Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

AS - Iran Sepakat Damai: Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Anjlok

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 15 Juni 2026 | 08:48 WIB
AS - Iran Sepakat Damai: Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Anjlok
Ilustrasi gencatan senjata antara AS dan Iran. (Dok. Suara.com)
  • Harga minyak mentah dunia anjlok drastis pada 15 Juni 2026 akibat kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz untuk memulihkan pasokan energi global yang sempat terhenti.
  • Investor kini memantau pemulihan kapasitas produksi minyak serta proses negosiasi lanjutan terkait isu nuklir dalam dua bulan mendatang.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia anjlok ke level terendah sejak Maret pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026.

Penurunan tajam ini dipicu oleh pernyataan resmi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, mengenai tercapainya kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Mengutip dari Reuters, minyak mentah Brent merosot 3,58 dolar AS atau 4,10 persen ke posisi 83,75 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS jatuh 4,01 dolar AS atau 4,72 persen menjadi 80,87 per barel.

Tren negatif ini melanjutkan pelemahan pada hari Jumat pekan lalu di mana kedua kontrak minyak tersebut sudah turun lebih dari 3 persen

Perdana Menteri Pakistan, yang bertindak sebagai mediator konflik, menyatakan bahwa AS dan Iran dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Swiss pada Jumat mendatang.

Presiden Trump juga menegaskan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka secara bebas tanpa biaya, bersamaan dengan dicabutnya blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran memperingatkan bahwa harga minyak dunia akan mencapai 200 dolar AS per barel dalam waktu dekat akibat perang berkepanjangan dengan Amerika Serikat dengan Israel. Foto: Selat Hormuz yang berada di antara Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab. [Google Maps]
Selat Hormuz yang berada di antara Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab. [Google Maps]

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan bahwa draf kesepakatan tersebut mengamanatkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 days di bawah pengaturan otoritas Iran.

"Premi risiko geopolitik yang sebelumnya melambungkan harga minyak mentah kini terkoreksi secara agresif. Pelaku pasar mulai memperhitungkan potensi pulihnya kembali aliran pasokan minyak global," ujar Tim Waterer, Kepala Analis Pasar KCM Trade.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Akibat penutupan jalur ini selama lebih dari tiga bulan akibat perang, pasar global sempat kehilangan jutaan barel pasokan energi.

Kini, perhatian investor tertuju pada seberapa cepat produsen minyak di Timur Tengah dapat memulihkan kapasitas produksi dan ekspor mereka pascakerusakan perang, serta kesiapan kapal-kapal tanker untuk kembali memasuki kawasan tersebut.

Strategis Komoditas Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, menilai pasar berpotensi mengalami kelebihan pasokan (oversupply) kembali seperti sebelum perang jika arus minyak di Selat Hormuz pulih setidaknya 60 persen hingga 70 persen.

Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi bahwa kesepakatan yang lebih komprehensif akan dinegosiasikan selama masa gencatan senjata yang berlangsung 60 hari.

Merespons perkembangan positif ini, blok negara E4 (Inggris, Prancis Jerman, dan Italia) menyatakan kesiapan mereka untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran, dengan syarat Teheran mengambil langkah nyata terkait program nuklirnya.

Kendati demikian, sejumlah analis memperkirakan penurunan harga minyak tidak akan merosot terlalu jauh dalam waktu dekat.

Analis Pasar IG, Tony Sycamore, menyebut faktor ketidakpastian dalam negosiasi lanjutan selama 60 hari ke depan, khususnya terkait isu nuklir, akan menjadi penahan koreksi harga minyak mentah di pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:28 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:34 WIB

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:44 WIB

Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS

Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:22 WIB

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:37 WIB

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:45 WIB

Terkini

BBM di AS Turun Imbas Minyak Dunia Anjlok, Gimana Harga Pertamax?

BBM di AS Turun Imbas Minyak Dunia Anjlok, Gimana Harga Pertamax?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:44 WIB

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juni 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juni 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:29 WIB

BI Bongkar Jamu Kuat yang Bikin Rupiah Perkasa, Bisa Jadi Daya Tarik Investor?

BI Bongkar Jamu Kuat yang Bikin Rupiah Perkasa, Bisa Jadi Daya Tarik Investor?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:13 WIB

Viral Anggota DPRD Sindir Demo, Kekayaannya Disorot Netizen: LHKPN Hanya 99 Juta!

Viral Anggota DPRD Sindir Demo, Kekayaannya Disorot Netizen: LHKPN Hanya 99 Juta!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:10 WIB

Saham-saham BUMN Dilego Asing, Bagaimana Prospeknya Hari Ini?

Saham-saham BUMN Dilego Asing, Bagaimana Prospeknya Hari Ini?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:30 WIB

Harga Minyak Mentah Terjun Bebas ke Level Terendah, Analis: Ekspektasi Oversupply

Harga Minyak Mentah Terjun Bebas ke Level Terendah, Analis: Ekspektasi Oversupply

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:23 WIB

IHSG Diramal Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham yang Cuan untuk Diserok

IHSG Diramal Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham yang Cuan untuk Diserok

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:16 WIB

Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya

Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:06 WIB

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB