BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB
BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru
Gubernur BI, Perry Warjiyo hanya 100 Barista di Indonesia yang memiliki sertifikat. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • BI targetkan 200 pesantren punya usaha air minum kemasan.
  • Program Air Berkah Indonesia dorong kemandirian ekonomi pesantren.
  • Produksi AMDK bisa tekan biaya operasional dan jadi sumber pendapatan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menargetkan sebanyak 200 pondok pesantren memiliki unit usaha air minum dalam kemasan (AMDK) melalui program Air Berkah Indonesia. Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus membuka sumber pendapatan baru berbasis potensi lokal.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan pengembangan usaha AMDK menjadi salah satu program unggulan dalam Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu yang diluncurkan bersama sejumlah kementerian dan lembaga.

Menurut Perry, model bisnis tersebut telah diterapkan di sejumlah pesantren binaan BI dan menunjukkan hasil yang positif dalam mendukung kemandirian ekonomi lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

"Salah satunya yang berhasil adalah air minum dalam kemasan. Dibor, pH-nya yang bagus, kemudian dibotoli, didoakan berkah-berkah-berkah, insyaallah itu berkah dunia," kata Perry dalam acara Kick-Off Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu di Kompleks Kantor BI, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Perry mengungkapkan Indonesia saat ini memiliki sekitar 36 ribu pondok pesantren. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 pesantren telah mendapatkan pembinaan dari BI melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.

"Yang kami bina adalah sekitar 1.500 pondok pesantren yang sudah mereka mandiri secara ekonomi," ujarnya.

Melalui program Air Berkah Indonesia, BI ingin memperluas jumlah pesantren yang memiliki unit usaha produktif dan berkelanjutan. Dalam beberapa tahun ke depan, BI menargetkan sedikitnya 200 pesantren mampu mengembangkan bisnis air minum kemasan berbasis sumber daya lokal.

Menurut Perry, usaha tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan konsumsi air minum di lingkungan pesantren, tetapi juga dapat menjadi produk komersial yang dipasarkan ke masyarakat sekitar.

"Minimal untuk memenuhi kebutuhan pesantrennya yang 2.000 enggak perlu beli air minum, bahkan lebihnya dijual di sekitarnya, di toko-toko," katanya.

baca juga

Ia menilai keberadaan unit usaha AMDK dapat membantu menekan biaya operasional pesantren sekaligus menciptakan sumber pemasukan baru yang berkelanjutan.

Program Air Berkah Indonesia akan dijalankan melalui skema pelatihan kewirausahaan yang mencakup pendidikan, praktik usaha, hingga pendampingan. Dalam tahap awal, peserta tidak langsung memperoleh bantuan modal, melainkan harus mengikuti proses peningkatan kapasitas dan pengembangan keterampilan usaha terlebih dahulu.

Langkah tersebut diharapkan mampu mencetak lebih banyak pesantren yang mandiri secara ekonomi dan berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat di daerahnya masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:40 WIB

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:29 WIB

Terkini

Diskon 11.11 Bertebaran, Jangan Asal Checkout! Ini 5 Cara Belanja Tetap Hemat

Diskon 11.11 Bertebaran, Jangan Asal Checkout! Ini 5 Cara Belanja Tetap Hemat

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 20:53 WIB

Tampil Dominan, Soft Tenis Kabupaten Bogor Segel Gelar Juara Umum Porprov Jabar 2026

Tampil Dominan, Soft Tenis Kabupaten Bogor Segel Gelar Juara Umum Porprov Jabar 2026

Bogor | Jum'at, 06 November 2026 | 20:50 WIB

Persebaya Lagi Goyah, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Persija Jangan Jemawa

Persebaya Lagi Goyah, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Persija Jangan Jemawa

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 20:50 WIB

Review realme C01: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6.500 mAh, Kuat Diajak Keliling Jogja

Review realme C01: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6.500 mAh, Kuat Diajak Keliling Jogja

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 20:49 WIB

Bukan Baru-baru Ini, KPK Ungkap Penyitaan Rp2 Miliar dari Dirut KAI Dilakukan Agustus 2025

Bukan Baru-baru Ini, KPK Ungkap Penyitaan Rp2 Miliar dari Dirut KAI Dilakukan Agustus 2025

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:46 WIB

Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi

Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 20:45 WIB

Viral Video Diduga JPU Jingkrak Kegirangan dan Selfie dengan Jokowi, dr Tifa: Termul

Viral Video Diduga JPU Jingkrak Kegirangan dan Selfie dengan Jokowi, dr Tifa: Termul

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:44 WIB

Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan

Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 20:43 WIB

Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata

Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 20:42 WIB

Isu Ketum Parpol Terlibat Penyadapan Presiden, Abduh PKB: Polri Jangan Ragu Tindak Tegas

Isu Ketum Parpol Terlibat Penyadapan Presiden, Abduh PKB: Polri Jangan Ragu Tindak Tegas

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:39 WIB

×