Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.465.000
IHSG 5.912,442
LQ45 587,370
Srikehati 290,628
JII 345,613
USD/IDR 18.085

Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:52 WIB
Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM
Ilustrasi toko ritel modern. (dibuat menggunakan AI)
baca 10 detik
  • Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan pemerintah tidak menerapkan moratorium pendirian ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Indonesia.
  • Pemberian izin ritel modern diserahkan kepada pemerintah daerah berdasarkan prinsip keadilan, kebutuhan wilayah, dan kemampuan menyerap produk UMKM.
  • Pemerintah mendorong ritel modern dan usaha tradisional untuk saling mendukung dalam ekosistem bisnis yang tidak saling mematikan.

Suara.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyatakan pemerintah tidak menerapkan moratorium terhadap pendirian ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.

Menurutnya, keberadaan ritel modern, koperasi, warung kelontong, hingga warung Madura harus menjadi bagian dari ekosistem usaha yang saling mendukung.

"Mungkin bahasanya bukan moratorium. Bahasanya adalah kita melihat prinsip keadilan dan proporsionalitas, tergantung kebutuhan di masing-masing daerah," kata Maman di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah akan mendorong pemberian izin ritel modern di daerah yang masih membutuhkan dan dinilai mampu menyerap produk UMKM. Sebaliknya, apabila jumlahnya sudah mencukupi, penambahan izin tidak menjadi prioritas.

"Kalau di daerah A dia masih membutuhkan Alfamart dan itu bisa menyerap produk-produk UMKM di daerah tersebut, ya didorong. Artinya kita ada- kita berikan izin. Tapi kalau memang di daerah yang B misalnya dianggap sudah cukup, tidak perlu Alfamart, ya enggak usah juga gitu lho," jelasnya.

Maman menambahkan, kewenangan pemberian izin berada di tangan pemerintah daerah karena kepala daerah dinilai lebih memahami kondisi wilayah masing-masing.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman saat menghadiri peluncuran Diplomat Success Challenge (DSC) Season 17 di Jakarta, Kamis (9/7/2026). [Suara.com/Fakhri]
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman saat menghadiri peluncuran Diplomat Success Challenge (DSC) Season 17 di Jakarta, Kamis (9/7/2026). [Suara.com/Fakhri]

"Jadi jangan diberlakukan rata bahwa di daerah ini tidak perlu ada Alfamart atau di daerah ini harus ada Alfamart, tidak. Jadi arti maksud saya, inilah tadi kenapa proses perizinan pemberian kepada Alfamart itu diserahkan kepada masing-masing kepala daerah, karena yang memahami kondisi situasi di daerah itu kan kepala daerah masing-masing," tuturnya.

Selain menegaskan tidak ada moratorium, Maman juga meminta seluruh model usaha dapat berkembang secara berdampingan dan tidak diposisikan sebagai pesaing yang saling melemahkan.

"Gini, nah, gini, saya mau bilang. Kita harus melihat Alfamart, Indomaret, koperasi, warung Madura, kan gitu kan ada kan warung Madura, warung-warung kelontong itu sebagai salah satu bisnis model ataupun kelompok-kelompok bisnis yang semuanya itu pasti memiliki impact positif dalam rangka untuk mendorong keterlibatan UMKM di daerah setempat," ungkapnya.

baca juga

Ia menilai, keberadaan ritel modern maupun usaha tradisional dapat saling memperkuat ekosistem bisnis di daerah.

"Kita inginnya bahwa keberadaan selur- kayak Alfamart, Indomaret, segala macam itu adalah bisa saling men-support dan mendukung ekosistem bisnis usaha di tiap-tiap daerah," ucapnya.

"Jadi jangan sampai seakan-akan, oh, ada koperasi akan mengkanibalisasi Alfamart, begitu juga Alfamart akan mengkanibalisasi koperasi, atau justru akan mengkanibalisasi UMKM, enggak," lanjut Maman.

Menurut dia, hingga kini sudah banyak produk UMKM yang masuk ke jaringan ritel modern. Pemerintah akan terus melakukan kurasi agar semakin banyak pelaku UMKM dapat menjadi bagian dari rantai pasok tersebut.

"Sampai saat ini keberadaan UMKM-UMKM yang masuk ke dalam rantai pasoknya Alfamart, yang bisa berjualan di Alfamart itu udah lum- banyak sekali. Ya, tetap kita akan terus lakukan kurasi agar semakin banyak UMKM itu bisa terlibat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:44 WIB

SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern

SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:35 WIB

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:51 WIB

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:19 WIB

Terkini

CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi

CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:40 WIB

Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid

Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:24 WIB

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

×