Produk Murah China Terus Membanjiri RI, UMKM Dipaksa Bertahan di Tengah Gempuran

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:09 WIB
Produk Murah China Terus Membanjiri RI, UMKM Dipaksa Bertahan di Tengah Gempuran
Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu Flavio Boston di Cakung, Jakarta, Kamis (11/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Produk murah China masih menekan daya saing UMKM di pasar domestik.
  • Riset: jejaring lokal menjadi kunci ketahanan UMKM menghadapi impor murah.
  • Kementerian UMKM dorong produk Indonesia jadi tuan rumah di negeri sendiri

Suara.com - Gempuran produk murah asal China masih menjadi tantangan besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Meski sempat memukul omzet pedagang tradisional hingga memicu polemik nasional, penelitian terbaru menunjukkan UMKM dalam negeri ternyata memiliki daya tahan yang lebih kuat dari yang diperkirakan.

Fenomena membanjirnya barang murah dari Republik Rakyat China (RRC) semakin terasa sejak ekonomi global mulai pulih pascapandemi Covid-19. Produk-produk impor dengan harga rendah kini dapat langsung menjangkau konsumen melalui platform perdagangan elektronik tanpa melalui rantai distribusi konvensional.

Kondisi tersebut pernah menjadi sorotan pada 2023 ketika pedagang di Pasar Tanah Abang mengeluhkan penurunan drastis jumlah pembeli. Saat itu, kehadiran TikTok Shop menjadi pusat perhatian karena dinilai membuka jalan bagi produk-produk impor murah untuk langsung menyasar konsumen Indonesia.

Tak sedikit pihak yang menuding praktik penjualan produk asal China tersebut sebagai bentuk predatory pricing atau strategi menjual dengan harga sangat rendah hingga sulit disaingi produsen lokal.

Namun, Pemerhati China sekaligus dosen Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Johanes Herlijanto, menilai tudingan tersebut belum memiliki dasar hukum yang kuat.

"Anggapan bahwa barang-barang asal China yang dijual melalui TikTok melakukan praktik predatory pricing memang sangat populer dalam tiga tahun terakhir. Namun sampai sekarang hal itu masih berupa wacana dan belum bisa dibuktikan secara hukum," ujar Johanes.

Meski demikian, ia mengakui produk-produk asal China memang dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk sejenis di dalam negeri.

Menurut Johanes, sekitar satu dekade lalu keberadaan barang murah dari China justru membantu perkembangan UMKM Indonesia. Pedagang daring dapat memperoleh barang dengan harga murah untuk dijual kembali, sementara platform digital mempermudah mereka menjangkau konsumen.

"Para pedagang toko daring bisa mendapatkan barang yang murah untuk dijual," katanya.

baca juga

Persaingan mulai berubah ketika penjual dari luar negeri, termasuk China, dapat langsung menawarkan produknya kepada konsumen Indonesia melalui platform digital. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran karena pelaku UMKM lokal harus bersaing secara langsung dengan produsen asing yang memiliki skala produksi jauh lebih besar.

Pemerintah kemudian merespons melalui regulasi yang mengharuskan platform asing berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri. Namun langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan derasnya arus barang murah impor.

Di sisi lain, fenomena tersebut semakin diperkuat oleh kelebihan kapasitas produksi (overcapacity) yang tengah dialami industri manufaktur China. Akibatnya, semakin banyak produk berharga murah yang mengalir ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Meski menghadapi tekanan tersebut, hasil sementara penelitian yang dilakukan Amore Minayora dari University of the West of England (UWE) menunjukkan pelaku UMKM Indonesia tidak serta-merta kehilangan daya saing.

Dalam seminar bertajuk "Jakarta Hustle: Resilience and Resourcefulness beyond E-Commerce Platform" di Gedung SMESCO Jakarta, 8 Juli 2026, Amore mengungkapkan kekuatan utama UMKM justru berasal dari jaringan lokal yang mereka miliki.

"Masuknya barang-barang dari China melalui platform perdagangan daring tidak membuat pengusaha kecil dan menengah mati langkah. Ketahanan pengusaha UMKM di Jakarta berasal dari kedekatan akses dan relasi dengan rantai pasok lokal, penyedia jasa logistik, serta hubungan yang kuat dengan konsumen," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM

Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:52 WIB

CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi

CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:40 WIB

Panduan Lengkap Urus Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM, Ini Syarat dan Caranya

Panduan Lengkap Urus Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM, Ini Syarat dan Caranya

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:55 WIB

Terkini

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

News | Senin, 14 September 2026 | 15:17 WIB

Prabowo Lantik Pejabat Sore Ini, Wamenkeu Suahasil Tiba di Istana dan Bakal Gantikan Purbaya?

Prabowo Lantik Pejabat Sore Ini, Wamenkeu Suahasil Tiba di Istana dan Bakal Gantikan Purbaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 15:17 WIB

500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas

500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 15:15 WIB

8 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik yang Memberikan Efek Cooling Sensation

8 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik yang Memberikan Efek Cooling Sensation

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 15:15 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas

Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas

News | Senin, 14 September 2026 | 15:14 WIB

Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang

Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang

Sumbar | Senin, 14 September 2026 | 15:14 WIB

Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir

Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir

Lampung | Senin, 14 September 2026 | 15:11 WIB

14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Konsisten Dampingi Nasabah hingga Mandiri

14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Konsisten Dampingi Nasabah hingga Mandiri

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 15:08 WIB

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 15:07 WIB

Helm yang Bagus Merek Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Lengkap Harganya

Helm yang Bagus Merek Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Lengkap Harganya

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 15:07 WIB

×