Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Dicky Prastya

Minggu, 21 Juni 2026 | 16:33 WIB
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim kuat saat menyampaikan pidato ilmiah dalam kuliah umum di hadapan civitas akademika Nankai University, Tianjin, China. [Dok Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kekuatan ekonomi Indonesia di Nankai University, China, pada Minggu, 21 Juni 2026.
  • Ekonomi Indonesia tumbuh impresif sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama 2026 dengan tingkat inflasi terkendali sebesar 3,08 persen.
  • Pengelolaan fiskal yang sehat berhasil meningkatkan kesejahteraan melalui penciptaan lapangan kerja dan penurunan tingkat kemiskinan secara konsisten.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim kuat saat menyampaikan pidato ilmiah dalam kuliah umum di hadapan civitas akademika Nankai University, Tianjin, China.

Menkeu Purbaya mengklaim mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi prima, ditopang oleh pengelolaan fiskal yang sehat, prudent, dan terjaga, dengan defisit anggaran yang konsisten berada di bawah amanat undang-undang sebesar 3 persen.

"Kehormatan besar bagi saya untuk berada di Nankai University. Hari ini, dengan sukacita saya membagikan perspektif Indonesia mengenai kebijakan ekonomi, manajemen fiskal, serta pembangunan nasional yang berkelanjutan. Saya berharap dialog ini memperkuat pertukaran akademik, memperdalam pemahaman bersama, dan semakin meningkatkan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok," katanya, dikutip dari siaran pers, Minggu (21/6/2026).

Bendahara Negara menjelaskan bahwa di tengah situasi pasar global yang mulai stabil, seiring dengan meredanya indikator volatilitas dan membaiknya sentimen risiko, perekonomian domestik Indonesia justru tampil menonjol.

Hal ini dibuktikan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I-2026 yang menembus angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year).

Menurutnya, angka ini menempatkan performa Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara G20 dan kawasan ASEAN. Kinerja impresif ini didukung oleh stabilitas harga yang sangat terjaga di dalam negeri.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim kuat saat menyampaikan pidato ilmiah dalam kuliah umum di hadapan civitas akademika Nankai University, Tianjin, China. [Dok Kemenkeu]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim kuat saat menyampaikan pidato ilmiah dalam kuliah umum di hadapan civitas akademika Nankai University, Tianjin, China. [Dok Kemenkeu]

Per Mei 2026, tingkat inflasi tercatat berada di level yang terkendali dengan persentse 3,08 persen. Ia menilai kombinasi pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang terkendali, semakin mempertebal kepercayaan pasar global terhadap kredibilitas manajemen makroekonomi Indonesia.

"Indonesia terus tampil menonjol dengan pertumbuhan PDB Kuartal I-2026 sebesar 5,61% yoy, mengungguli banyak negara ekonomi G20 dan ASEAN. Di saat yang sama, kami mempertahankan stabilitas harga dengan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08%. Perkembangan ini membuktikan bahwa Indonesia memasuki periode ini dengan pertumbuhan yang kuat, inflasi terkendali, dan ketahanan kebijakan yang kredibel," papar dia.

Purbaya menerangkan bahwa posisi Indonesia sangat diuntungkan dalam menghadapi risiko gangguan energi global. Berdasarkan analisis risiko, posisi Indonesia berada pada kuadran eksposur rendah dengan penahan (buffer) yang kuat.

baca juga

Penilaian skor ketahanan energi global bahkan menempatkan Indonesia di angka 77 persen, berada di atas China yang mencatatkan skor 76 persen, dan hanya selisih tipis di bawah Afrika Selatan (79 persen).

Ia menyebut ketangguhan ini tidak lepas dari bauran kebijakan fiskal yang sehat dan hati-hati. Defisit yang dijaga ketat di bawah 3 persen memberikan ruang yang memadai bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk berfungsi optimal sebagai shock absorber dalam meredam gejolak eksternal tanpa mengorbankan stabilitas makro.

Menkeu menegaskan, seluruh indikator utama menunjukkan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia kian bertenaga dan bergerak secara inklusif.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim kuat saat menyampaikan pidato ilmiah dalam kuliah umum di hadapan civitas akademika Nankai University, Tianjin, China. [Dok Kemenkeu]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim kuat saat menyampaikan pidato ilmiah dalam kuliah umum di hadapan civitas akademika Nankai University, Tianjin, China. [Dok Kemenkeu]

Geliat ini tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang berada di level ekspansif 50,0, pertumbuhan likuiditas perekonomian (M0) sebesar 14,8% yoy, serta pertumbuhan kredit perbankan yang melesat hingga 11,5% yoy.

Selain itu, eksternalitas Indonesia diperkuat oleh catatan surplus neraca perdagangan yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut, diiringi cadangan devisa yang gemuk sebesar USD 144,9 miliar (setara 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah).

Paparan lain, terjadinya penciptaan lapangan kerja baru bagi sekitar 1,9 juta orang berhasil menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), turun menjadi 4,68 persen pada tahun 2026.

Tak hanya itu, efektivitas program perlindungan sosial berhasil menurunkan tingkat kemiskinan secara konsisten, dari 8,57% pada September 2024 menjadi 8,25% pada September 2025.

Beralih dari mesin pertumbuhan baru menuju tahap implementasi, Indonesia kini memiliki 8 kluster program kerja prioritas nasional yang akan menerjemahkan strategi pembangunan ke dalam hasil yang nyata.

"Prioritas tersebut mencakup fondasi ketahanan nasional: kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur, perumahan, dan ketangguhan bencana," jelas Menkeu.

Di saat yang sama, Purbaya menerangkan Pemerintah sedang mempercepat transformasi struktural melalui hilirisasi dan industrialisasi, memperkuat ekonomi kerakyatan dan pembangunan pedesaan, serta memperdalam pengentasan kemiskinan melalui program bantuan sosial dan lapangan kerja yang terintegrasi.

Program-program ini akan diperkuat oleh sektor pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, digitalisasi, serta diplomasi ekonomi, guna memastikan bahwa pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga bersifat inklusif, tangguh, dan terkoordinasi dengan baik.

"Ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tangguh di tingkat makro, melainkan juga secara nyata bertransformasi menjadi ketersediaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata," jelas Purbaya.

Purbaya sendiri berpidato di hadapan Rektor Nankai University President Chen Yulu, Wakil Rektor Eksekutif Chen Jun, Wakil Rektor Sheng Bin, Profesor Xingmin Li, serta ratusan mahasiswa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha

Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:11 WIB

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Kopdes Merah Putih: Niat Mulia Memutus Rantai Tengkulak atau Proyek Ambisius yang Terburu-buru?

Kopdes Merah Putih: Niat Mulia Memutus Rantai Tengkulak atau Proyek Ambisius yang Terburu-buru?

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:45 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×