- BP BUMN dan Danantara mengevaluasi strategi bisnis BNI pada Jumat (3/7) guna memperkuat kapasitas serta rencana aksi korporasi.
- BNI didorong memperluas pembiayaan ke sektor produktif untuk meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan dan optimal.
- Transformasi ini bertujuan menjadikan bank BUMN lebih kompetitif dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik.
Suara.com - Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara mulai memperkuat langkah transformasi bank-bank pelat merah melalui evaluasi strategi bisnis dan rencana aksi korporasi. Salah satu yang menjadi fokus adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.
Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, bersama jajaran direksi BNI pada Jumat (3/7).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas perkembangan kinerja perusahaan, arah strategi bisnis, hingga berbagai rencana aksi korporasi yang akan dijalankan BNI ke depan.
Pembahasan difokuskan pada evaluasi sekaligus penguatan strategi aksi korporasi BNI guna meningkatkan kapasitas bisnis perusahaan.
![Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria memastikan, restrukturisasi BUMN karya tetap jalan meski rupiah melemah. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/95786-dony-oskaria-danantara-bp-bumn.jpg)
Selain itu, BNI juga didorong untuk memperluas pembiayaan ke sektor-sektor produktif agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Tak hanya itu, pengembangan peluang bisnis serta penguatan sinergi di dalam ekosistem BUMN juga menjadi perhatian. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi BNI di industri perbankan nasional sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Dony menegaskan pertumbuhan perusahaan harus dibangun di atas fundamental bisnis yang kokoh agar mampu menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.
"Pertumbuhan yang kuat harus didukung fundamental yang kuat. Karena itu, BNI perlu terus memperbesar kapasitas bisnisnya agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional," ujar Dony dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, penguatan kapasitas bisnis akan membuat BNI semakin optimal menjalankan fungsi intermediasi, khususnya dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama ekonomi nasional.
Melalui evaluasi strategi dan rencana aksi korporasi tersebut, BP BUMN bersama Danantara menargetkan bank-bank BUMN semakin sehat, kompetitif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik.
Penguatan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan diharapkan juga dapat semakin memperkokoh peran BNI dalam mendukung pembangunan nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan negara.