Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:40 WIB
Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai
Kekurangan pasokan batubara PLN disebabkan keterlambatan pengesahan RKAB dan pemotongan kuota produksi oleh Kementerian ESDM sepanjang tahun 2026. . [Antara]
baca 10 detik
  • Kekurangan pasokan batubara PLN disebabkan keterlambatan pengesahan RKAB dan pemotongan kuota produksi oleh pemerintah sepanjang tahun 2026.
  • Disparitas harga jual DMO yang tetap sejak 2018 membebani biaya operasional tambang di tengah lonjakan harga kebutuhan produksi.
  • Pengamat menyarankan percepatan pengesahan RKAB dan penyesuaian harga DMO untuk menjamin stabilitas pasokan listrik nasional di masa depan.

Suara.com - Pengamat pertambangan Rizal Kasli menilai kekurangan pasokan batubara yang sempat dialami PT PLN (Persero) hingga memicu pemadaman bergilir disebabkan oleh sejumlah tantangan pada industri hulu. Hambatan tersebut di antaranya keterlambatan pengesahan RKAB batubara serta pemotongan kuota produksi.

Menurut Rizal, faktor-faktor tersebut berdampak langsung pada defisit pasokan untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligasi (DMO), khususnya bagi PLN.

"Yang pertama kita sudah tahu bahwa ada keterlambatan pengesahan RKAB. Kemudian pemotongan kuota. Ini banyak perusahaan-perusahaan dipotong kuota produksi oleh pemerintah," kata Rizal dalam diskusi bertajuk 'Menjaga Pasokan Batubara untuk Kebutuhan Nasional' yang digelar ASPEBINDO di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Sebagai catatan, pemerintah menetapkan target produksi batubara dalam RKAB 2026 sebesar 600 juta ton, meskipun Menteri ESDM Bahlil Lahadalia belakangan menyatakan membuka peluang untuk melakukan relaksasi kuota.

Selain masalah regulasi, disparitas harga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri. Rizal menyebut terdapat selisih yang jauh antara harga pasar global dengan harga patokan DMO untuk PLN yang dipatok maksimal USD 70 per ton dan tidak berubah sejak 2018.

Padahal, biaya operasional penambang terus melonjak akibat kenaikan harga solar, suku cadang, serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Untuk mengantisipasi agar krisis pasokan tidak berulang, Rizal mengusulkan sejumlah solusi. Salah satunya adalah mendorong pemerintah mempercepat pengesahan RKAB untuk periode tahun depan.

"Jadi kami mengusulkan. Terutama ada pengesahan RKAB 2027, dan penugasan ya. Penugasan pemenuhan batubara untuk DMO, itu harus selesai pada akhir tahun 2026. Jangan tunggu 2027," tuturnya.

Solusi lainnya meliputi penyesuaian harga DMO yang tidak berubah sejak 2018, serta kajian mendalam mengenai peta sebaran tambang di Sumatera dan Kalimantan yang spesifikasi kalorinya sesuai dengan kebutuhan teknis PLTU milik PLN.

baca juga

Di sisi lain, PLN juga diminta menjamin ketepatan waktu pembayaran kepada perusahaan pemasok guna menjaga stabilitas arus kas operasional tambang.

"Karena ada beberapa teman mengeluh agak lama katanya di PLN," kata Rizal.

Tata kelola RKAB Batubara harus dibenahi

Sebelumnya pada pekan lalu Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) juga mendesak dilakukannya pembenahan tata kelola RKAB batubara guna menjamin kepastian pasokan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Ketua Bidang Hubungan Industri Perhapi Ardhi Ishak Koesen menyatakan evaluasi atas pemadaman listrik di sistem Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) merupakan momentum bagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan proses persetujuan RKAB tidak mengganggu kepastian pasokan batu bara untuk PLTU.

"Dengan adanya ketidakpastian angka produksi batu bara yang bisa dikerjakan oleh pemegang konsesi, pengiriman batu bara untuk pasar domestik (DMO) juga terganggu," kata Ardhi dalam keterangannya di Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB

Tiga Pulau Padam dalam Dua Bulan: Ada Apa dengan Listrik Indonesia?

Tiga Pulau Padam dalam Dua Bulan: Ada Apa dengan Listrik Indonesia?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:59 WIB

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Terkini

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:00 WIB

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

×