- TikTok luncurkan fitur AI dan iklan baru untuk bisnis aplikasi.
- Asia Tenggara kuasai 32% unduhan drama pendek dunia.
- Pasar gim global diproyeksi tembus US$350 miliar pada 2030.
Di sisi lain, TikTok memperkenalkan TikTok Ads Model Context Protocol (MCP) Server dan TikTok Ads Skills yang memungkinkan pengembang membangun agen AI untuk mengelola kampanye iklan secara otomatis, mulai dari analisis performa hingga optimasi anggaran pemasaran.
Strategi ini menunjukkan ambisi besar TikTok untuk menjadi tulang punggung ekspansi global bagi perusahaan aplikasi dan gim dari Asia Tenggara.
Dengan komunitas lebih dari satu miliar pengguna di seluruh dunia, TikTok kini tak hanya bersaing sebagai platform media sosial, tetapi juga sebagai infrastruktur bisnis digital yang dapat mempercepat ekspansi lintas negara.
Data internal perusahaan menunjukkan penerbit aplikasi yang melakukan ekspansi ke luar Asia Tenggara mampu mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan dua kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya beroperasi di pasar domestik kawasan.
"Kesuksesan saat ini datang dari kemampuan mengubah relevansi budaya yang muncul secara instan menjadi nilai jangka panjang. Kami ingin memastikan TikTok menjadi ekosistem utama yang membantu bisnis memanfaatkan peluang pertumbuhan global secara optimal," kata Yuke.