Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

M Nurhadi

Kamis, 11 Juni 2026 | 15:37 WIB
Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.991 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026 siang hari.
  • Pelemahan dipicu penguatan dolar AS, konflik di Timur Tengah, serta penurunan daya beli masyarakat di dalam negeri.
  • Bank Indonesia mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan saat rapat dewan gubernur minggu depan guna menstabilkan mata uang.

Suara.com - Laju pemulihan mata uang domestik kembali tertahan oleh kombinasi tekanan eksternal dan melambatnya indikator ekonomi dalam negeri.

Nilai tukar rupiah terpantau terpuruk di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Kamis (11/6/2026) siang, hingga posisinya kembali mendekati ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Kemerosotan ini terjadi di tengah keperkasaan indeks dolar global, eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah, serta rilis data konsumsi rumah tangga yang mengecewakan menjelang rapat kebijakan moneter pekan depan.

Saat laporan ini disusun, kurs Rupiah mencatatkan koreksi sedalam 47 poin atau melemah sekitar 0,26 persen menuju level Rp17.991 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (greenback) merangkak naik tipis 0,02 persen ke posisi 99,96.

Berdasarkan komparasi data dari TradingView, tekanan berat yang melanda rupiah sejalan dengan pergerakan indeks dolar AS yang terus bertahan kokoh di sekitar zona tertingginya dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Jajaran pemegang modal global terpantau kembali memindahkan portofolio mereka ke instrumen aset aman (safe haven). Langkah ini dipicu oleh aksi serangan udara susulan militer AS ke wilayah Iran, yang memperuncing kekhawatiran pelaku pasar atas pecahnya perang skala besar di kawasan Timur Tengah.

Dari dalam negeri, iklim investasi di pasar keuangan kurang menguntungkan akibat dibayangi oleh melambatnya daya beli masyarakat.

Laporan terbaru menunjukkan indikator penjualan ritel Indonesia pada bulan April mengalami kontraksi secara tahunan untuk pertama kalinya dalam setahun belakangan ini.

baca juga

Rapor merah sektor ritel tersebut mempertebal kecemasan analis bahwa kebijakan penyesuaian ke atas pada tarif bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai memberikan dampak negatif yang nyata terhadap kapasitas belanja rumah tangga. 

Kondisi riil ini membuat para pelaku pasar cenderung mengabaikan draf proyeksi jangka panjang yang sempat dirilis oleh Bank Indonesia (BI).

Sebelumnya, bank sentral memperkirakan bahwa kurs rupiah berpeluang menguat dan kembali ke koridor Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada periode tahun depan.

Untuk saat ini, fokus perhatian investor jangka pendek lebih tersedot pada kalkulasi risiko inflasi serta potensi pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif.

Mendekati agenda Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan bergulir pekan depan, Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan pandangannya. Ia mengonfirmasi bahwa bank sentral saat ini masih melakukan evaluasi mendalam terkait perlu tidaknya mengerek kembali suku bunga acuan (BI-Rate).

Sebagai catatan, BI telah mengambil langkah kontraktif dengan menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 75 basis points (bps) sejak bulan Mei lalu untuk membentengi mata uang dari pelarian modal. Kendati demikian, Perry mempertegas bahwa arah kebijakan moneter selanjutnya akan sepenuhnya mengacu pada perkembangan data ekonomi terbaru serta volatilitas di pasar keuangan global.

"Keputusan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi dan kondisi pasar keuangan ke depan," ujar Perry.

Sebagai kilas balik historis, nilai tukar rupiah sempat mencatatkan rekor kelemahan paling ekstrem dalam sejarah menyentuh angka Rp18.049 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, 4 Juni 2026 lalu.

Dalam rentang transaksi harian pada pekan lalu tersebut, pergerakan intraday rupiah bahkan sempat menembus titik terendahnya di kisaran Rp18.029 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan

Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:23 WIB

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:54 WIB

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:56 WIB

The Super Mario Galaxy Movie Tembus 1 Miliar Dolar AS, Pertama di 2026

The Super Mario Galaxy Movie Tembus 1 Miliar Dolar AS, Pertama di 2026

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:25 WIB

Kue Ketan Politik dan Jeritan Dompet Rakyat di Tengah Badai Inflasi 2026

Kue Ketan Politik dan Jeritan Dompet Rakyat di Tengah Badai Inflasi 2026

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:00 WIB

Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan

Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×