mancanegara mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp6,08 triliun selama sepekan, terutama pada saham sektor perbankan big caps.
- Lompatan IHSG mencerminkan ketangguhan ekonomi nasional serta sentimen positif meredanya tensi geopolitik di pasar ekuitas kawasan Asia.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan melesat tajam hingga 7,38 persen dan sukses mendarat di zona psikologis baru pada level 6.007 poin pada akhir pekan kemarin.
Apresiasi pertumbuhan indeks ini terhitung berjalan sangat agresif, membalikkan kekhawatiran pasar di tengah gempuran aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan oleh pemegang modal global secara masif.
Dalam rentang waktu satu pekan, investor mancanegara membukukan net sell kumulatif dengan estimasi mencapai Rp6,08 triliun di seluruh papan perdagangan.
Aksi lepas portofolio ini kian memperpanjang draf akumulasi penjualan bersih asing sejak awal periode tahun 2026 yang secara agregat telah menyentuh angka Rp78,3 triliun.
Kendati modal asing keluar dalam jumlah fantastis, laju pertumbuhan IHSG yang tetap mendaki membuktikan kekuatan likuiditas dari kelompok investor domestik. Para pelaku pasar lokal dinilai sangat kokoh dan responsif dalam menyerap tekanan jual eksternal tersebut.
Saham-saham Paling Banyak Dijual Asing
Sektor finansial bertingkat kapitalisasi besar (big caps) yang menjadi pilar indeks justru menjadi target utama pelepasan aset oleh pemodal global:
Saham BBRI menduduki posisi puncak sebagai instrumen yang paling banyak dilepas oleh asing. Nilai divestasi harian pada saham ini menyentuh Rp1,92 triliun, atau setara dengan porsi 31 persen dari total net sell pasar sepekan. Rangkaian distribusi pelepasan saham ini dimotori oleh sejumlah korporasi sekuritas global, antara lain:
- UBS Sekuritas (AK): Rp543,6 miliar
- Macquarie Sekuritas (RX): Rp455,9 miliar
- Maybank Sekuritas (ZP): Rp446,3 milar
- CLSA Sekuritas (KZ): Rp398,2 miliar
- JP Morgan Sekuritas (BK): Rp207,2 miliar
Berdasarkan draf rujukan data pergerakan, entitas institusi global yang belakangan terdeteksi mengambil posisi jual pada BBRI meliputi Brown Advisory, Principal Global Investors, serta J.P. Morgan Investment Management.
Berada di urutan kedua, saham BMRI mencatatkan net sell asing senilai Rp503,29 miliar. Tekanan jual dominan disalurkan melalui dua perantara, yakni UBS Sekuritas (AK) sebesar Rp511 miliar dan JP Morgan Sekuritas (BK) senilai Rp355 miliar.
Menariknya, terjadi draf perlawanan beli dari broker CGS Sekuritas (YU) dan Macquarie Sekuritas yang masing-masing justru mengoleksi BMRI senilai Rp495 miliar dan Rp241 milar.
Sebagai saham dengan bobot indeks yang besar, BBCA juga tidak luput dari draf tekanan. Fluktuasi perdagangan sempat membawa harga BBCA menyentuh area terendah dalam beberapa tahun terakhir di bawah level Rp5.000 akibat aksi jual agresif dari UBS Sekuritas (AK) yang mencapai Rp2,2 triliun.
Berdasarkan analisis data, lembaga pengelola dana seperti Capital Research and Management Company (Capital Group) dan Fidelity Management & Research Company (Fidelity Investment) tercatat mengurangi kepemilikan mereka.
Namun, koreksi dalam tersebut langsung dimanfaatkan oleh sebagian asing lainnya serta kekuatan modal domestik untuk melakukan akumulasi beli (buy on weakness). Investor seperti Macquarie Sekuritas (RX) mengamankan Rp578,5 miliar dan Verdhana Sekuritas (BB) menyerap Rp432,8 milar.
Dorongan beli balik ini berhasil mengerek harga saham BBCA melonjak hingga 17 persen dalam sepekan hingga kembali mendekati level Rp6.000 per lembar, memangkas nilai net sell neto sepekan menjadi tinggal Rp412,8 miliar.
![Ilustrasi bank BRI Semarang Ahmad Yani. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/17/38286-bank-bri.jpg)
Daftar 10 Saham dengan Tekanan Jual Asing Terbesar (Sepekan)
Berikut rincian draf urutan emiten yang paling banyak dilepas oleh pemegang modal internasional dalam rentang waktu satu pekan perdagangan:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): -Rp1,92 triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): -Rp503,3 miliar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): -Rp412,8... miliar
PT Astra International Tbk (ASII): -Rp382,9 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): -Rp268,3... miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): -Rp264,8... miliar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): -Rp238,0... miliar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): -Rp201,5... miliar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): -Rp164,5... miliar
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM): -Rp149,8... miliar
Meskipun laju transaksi harian diwarnai keluarnya modal asing, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menilai bahwa draf lompatan IHSG ini menjadi sinyalemen positif yang mencerminkan kokohnya tingkat kepercayaan investor terhadap prospek makroekonomi nasional.
Optimisme pasar membuktikan bahwa fondasi ekonomi Indonesia serta kinerja keuangan korporasi nasional dinilai sangat tangguh menghadapi ketidakpastian.
Kekuatan pergerakan pasar domestik ini juga selaras dengan iklim positif yang melanda bursa saham di kawasan regional Asia.
Mengutip draf hasil riset dari BNI Sekuritas, pasar ekuitas Asia mencatatkan rally massal dipicu oleh meredanya tensi geopolitik global. Harapan akan segera ditandatanganinya draf perdamaian antara AS dan Iran berimbas pada kejatuhan harga minyak mentah dan pelemahan indeks dolar AS (greenback) serta yield obligasi pemerintah AS.
Teknikal IHSG (IHSG Technical View)
Pada sesi penutupan perdagangan terakhir, IHSG mencatatkan draf lompatan meyakinkan dengan menguat sebesar 2,07 persen untuk parkir di area 6.007,66. Pergerakan positif ini turut disertai dengan masuknya kembali akumulasi beli bersih asing (net buy) senilai kurang lebih Rp287,77 miliar pada akhir perdagangan harian.
Kombinasi data menunjukkan bahwa deretan emiten yang paling banyak diburu oleh modal asing pada momentum pembalikan arah ini dipimpin oleh BBCA, DSSA, TPIA, AMMN, serta BRMS. Secara teknikal, keberhasilan indeks bertahan di atas ambang psikologis 6.000 membuka peluang konsolidasi lanjutan menuju area resistance berikutnya.
Disclaimer: Analisis mengenai fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), rincian data net sell/net buy korporasi sekuritas, ulasan kinerja saham perbankan big caps, serta proyeksi teknikal pasar modal ini disajikan murni sebagai produk jurnalisme informasi ekonomi-bisnis. Konten ini tidak merepresentasikan draf rekomendasi komersial penjualan atau pembelian saham, jaminan keuntungan investasi, ataupun draf instruksi penempatan modal yang mengikat secara hukum bagi pembaca.