Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
Ilustrasi Bank Mega Syariah/ist
baca 10 detik
  • Bank Mega Syariah tetap optimis menyalurkan pembiayaan korporasi meskipun terdapat tantangan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
  • Hingga Mei 2026, outstanding pembiayaan komersial perseroan tumbuh 13,22 persen secara tahun berjalan menjadi sebesar Rp5,7 triliun.
  • Pertumbuhan pembiayaan didorong sektor strategis seperti pendidikan dan kesehatan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko.

Suara.com - Bank Mega Syariah memastikan pelemahan rupiah tidak mengendurkan kinerja perseroan, terutama pada pembiayaan komersial. Perseroan melihat masih banyak perusahaan yang ingin berekspansi, sehingga membutuhkan modal.

Penguatan dolar AS memang menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi biaya usaha, arus kas, serta kebutuhan modal kerja pelaku usaha.

Namun, aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga dan kebutuhan pembiayaan pada berbagai sektor strategis dinilai masih membuka ruang pertumbuhan yang menjanjikan bagi industri perbankan syariah, termasuk Bank Mega Syariah.

Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah, Guritno, mengatakan pihaknya tetap fokus mendorong pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki ketahanan tinggi terhadap dinamika ekonomi global.

Ilustrasi Flexi Gold Bank Mega Syariah. [Bank Mega Syariah]
Bank Mega syariah pede pembiayaan komersial tetap tumbuh di tengah pelemahan rupiah. [Bank Mega Syariah]

"Bank Mega Syariah melihat penguatan dolar AS sebagai salah satu dinamika global yang perlu dicermati. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi peluang pertumbuhan pembiayaan korporasi. Kebutuhan pembiayaan pada sektor-sektor produktif masih tetap terbuka seiring aktivitas ekonomi yang terus berjalan," ujar Guritno dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Bank Mega Syariah yang mencatatkan, hingga Mei 2026, outstanding pembiayaan komersial Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp5,7 triliun.

Secara tahunan atau year to date (ytd), nilai tersebut tumbuh sebesar 13,22 persen dibandingkan posisi Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp5,17 triliun.

Kinerja pembiayaan komersial tersebut ditopang oleh dua subsegmen utama, yakni pembiayaan korporasi dengan porsi sebesar 43,76 persen dari total pembiayaan bank atau lebih dari Rp4,4 triliun, serta Business Banking yang berkontribusi sebesar13,86 persen atau senilai lebih dari Rp1,4 triliun pada Mei 2026.

Guritno menjelaskan sektor pendidikan dan kesehatan masih menjadi kontributor utama pertumbuhan pembiayaan korporasi Bank Mega Syariah.

baca juga

Kedua sektor tersebut dinilai memiliki fundamental yang kuat, kebutuhan yang relatif stabil, serta prospek pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, Bank Mega Syariah juga melihat peluang pembiayaan yang menjanjikan pada sektor infrastruktur, komoditas, perdagangan, transportasi dan logistik, serta berbagai sektor jasa lainnya yang memiliki prospek usaha yang baik.

Peluang tersebut semakin terbuka bagi pelaku usaha yang memiliki aktivitas ekspor atau pendapatan berbasis valuta asing.

"Komposisi sektor-sektor tersebut memberikan ruang bagi Bank Mega Syariah untuk terus mengembangkan portofolio pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan," kata Guritno.

Di sisi lain, penguatan dolar AS dinilai dapat menjadi momentum positif bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor. Nilai tukar yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia sekaligus mendorong peningkatan pendapatan perusahaan yang memiliki basis pendapatan dalam valuta asing.

Untuk menangkap peluang tersebut, Bank Mega Syariah secara aktif menjalin komunikasi dengan nasabah dan calon nasabah yang memiliki basis usaha berorientasi ekspor guna memahami kebutuhan pembiayaan serta rencana ekspansi bisnis mereka.

Perseroan juga terus membuka peluang pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki prospek ekspor yang baik dan sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.

Meski demikian, Bank Mega Syariah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan. Seluruh proses pembiayaan dilakukan melalui asesmen yang komprehensif terhadap profil risiko, kemampuan pembayaran, serta ketahanan usaha nasabah terhadap perubahan kondisi pasar global.

Secara keseluruhan, total pembiayaan Bank Mega Syariah hingga Mei 2026 tumbuh sebesar 7,20 persen menjadi lebih dari Rp9,9 triliun, dibandingkan posisi Mei 2025 yang sebesar Rp9,3 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal

Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:06 WIB

Terkini

Persib Dongkrak Ranking AFC Indonesia, Koleksi Poin Super League Lampaui Australia dan Korea Selatan

Persib Dongkrak Ranking AFC Indonesia, Koleksi Poin Super League Lampaui Australia dan Korea Selatan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 11:36 WIB

Kisah Inspiratif Pemuda Tangsi Jaya: Tinggalkan Kota Demi Jadi Petani Kopi di Desa

Kisah Inspiratif Pemuda Tangsi Jaya: Tinggalkan Kota Demi Jadi Petani Kopi di Desa

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:36 WIB

Bersiap! Film Naruto Live-Action Siap Diproduksi Mulai Awal Tahun 2027

Bersiap! Film Naruto Live-Action Siap Diproduksi Mulai Awal Tahun 2027

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:34 WIB

Ada Celah Hukum, Wamenkum Sebut Koruptor Bisa Lolos dari Perampasan Aset saat Tersangka Meninggal

Ada Celah Hukum, Wamenkum Sebut Koruptor Bisa Lolos dari Perampasan Aset saat Tersangka Meninggal

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:33 WIB

Kenapa Jakarta Disebut Siaga 1? Eks Kapolri Jadi Tersangka, Puluhan Ribu TNI Dikerahkan

Kenapa Jakarta Disebut Siaga 1? Eks Kapolri Jadi Tersangka, Puluhan Ribu TNI Dikerahkan

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:32 WIB

Review The Intern: Sindiran Budaya Kerja Korea yang Dikemas Komedi

Review The Intern: Sindiran Budaya Kerja Korea yang Dikemas Komedi

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:30 WIB

Bukan Lagi Sekadar UU ITE, Listyo Sigit Kini Dibidik Pasal Makar: Terancam Pidana Mati

Bukan Lagi Sekadar UU ITE, Listyo Sigit Kini Dibidik Pasal Makar: Terancam Pidana Mati

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:28 WIB

Daftar 3 Prajurit TNI Gugur, Korban Helikopter Jatuh saat Padamkan Karhutla

Daftar 3 Prajurit TNI Gugur, Korban Helikopter Jatuh saat Padamkan Karhutla

Kaltim | Kamis, 05 November 2026 | 11:27 WIB

Mahfud MD: Dari Bocoran Sumber, Produk Final Hasil Penyadapan Diduga Sampai ke Solo

Mahfud MD: Dari Bocoran Sumber, Produk Final Hasil Penyadapan Diduga Sampai ke Solo

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:25 WIB

Dari Kekhawatiran Hingga Solusi, Komisaris PLN Berdialog dengan Pengguna Mobil Listrik di Medan

Dari Kekhawatiran Hingga Solusi, Komisaris PLN Berdialog dengan Pengguna Mobil Listrik di Medan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 11:23 WIB

×