Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.343,711
LQ45 630,859
Srikehati 307,881
JII 380,533
USD/IDR 17.914

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 22 Juni 2026 | 12:36 WIB
Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran
Harga MinyaKita terus mengalami kenaikan hingga melampaui HET. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Peneliti CORE Indonesia Eliza Mardian memproyeksikan pemerintah tetap akan menaikkan HET Minyakita meski saat ini masih menunda keputusan.
  • Kenaikan HET berisiko mempersempit selisih harga dengan minyak premium dan mengganggu daya tarik produk bagi konsumen kelas bawah.
  • Keengganan pengusaha memenuhi DMO akibat rendahnya margin keuntungan menghambat ketersediaan minyak goreng murah di pasaran domestik tersebut.

Suara.com - Rencana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk produk minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita, tampaknya masih akan terus bergulir.

Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, memproyeksikan bahwa pemerintah kemungkinan besar tetap akan mengerek naik harga batas atas produk tersebut.

Pandangan ini bertolak belakang dengan sejumlah sinyalemen dan pernyataan dari pihak eksekutif sebelumnya yang mengesankan pembatalan kebijakan tersebut.

Menurut analisis Eliza, langkah pemerintah saat ini sebenarnya adalah fase penundaan strategis. Para pemangku kebijakan dinilai sedang meracik ulang formulasi harga yang paling rasional dan bisa diterima oleh berbagai pihak sebelum palu keputusan benar-benar diketuk.

"Sebetulnya bukan batal, tapi belum dilakukan karena Kementan dan Bapanas masih nyari formulasi harga yang terbaik," ungkap Eliza saat memberikan keterangannya kepada awak media pada Rabu (18/6/2026).

Ancaman Menyempitnya Jarak Harga dengan Minyak Premium

Dalam menyusun formulasi HET yang baru, Eliza memberikan peringatan keras agar pemerintah ekstra berhati-hati. Kenaikan harga yang dieksekusi tanpa perhitungan matang justru berisiko menjadi bumerang bagi program Minyakita itu sendiri.

Pasalnya, selisih harga antara minyak goreng bersubsidi ini dengan minyak goreng kemasan premium di pasaran kini semakin tipis.

Jika HET dinaikkan secara sepihak tanpa membereskan kendala struktural di rantai pasok, daya tarik Minyakita di mata konsumen kelas menengah ke bawah bisa luntur.

baca juga

"Karena gap hrga minyakita dengan premium makin mengecil. Jadi memang perlu berhati-hati dalam menentukan formulasi harga karena kalau terus menerus menaikkan HET tanpa ada pembenahan, akar persoalannya akan semakin kecil gap Minyakita dan premium," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa masalah ketersediaan barang di lapangan sering kali memaksa konsumen mengubah pola konsumsi mereka secara mendadak.

"Pada akhirnya masyarakat jadi terpaksa beralih ke premium karena minyakita langka dan harga tak jauh beda," tambahnya.

Skema DMO Kurang Seksi di Mata Pengusaha Sawit

Polemik Minyakita sejatinya bukan sekadar urusan label harga di rak pedagang. Eliza membedah akar persoalan yang bermuara pada skema Domestic Market Obligation (DMO).

Kebijakan yang mewajibkan produsen memasok sebagian produksinya ke pasar dalam negeri ini dianggap kurang menggiurkan secara bisnis.

Bagi pelaku industri kelapa sawit skala besar, margin keuntungan dari pemenuhan kuota DMO sangat kecil jika disandingkan dengan keran keuntungan dari pasar ekspor global. Hal ini memicu keengganan pengusaha untuk memprioritaskan pasokan domestik.

"Ini strategi perusahaan minyak sawit krna dmo minyak goreng ini marginnya tipis sekali diba dibandingkan ekspor, jd ini disinsentif bagi mereka. Karena prinsipnya swasta yaa memaksimalkan profit. Ekspor lebih menguntungkan jdnya untuk pemenuhan dalam negeri dinomor sekiankan," paparnya menyoroti motif ekonomi di balik kelangkaan Minyakita.

Struktur industri pengolahan Crude Palm Oil (CPO) nasional yang sangat didominasi oleh korporasi swasta menjadi tantangan tersendiri bagi ketahanan pangan.

Niat baik pemerintah untuk membanjiri pasar dengan minyak goreng murah kerap kali harus berbenturan keras dengan orientasi bisnis swasta yang secara lumrah selalu mengejar profitabilitas maksimal melalui jalur ekspor.

"Besarnya penguasaan swasta dalam pengolahan CPO dan pemerintah belum pnya hilirisasi kelapa sawit yg memadai jdinya keinginan pemerintah menyediakan minyak murah bertabrakan dengan keinginan swasta yang memaksimalkan profit dengan mengekspor," tegas Peneliti CORE tersebut.

Sebagai langkah konkret dan solusi jangka panjang untuk menyeimbangkan hegemoni pasar, Eliza mendesak pemerintah untuk segera merevitalisasi dan memperkuat fungsi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perkebunan. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dinilai harus didorong agar mampu tampil sebagai stabilisator dan penjamin ketersediaan minyak goreng bagi rakyat.

"Perlunya perkuat peranan BUMN pengolahan minyak kelapa sawit seperti mendukung target PTPN naikkan produksi minyak goreng menjadi 1,8 juta ton/tahun,"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:14 WIB

Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat

Mendag Pastikan HET Minyakita Tak Naik, Pilih Fokus Distribusi Stok ke Pasar Rakyat

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:57 WIB

Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun

Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:46 WIB

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:21 WIB

Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi Mei 2026, Minta Daerah Waspadai Kenaikan Minyak Goreng

Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi Mei 2026, Minta Daerah Waspadai Kenaikan Minyak Goreng

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:58 WIB

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:48 WIB

Terkini

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Apakah Wardah Tinted Sunscreen Waterproof dan Tahan Lama? Ini Perbedaan Klaim 2 Variannya

Apakah Wardah Tinted Sunscreen Waterproof dan Tahan Lama? Ini Perbedaan Klaim 2 Variannya

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:32 WIB

Ulasan Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela,Kisah Pendidikan yang Membebaskan

Ulasan Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela,Kisah Pendidikan yang Membebaskan

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Singapura vs Timnas Indonesia: Eks Bek MU Sebut The Lions Lapar Bakal Terkam Garuda

Singapura vs Timnas Indonesia: Eks Bek MU Sebut The Lions Lapar Bakal Terkam Garuda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:25 WIB

KPK Usut Asal-Usul SGD 8.500 yang Ditemukan di Ruang Kakanim Jakarta Selatan

KPK Usut Asal-Usul SGD 8.500 yang Ditemukan di Ruang Kakanim Jakarta Selatan

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:24 WIB

951 Pinjol yang Resahkan Masyarakat Ditutup, Modusnya Lewat Aplikasi dan Situs

951 Pinjol yang Resahkan Masyarakat Ditutup, Modusnya Lewat Aplikasi dan Situs

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Spesifikasi Chery Tiggo V yang Meluncur di GIIAS 2026 sebagai SUV Khusus Indonesia

Spesifikasi Chery Tiggo V yang Meluncur di GIIAS 2026 sebagai SUV Khusus Indonesia

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Apa Perbedaan Sunscreen Tinted dengan Sunscreen Biasa? Ini Penjelasan dan Kelebihannya

Apa Perbedaan Sunscreen Tinted dengan Sunscreen Biasa? Ini Penjelasan dan Kelebihannya

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Ironi Ketidakadilan yang Dibiarkan Terjadi di Drama Pyramid Game

Ironi Ketidakadilan yang Dibiarkan Terjadi di Drama Pyramid Game

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:00 WIB

×