4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Achmad Fauzi

Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
Ilustrasi PHK (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Penasihat Presiden Said Iqbal mengungkap potensi PHK bagi puluhan ribu pekerja di empat perusahaan akibat pelemahan ekonomi global.
  • PT Pakerin, PT Feng Tay, serta dua perusahaan otomotif di Jawa Timur menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja massal.
  • Pemerintah berhasil memediasi PT Amos Indah Indonesia agar perusahaan segera menyelesaikan kewajiban pesangon bagi ratusan pekerjanya.

Suara.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan terdapat empat perusahaan yang berpotensi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Setidaknya puluhan ribu pekerja akan terdampak dari PHK tersebut.

Menurut Said Iqbal, potensi PHK ini santer terjadi karena pelemahan daya beli masyarakat hingga gangguan produksi akibat situasi global

"Jadi perang ini memang memukul daya beli masyarakat dan memukul produksi dari perusahaan-perusahaan. Ada 4 perusahaan yang saya temukan dalam kunjungan langsung ke perusahaan tersebut yang berpotensi mengalami PHK," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Presiden Partai Buruh Said Iqbal usai bertemu dengan Wamen Ketenagakerjaan di Jakarta, Kamis (11/6/2026). [Suara.com/Lilis]
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengungkapkan ada akan ada badai PHK. [Suara.com/Lilis]

PT Pakerin

Dalam paparannya, Said menyebut perusahaan pertama yang akan melakukan PHK yaitu PT Pakerin, produsen kertas industri di Mojokerto, Jawa Timur. Ia melihat,kitar 80 persen operasional pabrik telah berhenti sehingga 2.500 pekerja terancam kehilangan pekerjaan

"Ditemukan ada potensi ancaman, saya ulangi, ada potensi ancaman 2.500 pekerja akan di PHK," ujarnya.

Selain itu, Said Iqbal juga menemukan potensi PHK di PT Pengtai, produsen sepatu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 4.000 pekerja dilaporkan telah dirumahkan dan berisiko terkena PHK.

"Ada potensi ancaman PHK 4.000 karyawan. Baru potensi ya, ancaman PHK 4.000 karyawan," katanya.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama terganggunya operasional PT Pakerin diduga karena modal kerja perusahaan yang tersimpan di Bank Prima ikut terdampak setelah bank tersebut dilikuidasi dan berada di bawah pengawasan otoritas terkait.

baca juga

Akibatnya, produksi perusahaan tidak dapat berjalan normal sehingga ribuan pekerja terancam kehilangan pekerjaan.

PT Feng Tay

Said Iqbal juga menemukan potensi PHK di PT Feng Tay, produsen sepatu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 4.000 pekerja dilaporkan telah dirumahkan dan berisiko terkena PHK.

Menurutnya, kondisi tersebut diduga terkait berakhirnya pesanan produksi sepatu Nike atau keterlambatan pasokan bahan baku akibat situasi geopolitik global.

Perusahaan Otomotif Mojokerto

Bank Sentral  Bakal PHK 24.000 Pegawai, Ini Faktornya
Ilustrasi PHK

Kemudian, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto juga disebut berpotensi melakukan PHK terhadap ribuan pekerja.

Said Iqbal menyebut ada indikasi sebagian produksi akan dipindahkan ke Vietnam yang saat ini agresif mengembangkan industri kendaraan listrik.

"Nah karena ini mobil, jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," ucapnya.

PT Amos Indah Indonesia

Said Iqbal menyebut pemerintah juga berhasil membantu penyelesaian kasus ketenagakerjaan di PT Amos, perusahaan garmen asal Korea Selatan yang beroperasi di Cilincing, Jakarta Utara.

Perusahaan tersebut sebelumnya tidak memberikan kejelasan status terhadap 133 pekerjanya selama empat bulan. Setelah dilakukan intervensi pemerintah, layanan BPJS Kesehatan para pekerja kembali aktif dan perusahaan mulai menunjukkan itikad menyelesaikan kewajiban terhadap pekerja.

"Akhirnya ketemu dengan pemilik perusahaan, dan ada mulai titik terakhir. Ya, perusahaan bersedia membayar pesangon," pungkas Said Iqbal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:17 WIB

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:41 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×