Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Achmad Fauzi

Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
Ilustrasi PHK (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Penasihat Presiden Said Iqbal mengungkap potensi PHK bagi puluhan ribu pekerja di empat perusahaan akibat pelemahan ekonomi global.
  • PT Pakerin, PT Feng Tay, serta dua perusahaan otomotif di Jawa Timur menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja massal.
  • Pemerintah berhasil memediasi PT Amos Indah Indonesia agar perusahaan segera menyelesaikan kewajiban pesangon bagi ratusan pekerjanya.

Suara.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan terdapat empat perusahaan yang berpotensi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Setidaknya puluhan ribu pekerja akan terdampak dari PHK tersebut.

Menurut Said Iqbal, potensi PHK ini santer terjadi karena pelemahan daya beli masyarakat hingga gangguan produksi akibat situasi global

"Jadi perang ini memang memukul daya beli masyarakat dan memukul produksi dari perusahaan-perusahaan. Ada 4 perusahaan yang saya temukan dalam kunjungan langsung ke perusahaan tersebut yang berpotensi mengalami PHK," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Presiden Partai Buruh Said Iqbal usai bertemu dengan Wamen Ketenagakerjaan di Jakarta, Kamis (11/6/2026). [Suara.com/Lilis]
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengungkapkan ada akan ada badai PHK. [Suara.com/Lilis]

PT Pakerin

Dalam paparannya, Said menyebut perusahaan pertama yang akan melakukan PHK yaitu PT Pakerin, produsen kertas industri di Mojokerto, Jawa Timur. Ia melihat,kitar 80 persen operasional pabrik telah berhenti sehingga 2.500 pekerja terancam kehilangan pekerjaan

"Ditemukan ada potensi ancaman, saya ulangi, ada potensi ancaman 2.500 pekerja akan di PHK," ujarnya.

Selain itu, Said Iqbal juga menemukan potensi PHK di PT Pengtai, produsen sepatu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 4.000 pekerja dilaporkan telah dirumahkan dan berisiko terkena PHK.

"Ada potensi ancaman PHK 4.000 karyawan. Baru potensi ya, ancaman PHK 4.000 karyawan," katanya.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama terganggunya operasional PT Pakerin diduga karena modal kerja perusahaan yang tersimpan di Bank Prima ikut terdampak setelah bank tersebut dilikuidasi dan berada di bawah pengawasan otoritas terkait.

baca juga

Akibatnya, produksi perusahaan tidak dapat berjalan normal sehingga ribuan pekerja terancam kehilangan pekerjaan.

PT Feng Tay

Said Iqbal juga menemukan potensi PHK di PT Feng Tay, produsen sepatu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 4.000 pekerja dilaporkan telah dirumahkan dan berisiko terkena PHK.

Menurutnya, kondisi tersebut diduga terkait berakhirnya pesanan produksi sepatu Nike atau keterlambatan pasokan bahan baku akibat situasi geopolitik global.

Perusahaan Otomotif Mojokerto

Bank Sentral  Bakal PHK 24.000 Pegawai, Ini Faktornya
Ilustrasi PHK

Kemudian, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto juga disebut berpotensi melakukan PHK terhadap ribuan pekerja.

Said Iqbal menyebut ada indikasi sebagian produksi akan dipindahkan ke Vietnam yang saat ini agresif mengembangkan industri kendaraan listrik.

"Nah karena ini mobil, jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," ucapnya.

PT Amos Indah Indonesia

Said Iqbal menyebut pemerintah juga berhasil membantu penyelesaian kasus ketenagakerjaan di PT Amos, perusahaan garmen asal Korea Selatan yang beroperasi di Cilincing, Jakarta Utara.

Perusahaan tersebut sebelumnya tidak memberikan kejelasan status terhadap 133 pekerjanya selama empat bulan. Setelah dilakukan intervensi pemerintah, layanan BPJS Kesehatan para pekerja kembali aktif dan perusahaan mulai menunjukkan itikad menyelesaikan kewajiban terhadap pekerja.

"Akhirnya ketemu dengan pemilik perusahaan, dan ada mulai titik terakhir. Ya, perusahaan bersedia membayar pesangon," pungkas Said Iqbal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:17 WIB

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:41 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Terkini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:43 WIB

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:33 WIB