Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

M Nurhadi

Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
ARSIP-Serangan Iran Berjarak 25 Menit dari Stadion, Qatar Batal Jadi Tuan Rumah Ronde 4? [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Militer AS menyerang wilayah Iran setelah kapal M/V GFS Galaxy rusak akibat serangan di dekat Oman.
  • Iran menutup Selat Hormuz dan menggempur pangkalan militer AS di kawasan Teluk sebagai tindakan balasan.
  • Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga energi global, inflasi, dan pembatalan gencatan senjata oleh Presiden Trump.

Suara.com - Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangkaian serangan ke wilayah Iran setelah sebuah kapal kontainer diserang pada hari Minggu.

Di saat yang bersamaan, Teheran mengklaim telah kembali menutup Selat Hormuz, sementara sejumlah negara di kawasan Teluk melaporkan adanya serangan udara.

Rentetan serangan antara AS dan Iran yang terjadi selama beberapa hari terakhir telah mendorong Presiden Donald Trump untuk mendeklarasikan berakhirnya kesepakatan gencatan senjata.

Sebelumnya, gencatan senjata ini dimaksudkan untuk menghentikan peperangan yang dimulai oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa pintu perundingan masih tetap terbuka.

Terkait penutupan Selat Hormuz, otoritas Iran berdalih langkah tersebut diambil setelah mereka melepaskan tembakan peringatan yang mengenai sebuah kapal yang melintasi "rute tidak resmi". Teheran memperingatkan bahwa setiap tindakan balasan dari insiden ini akan dihadapi dengan "respons yang sangat keras".

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengidentifikasi kapal yang diserang tersebut sebagai M/V GFS Galaxy, sebuah kapal kontainer berbendera Siprus. CENTCOM melaporkan kapal itu mengalami kerusakan parah di ruang mesin dan satu awak kapal sipil dinyatakan hilang.

Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan bahwa awak kapal kontainer yang rusak di sebelah timur Oman tersebut telah meninggalkan kapal dan menyelamatkan diri menggunakan sekoci.

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan adanya sejumlah ledakan di beberapa kota pelabuhan mereka. Tak lama berselang, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan pusat komando dan kendali serta hanggar drone di sebuah pangkalan militer milik sekutu AS, Yordania.

Kepanikan juga melanda beberapa negara Teluk lainnya:

baca juga
  • Uni Emirat Arab: Sistem pertahanan udaranya sibuk menghalau rentetan rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran.
  • Qatar: Melaporkan keberhasilannya mencegat serangan rudal, sementara suara ledakan terdengar jelas di ibu kota Doha.
  • Bahrain: Sirene peringatan bahaya udara terus berbunyi di penjuru negara.

Penutupan paksa Selat Hormuz oleh Iran—yang sebelumnya merupakan jalur distribusi bagi seperlima pasokan minyak dan LNG dunia—telah memicu lonjakan harga energi secara drastis. Hal ini memperburuk inflasi global dan memunculkan kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi.

Bagi Presiden Trump, kenaikan harga bahan bakar minyak menjadi isu politik yang sangat sensitif menjelang pemilihan umum kongres pada bulan November mendatang.

Garda Revolusi menegaskan bahwa jalur air tersebut akan tetap ditutup hingga "campur tangan AS di kawasan ini berakhir".

Respon AS dan Tuntutan Washington

Menurut CENTCOM, militer AS memulai serangan balasannya pada Sabtu pukul 19.15 ET (23.15 GMT) atas perintah langsung dari Presiden Trump. Serangan ini diluncurkan sekitar satu jam setelah Iran merilis peringatan bahwa "pangkalan musuh baru" di Timur Tengah akan menjadi target jika AS melakukan aksi balasan atas insiden kapal kontainer tersebut.

Pejabat senior AS menyatakan bahwa Washington menuntut Teheran untuk mengumumkan secara publik penghentian serangan terhadap kapal-kapal komersial, serta memastikan seluruh jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka tanpa adanya pungutan tarif.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menuduh Amerika Serikat sebagai pihak yang melanggar perjanjian gencatan senjata. "Hanya bisa ada kepatuhan timbal balik," tulisnya di platform X pada hari Jumat.

Ketegangan diplomatik memburuk setelah AS mencabut lisensi penjualan minyak mentah Iran pada hari Selasa. Pencabutan ini dipicu oleh serangan terhadap tiga kapal tanker komersial milik Qatar dan Arab Saudi pada awal pekan, yang kemudian direspons AS dengan menyerang situs-situs Iran. Sebagai balasan, Iran menggempur pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Airlangga Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Sempat Defisit, Impor BBM Jadi Pemicu

Airlangga Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Sempat Defisit, Impor BBM Jadi Pemicu

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:38 WIB

Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan

Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:04 WIB

Selat Hormuz Masih Tersendat, Tren Harga Minyak Pekan Ini Tetap Menguat

Selat Hormuz Masih Tersendat, Tren Harga Minyak Pekan Ini Tetap Menguat

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:07 WIB

Kabar Baik! Harga Cabai, Beras, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Turun Hari Ini

Kabar Baik! Harga Cabai, Beras, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Turun Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB

Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062

Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:45 WIB

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB

Terkini

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:42 WIB

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:30 WIB

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:12 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:10 WIB

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:24 WIB

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:29 WIB

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB

×