Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:55 WIB
PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare
Ilustrasi. PGN bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan Program Minapadi Salin di kawasan Pantai Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang. Foto ist.
baca 10 detik
  • PGN-BRIN sulap 32 hektare lahan salin Batang jadi sentra pangan.
  • Target panen padi biosalin capai 6-7 ton per hektare.
  • Minapadi salin gabungkan padi, nila, dan rumput laut bernilai ekonomi.

Suara.com - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperluas kontribusinya di luar sektor energi. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PGN bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan Program Minapadi Salin di kawasan Pantai Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang.

Program ini menjadi terobosan pemanfaatan lahan pesisir yang terdampak salinitas tinggi menjadi kawasan produktif berbasis pertanian dan perikanan. Tak hanya menanam padi biosalin, program ini juga mengintegrasikan budidaya ikan nila salin dan rumput laut sebagai sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Peluncuran program ditandai dengan pelepasan 10.000 benih ikan nila salin serta penanaman benih padi biosalin di lahan seluas 32,26 hektare yang dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Barokah Mulyo bersama sejumlah kelompok tani setempat.

Program Minapadi Salin merupakan pengembangan dari program serupa yang sebelumnya sukses diterapkan di Mangunharjo, Semarang dan Jepara. Di Semarang, luas lahan yang semula hanya 20 hektare kini berkembang menjadi lebih dari 115 hektare. Sementara di Jepara, panen padi biosalin mencapai 22 hektare dengan nilai ekonomi sekitar Rp 1,23 miliar. Secara keseluruhan, program padi biosalin yang telah berjalan menghasilkan nilai ekonomi mencapai Rp 7,66 miliar.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menilai program ini menjadi langkah strategis untuk mengubah lahan salin yang selama ini kurang produktif menjadi kawasan pertanian dan perikanan bernilai ekonomi tinggi.

"Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan salin yang lebih produktif," kata Faiz.

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, mengatakan Program Minapadi Salin membuktikan bahwa hasil riset dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab tantangan di lapangan.

Menurutnya, inovasi pertanian di lahan pesisir mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

"BRIN tidak ingin hasil riset hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi nyata bagi persoalan daerah," ujarnya.

baca juga

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menegaskan, sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, konsep Minapadi Salin menggabungkan budidaya padi biosalin, pemeliharaan ikan nila salin, dan budidaya rumput laut dalam satu ekosistem ekonomi yang saling mendukung.

"Program Minapadi Salin merupakan wujud nyata komitmen tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Fajriyah.

Dalam program ini, PGN dan BRIN menargetkan produktivitas padi mencapai 6-7 ton per hektare. Sementara ikan nila salin diharapkan dapat dipanen dengan bobot rata-rata 300 gram per ekor.

Tak hanya itu, komoditas rumput laut jenis Gracilaria verrucosa yang memiliki nilai ekonomi tinggi juga mulai dibudidayakan. Sebanyak 30 kilogram bibit telah ditebar dengan target panen perdana dalam waktu sekitar tiga bulan.

Ke depan, program ini juga akan diperkuat dengan penanaman mangrove di sekitar kawasan budidaya guna mengurangi abrasi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Dengan pendekatan terintegrasi antara pertanian, perikanan, dan konservasi lingkungan, PGN berharap lahan salin yang selama ini dianggap tidak produktif dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:05 WIB

Pakai AI untuk Lambang Negara, BRIN Terjebak Kesalahan Fatal yang Tak Termaafkan?

Pakai AI untuk Lambang Negara, BRIN Terjebak Kesalahan Fatal yang Tak Termaafkan?

Your Say | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Begal Salah Pilih Korban, Wanita di Palembang Berani Melawan hingga Pelaku Ditangkap

Begal Salah Pilih Korban, Wanita di Palembang Berani Melawan hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:09 WIB

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×