Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:52 WIB
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi. Foto ist.
baca 10 detik
  • Menteri LH belajar teknologi MRF Inggris untuk tutup TPA open dumping.
  • Sampah diproyeksikan menjadi komoditas bernilai lewat ekonomi sirkular.
  • Aturan EPR segera rampung, dorong industri ikut kelola sampah.

Suara.com - Pemerintah mempercepat transformasi pengelolaan sampah nasional dengan mengadopsi praktik terbaik dari luar negeri. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat bahkan terbang ke Inggris untuk mempelajari teknologi pengelolaan sampah modern yang dinilai mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi sekaligus mempercepat penutupan tempat pemrosesan akhir (TPA) dengan sistem open dumping.

Dalam kunjungan kerjanya ke fasilitas Material Recovery Facility (MRF) milik Biffa Waste Management, Jumhur melihat langsung sistem pemilahan sampah anorganik yang dilakukan secara otomatis, cepat, dan efisien hingga menghasilkan bahan baku berkualitas tinggi untuk industri daur ulang.

Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi salah satu contoh terbaik yang dapat direplikasi oleh pemerintah daerah di Indonesia.

"Kesan saya melihat Biffa MRF ini adalah salah satu best practice reaktivasi dan optimalisasi MRF yang bisa menjadi inspirasi pemerintah daerah," ujar Jumhur dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, saat ini Kementerian Lingkungan Hidup tengah melakukan pembenahan berbagai fasilitas MRF sebagai bagian dari strategi nasional menuju penutupan TPA open dumping. Optimalisasi MRF dinilai bukan hanya mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dari hasil daur ulang.

"Ini bisa menjadi satu contoh bagaimana MRF yang optimal bisa benar-benar memberikan nilai tambah ekonomi yang cukup besar, selain tentu saja untuk menurunkan timbulan sampah," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Jumhur mengamati bagaimana teknologi di Biffa mampu memilah berbagai jenis sampah anorganik secara presisi sehingga menghasilkan material yang siap menjadi bahan baku industri.

Namun demikian, ia menegaskan teknologi canggih saja tidak cukup. Keberhasilan sistem tersebut bergantung pada pemilahan sampah sejak dari sumbernya atau rumah tangga.

"Teknologi pemilahan jenis-jenis sampah anorganik di sini dilakukan secara cepat dan efisien, dengan output berupa bahan baku yang berkualitas," ujarnya.

baca juga

Ia menambahkan, penerapan sistem serupa di Indonesia membutuhkan dukungan seluruh ekosistem, mulai dari masyarakat, industri daur ulang sebagai offtaker, hingga produsen melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR) atau tanggung jawab produsen yang diperluas.

"Prinsip ini tentunya dapat diterapkan di Indonesia, asal diawali dengan pemilahan yang baik. Kemudian peran aktif offtaker, industri daur ulang, serta tanggung jawab produsen yang diperluas. Semua pihak harus memainkan perannya secara optimal," tegasnya.

Jumhur juga memastikan Indonesia siap menerapkan kebijakan EPR. Saat ini pemerintah sedang menyusun regulasi yang menjadi landasan penerapan kebijakan tersebut dan ditargetkan segera rampung.

"Indonesia sangat siap menerapkan EPR. Saat ini aturan sedang disusun, kita harapkan bisa selesai dalam waktu dekat," katanya.

Menurutnya, implementasi EPR akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat transisi Indonesia dari ekonomi linier menuju ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya ekonomi.

Ia berharap penutupan TPA open dumping dapat mendorong pemilahan sampah di tingkat hulu sehingga sampah yang telah dipilah memiliki nilai jual.

"Dengan adanya penutupan open dumping, kita harapkan pemilahan sampah di hulu terjadi. Apabila pemilahan berjalan baik, tentu sampah yang terpilah ini akan menjadi komoditas," ujarnya.

Jumhur menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik bisa menjadi bahan baku industri. Kondisi tersebut diyakini akan mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia.

Selain mempelajari teknologi, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan Biffa Waste Management dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah modern, peningkatan kapasitas MRF, serta percepatan implementasi praktik ekonomi sirkular di berbagai daerah di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaksaanaan Sensus Ekonomi 2026 di Berbagai Daerah

Pelaksaanaan Sensus Ekonomi 2026 di Berbagai Daerah

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:00 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Terkini

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:47 WIB

Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi

Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:32 WIB

LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen

LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:20 WIB

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB