Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 23 Juni 2026 | 07:24 WIB
BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
baca 10 detik
  • Bank Indonesia meluncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia.
  • Program ini dilaksanakan secara nasional melalui sinergi Bank Indonesia, pemerintah, lembaga terkait, ribuan UMKM, serta pondok pesantren.
  • Inisiatif ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM dan kemandirian ekonomi nasional guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) meluncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Penciptaan Lapangan Kerja dan Ekonomi Kerakyatan sebagai upaya memperkuat peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Program transformasi UMKM yang digagas Bank Indonesia ini diharapkan mampu menciptakan wirausaha baru, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi kerakyatan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa UMKM merupakan fondasi utama penciptaan lapangan kerja dan generasi wirausaha masa depan yang produktif serta berdaya saing.

“UMKM merupakan fondasi penciptaan lapangan kerja dan generasi wirausaha masa depan yang produktif dan berdaya saing. Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, penguatan UMKM menjadi penopang pertumbuhan ekonomi domestik dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Perry dalam siaran pers yang diterima, Selasa (23/6/2026).

Peran strategis UMKM terhadap perekonomian nasional tercermin dari kontribusinya yang signifikan. 

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, sektor UMKM menyumbang sebesar 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap 90 persen tenaga kerja nasional, dan berkontribusi 15 persen terhadap pangsa ekspor Indonesia.

Ilustrasi UMKM. [ist]
Ilustrasi UMKM. [ist]

Menurut Perry, meningkatnya risiko ketidakpastian ekonomi global menuntut Indonesia untuk semakin mandiri melalui penciptaan wirausaha baru dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

“Meningkatnya risiko ketidakpastian ekonomi global menuntut kemandirian ekonomi Indonesia melalui penciptaan wirausaha baru dan peningkatan kapasitas UMKM. Agar lebih berdampak, dilakukan pemilihan model bisnis terbaik dari UMKM binaan BI sehingga kesesuaian bisnisnya teruji di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan bahwa Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu dirancang untuk menghasilkan dampak nyata melalui penciptaan wirausaha yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

baca juga

Program tersebut dijalankan secara nasional dengan memanfaatkan jaringan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemangku kepentingan strategis, lebih dari 3.000 UMKM binaan BI, serta lebih dari 1.500 pondok pesantren yang telah diberdayakan.

Perry menilai, kemampuan kewirausahaan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Kemampuan tersebut dibangun melalui pendidikan kewirausahaan, evaluasi usaha, dan implementasi model bisnis yang telah teruji.

“Motivasi yang kuat, semangat pantang menyerah, dan kemampuan membangun kerja sama merupakan fondasi penting bagi kemajuan UMKM,” tegas Perry.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Bank Indonesia, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk pemberdayaan pondok pesantren.

Menurut Nasaruddin, penguatan ekonomi pesantren menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat sekaligus memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat. 

Pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan UMKM berbasis pesantren dinilai mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui sinergi yang kuat dan berkelanjutan, kita berharap ekonomi syariah, khususnya yang berbasis pondok pesantren, dapat semakin berkembang dan menghadirkan keberkahan yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Nasaruddin.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar. [Suara.com]
Menteri Agama, Nasaruddin Umar. [Suara.com]

Melalui program transformasi kewirausahaan UMKM ini, Bank Indonesia berharap lahir lebih banyak wirausaha tangguh yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing UMKM Indonesia, serta memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:46 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:47 WIB

BI Bongkar Jamu Kuat yang Bikin Rupiah Perkasa, Bisa Jadi Daya Tarik Investor?

BI Bongkar Jamu Kuat yang Bikin Rupiah Perkasa, Bisa Jadi Daya Tarik Investor?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:13 WIB

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Terkini

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:33 WIB

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:16 WIB

IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat

IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:05 WIB

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 22:19 WIB

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB