Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:04 WIB
Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan
PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Pertamina (Persero), memperkuat sinergi untuk membangun ketahanan energi sekaligus ketahanan pangan nasional. Foto ist.
baca 10 detik
  • Pupuk Indonesia dan Pertamina garap metanol, green hydrogen, dan green ammonia.
  • Sinergi BUMN perkuat ketahanan energi, pangan, dan hilirisasi industri.
  • Kolaborasi optimalkan gas bumi untuk tingkatkan nilai tambah nasional.

Suara.com - Dua perusahaan pelat merah raksasa, PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Pertamina (Persero), memperkuat sinergi untuk membangun ketahanan energi sekaligus ketahanan pangan nasional. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang membuka peluang kerja sama strategis di sektor metanol, clean ammonia, pemanfaatan gas bumi, hingga energi baru terbarukan.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kerja sama ini menjadi langkah penting untuk mengintegrasikan rantai nilai industri nasional, mulai dari penyediaan energi, optimalisasi gas bumi, hingga pengembangan produk hilir bernilai tambah.

Menurut Rahmad, kolaborasi antarbadan usaha milik negara (BUMN) menjadi kunci untuk memperkuat daya saing industri Indonesia sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

"Sebagai produsen urea terbesar di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Utara, Pupuk Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengolah gas bumi sebagai bahan baku utama industri pupuk dan petrokimia. Sementara Pertamina memiliki kekuatan besar di sektor energi nasional. Kolaborasi ini membuka berbagai peluang strategis, mulai dari pengembangan metanol, optimalisasi pemanfaatan gas bumi, hingga pengembangan energi baru terbarukan," ujar Rahmad.

Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan metanol dan berbagai produk kimia lainnya, penyediaan serta pemanfaatan gas bumi untuk menghasilkan produk bernilai tambah, hingga pengembangan energi bersih seperti green hydrogen dan green ammonia.

Selain itu, ruang lingkup kolaborasi juga mencakup pengembangan teknologi pendukung industri dan berbagai peluang sinergi lain yang diyakini mampu memperkuat sektor energi sekaligus industri nasional.

Rahmad menilai ketahanan energi dan ketahanan pangan kini tidak lagi bisa dipisahkan. Keduanya saling berkaitan dan menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan bangsa.

"Ke depan, ketahanan pangan dan ketahanan energi tidak dapat lagi dipandang sebagai dua hal yang terpisah. Keduanya saling terkait dan menjadi fondasi utama bagi kedaulatan bangsa. Karena itu, sinergi antara Pupuk Indonesia dan Pertamina menjadi langkah strategis untuk memperkuat kedua aspek tersebut secara bersamaan," katanya.

baca juga

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional kedua perusahaan, tetapi juga memperkuat fondasi industri nasional. Sinergi sektor energi dan industri pupuk dinilai mampu meningkatkan keandalan pasokan bahan baku, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, serta meningkatkan daya saing industri nasional.

Pada saat yang sama, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyebut kolaborasi tersebut merupakan implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam membangun kemandirian bangsa melalui swasembada energi dan pangan.

Menurut Simon, Pertamina dan Pupuk Indonesia sama-sama memegang peran vital dalam menjaga keberlanjutan sektor energi dan pangan nasional, sehingga kolaborasi keduanya menjadi semakin strategis.

"Tidak ada bangsa yang benar-benar berdaulat tanpa energi. Dan tidak ada bangsa yang benar-benar kuat tanpa pangan. Karena itu, sinergi Pertamina dan Pupuk Indonesia merupakan dua fondasi utama kedaulatan Indonesia yakni energi dan pangan," ujar Simon.

Melalui sinergi ini, pemerintah berharap penguatan ekosistem industri berbasis gas bumi dan energi bersih dapat berjalan lebih cepat, sekaligus mendukung hilirisasi, transisi energi, dan ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Link Resmi Recruitment Magang Pertamina 2026, Ada 400 Lowongan

Link Resmi Recruitment Magang Pertamina 2026, Ada 400 Lowongan

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:17 WIB

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:06 WIB

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:28 WIB

Terkini

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:15 WIB

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:09 WIB

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:54 WIB

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:47 WIB

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:12 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:07 WIB

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:01 WIB

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54 WIB

Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025

Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:51 WIB

×