Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:52 WIB
Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM
Ilustrasi toko ritel modern. (dibuat menggunakan AI)
baca 10 detik
  • Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan pemerintah tidak menerapkan moratorium pendirian ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Indonesia.
  • Pemberian izin ritel modern diserahkan kepada pemerintah daerah berdasarkan prinsip keadilan, kebutuhan wilayah, dan kemampuan menyerap produk UMKM.
  • Pemerintah mendorong ritel modern dan usaha tradisional untuk saling mendukung dalam ekosistem bisnis yang tidak saling mematikan.

Suara.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyatakan pemerintah tidak menerapkan moratorium terhadap pendirian ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.

Menurutnya, keberadaan ritel modern, koperasi, warung kelontong, hingga warung Madura harus menjadi bagian dari ekosistem usaha yang saling mendukung.

"Mungkin bahasanya bukan moratorium. Bahasanya adalah kita melihat prinsip keadilan dan proporsionalitas, tergantung kebutuhan di masing-masing daerah," kata Maman di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah akan mendorong pemberian izin ritel modern di daerah yang masih membutuhkan dan dinilai mampu menyerap produk UMKM. Sebaliknya, apabila jumlahnya sudah mencukupi, penambahan izin tidak menjadi prioritas.

"Kalau di daerah A dia masih membutuhkan Alfamart dan itu bisa menyerap produk-produk UMKM di daerah tersebut, ya didorong. Artinya kita ada- kita berikan izin. Tapi kalau memang di daerah yang B misalnya dianggap sudah cukup, tidak perlu Alfamart, ya enggak usah juga gitu lho," jelasnya.

Maman menambahkan, kewenangan pemberian izin berada di tangan pemerintah daerah karena kepala daerah dinilai lebih memahami kondisi wilayah masing-masing.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman saat menghadiri peluncuran Diplomat Success Challenge (DSC) Season 17 di Jakarta, Kamis (9/7/2026). [Suara.com/Fakhri]
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman saat menghadiri peluncuran Diplomat Success Challenge (DSC) Season 17 di Jakarta, Kamis (9/7/2026). [Suara.com/Fakhri]

"Jadi jangan diberlakukan rata bahwa di daerah ini tidak perlu ada Alfamart atau di daerah ini harus ada Alfamart, tidak. Jadi arti maksud saya, inilah tadi kenapa proses perizinan pemberian kepada Alfamart itu diserahkan kepada masing-masing kepala daerah, karena yang memahami kondisi situasi di daerah itu kan kepala daerah masing-masing," tuturnya.

Selain menegaskan tidak ada moratorium, Maman juga meminta seluruh model usaha dapat berkembang secara berdampingan dan tidak diposisikan sebagai pesaing yang saling melemahkan.

"Gini, nah, gini, saya mau bilang. Kita harus melihat Alfamart, Indomaret, koperasi, warung Madura, kan gitu kan ada kan warung Madura, warung-warung kelontong itu sebagai salah satu bisnis model ataupun kelompok-kelompok bisnis yang semuanya itu pasti memiliki impact positif dalam rangka untuk mendorong keterlibatan UMKM di daerah setempat," ungkapnya.

baca juga

Ia menilai, keberadaan ritel modern maupun usaha tradisional dapat saling memperkuat ekosistem bisnis di daerah.

"Kita inginnya bahwa keberadaan selur- kayak Alfamart, Indomaret, segala macam itu adalah bisa saling men-support dan mendukung ekosistem bisnis usaha di tiap-tiap daerah," ucapnya.

"Jadi jangan sampai seakan-akan, oh, ada koperasi akan mengkanibalisasi Alfamart, begitu juga Alfamart akan mengkanibalisasi koperasi, atau justru akan mengkanibalisasi UMKM, enggak," lanjut Maman.

Menurut dia, hingga kini sudah banyak produk UMKM yang masuk ke jaringan ritel modern. Pemerintah akan terus melakukan kurasi agar semakin banyak pelaku UMKM dapat menjadi bagian dari rantai pasok tersebut.

"Sampai saat ini keberadaan UMKM-UMKM yang masuk ke dalam rantai pasoknya Alfamart, yang bisa berjualan di Alfamart itu udah lum- banyak sekali. Ya, tetap kita akan terus lakukan kurasi agar semakin banyak UMKM itu bisa terlibat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:44 WIB

SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern

SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:35 WIB

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:51 WIB

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:19 WIB

Terkini

Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla

Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla

Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:41 WIB

DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet

DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau

Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi

Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?

Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Beli Buku Lebih Murah! Nikmati Diskon 20 Persen di Kinokuniya Pakai BRI

Beli Buku Lebih Murah! Nikmati Diskon 20 Persen di Kinokuniya Pakai BRI

Bri | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:33 WIB

Menhut Tegaskan Penegakan Hukum bagi Pelaku Karhutla di Kalsel

Menhut Tegaskan Penegakan Hukum bagi Pelaku Karhutla di Kalsel

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Bukan Sekadar Lari, Aktivitas Fisik Juga Bisa Jadi Jalan untuk Kesehatan dan Kepedulian

Bukan Sekadar Lari, Aktivitas Fisik Juga Bisa Jadi Jalan untuk Kesehatan dan Kepedulian

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:28 WIB

1.926 Hektare Lahan Terbakar di Sumsel, Mengapa Baru 17 Tersangka?

1.926 Hektare Lahan Terbakar di Sumsel, Mengapa Baru 17 Tersangka?

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:26 WIB

×