- Produksi pupuk Petrokimia Gresik naik menjadi 4,68 juta ton sepanjang 2025.
- Semester I 2026, produksi tumbuh menjadi 2,72 juta ton.
- Transformasi pabrik dan logistik dorong kinerja serta daya saing jangka panjang.
Suara.com - PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri yang tergabung dalam Holding Pupuk Indonesia, mencatat kinerja operasional yang terus menguat. Di tengah tantangan industri pupuk global yang dipengaruhi gejolak geopolitik, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga energi dan bahan baku, perusahaan berhasil meningkatkan produksi sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Mengusung tema "Growing the Future", Petrokimia Gresik menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional sekaligus mendukung program swasembada pangan pemerintah.
Dari sisi operasional, realisasi produksi pupuk sepanjang 2025 mencapai 4.683.477 ton, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 4.474.914 ton. Tren positif tersebut berlanjut pada semester pertama 2026.
Hingga Juni 2026, produksi pupuk Petrokimia Gresik tercatat mencapai 2.716.141 ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2.431.506 ton. Pencapaian ini dinilai semakin memperkuat prospek perusahaan mengingat target produksi pupuk tahun 2026 ditetapkan mencapai 106 persen dari target produksi tahun 2025.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kemampuan perusahaan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan sekaligus melakukan transformasi secara berkelanjutan selama lebih dari lima dekade.
"Di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku yang masih membayangi industri pupuk, Petrokimia Gresik terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi pertanian Indonesia," ujar Daconi saat memimpin upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik di Gresik akhir pekan ini.
Menurutnya, kinerja positif yang telah diraih saat ini menjadi pijakan bagi perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa mendatang.
"Kinerja positif hari ini harus menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai yang semakin besar di masa depan," katanya.
Untuk menopang pertumbuhan tersebut, Petrokimia Gresik menjalankan sejumlah proyek strategis yang bertujuan meningkatkan fleksibilitas produksi, memperkuat pasokan bahan baku, hingga meningkatkan efisiensi logistik dan ketahanan energi.
Salah satunya adalah modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos. Teknologi tersebut memungkinkan satu fasilitas memproduksi NPK Phonska, NPK Solid Granulation, maupun pupuk fosfat sesuai kebutuhan pasar sehingga meningkatkan fleksibilitas operasional perusahaan.
Di sisi bahan baku, perusahaan juga membangun dua tangki penyimpanan asam sulfat dengan kapasitas total 40.000 ton. Setelah proyek selesai, kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik akan meningkat menjadi 100.000 ton, sehingga memperkuat ketahanan pasokan bahan baku.
Sementara pada sektor logistik, perusahaan tengah mengembangkan Dermaga A yang mampu melayani kapal hingga 60.000 Deadweight Tonnage (DWT) dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun. Infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar distribusi sekaligus menjaga tingkat okupansi dermaga atau Berth Occupancy Ratio (BOR) pada level optimal.
Keandalan operasional juga diperkuat melalui kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura. Kerja sama tersebut diproyeksikan menambah pasokan gas sekitar 30–35 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) sehingga mampu mendukung operasional perusahaan hingga tahun 2035.
Daconi menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan perusahaan tidak semata-mata mengejar pertumbuhan skala bisnis, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan daya saing agar mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan.
"Transformasi bagi kami bukan hanya tentang bagaimana perusahaan menjadi lebih besar, tetapi bagaimana Petrokimia Gresik semakin adaptif, efisien, dan tangguh dalam menjawab kebutuhan masa depan. Karena itu, kami terus memperkuat kemampuan produksi, keandalan pasokan bahan baku dan energi, serta melakukan transformasi industri agar perusahaan tetap berkelanjutan," ujarnya.
Selain memperkuat kinerja bisnis, Petrokimia Gresik juga terus menjalankan agenda keberlanjutan. Pada 2025, perusahaan ditunjuk Kementerian Perindustrian sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) yang menjadi bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan periode 2025–2030.
Menurut Daconi, seluruh transformasi yang dilakukan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi sektor pertanian, industri nasional, dan masyarakat luas.
"Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Petrokimia Gresik akan terus tumbuh, semakin berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional," tutupnya.