- Pertumbuhan konsumsi rumah tangga Indonesia sebesar 5,52 persen pada kuartal I 2026 mendorong peningkatan transaksi digital perbankan nasional.
- Bank Mandiri mencatatkan 40,3 juta pengguna Livin' by Mandiri per Mei 2026 dengan total transaksi mencapai Rp2.083 triliun.
- Bank Mandiri terus mengembangkan fitur Livin' by Mandiri untuk mendukung inklusi keuangan serta mempercepat pertumbuhan ekosistem ekonomi digital Indonesia.
Suara.com - Pertumbuhan konsumsi rumah tangga Indonesia yang tetap kuat hingga kuartal I 2026 turut mendorong peningkatan transaksi digital perbankan.
Bank Mandiri mencatat jumlah pengguna Livin’ by Mandiri mencapai 40,3 juta pengguna hingga Mei 2026.
Kinerja Livin’ by Mandiri, transaksi digital Bank Mandiri, dan pertumbuhan layanan perbankan digital menjadi indikator penting dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional yang terus berkembang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,52 persen secara tahunan pada kuartal I 2026.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Bank Mandiri terus memperkuat layanan digital melalui pengembangan fitur dan kapabilitas Livin’ by Mandiri guna menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih praktis, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Inovasi Livin’ by Mandiri dan transformasi digital Bank Mandiri diharapkan mampu mendukung percepatan inklusi keuangan serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Senior Vice President (SVP) Digital Retail Banking Bank Mandiri, Yanto Masyap, mengatakan layanan digital yang andal dan efisien memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di tengah mobilitas yang tinggi dan kebutuhan transaksi yang semakin beragam.
“Bank Mandiri terus memperkuat Livin’ by Mandiri sebagai bagian dari strategi menghadirkan keunggulan berkelanjutan melalui layanan digital yang adaptif, relevan, dan terintegrasi," ujar Yanto dalam keterangan resminya, Senin (16/6/2026).
Dia menuturkan, perusahaan ingin memastikan setiap inovasi yang dihadirkan mampu memberikan kemudahan transaksi sekaligus memperkuat peran perseroan dalam membangun ekosistem penggerak negeri yang inklusif dan berdaya saing.
Kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan digital yang komprehensif tercermin dari pertumbuhan jumlah pengguna Livin’ by Mandiri yang terus meningkat.
Hingga Mei 2026, jumlah pengguna aplikasi tersebut mencapai 40,3 juta pengguna atau tumbuh 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, frekuensi transaksi melalui Livin’ by Mandiri meningkat 19 persen secara tahunan menjadi 2,2 miliar transaksi. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp2.083 triliun atau tumbuh 19,6 persen secara tahunan.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital yang disediakan Bank Mandiri.
Untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah yang semakin beragam, Bank Mandiri terus mengembangkan Livin’ by Mandiri sebagai super app yang menyediakan berbagai layanan transaksi dalam satu platform terintegrasi.
Layanan tersebut mencakup transfer antarbank dan BI-FAST, pembayaran tagihan rutin, pengisian saldo dompet digital, transaksi QRIS di berbagai merchant, hingga pembelian tiket perjalanan dan kebutuhan gaya hidup melalui fitur Livin’ Sukha.
Selain itu, Bank Mandiri juga menghadirkan fitur Livin’ Call yang memungkinkan nasabah terhubung langsung dengan agen layanan pelanggan tanpa dikenakan biaya pulsa.

Melalui fitur ini, kebutuhan informasi maupun bantuan layanan dapat diakses secara lebih cepat, mudah, dan praktis.
Menurut Yanto, seluruh pengembangan layanan tersebut merupakan bagian dari strategi keunggulan berkelanjutan Bank Mandiri yang berfokus pada keandalan layanan, skalabilitas sistem, dan kebutuhan nasabah sebagai prioritas utama.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi layanan serta kolaborasi strategis guna memperluas akses keuangan yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan ekosistem digital nasional secara berkelanjutan,” kata Yanto.