Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.465.000
IHSG 5.912,442
LQ45 587,370
Srikehati 290,628
JII 345,613
USD/IDR 18.085

Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:04 WIB
Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan
Pramuniaga menunjukkan emas batangan di sebuah gerai Galeri 24, Jakarta, Jumat (9/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Harga emas tertekan akibat dolar AS menguat dan sikap hawkish The Fed.
  • Rasio emas membantu menilai aset lebih objektif tanpa distorsi inflasi.
  • Rasio emas, perak, saham, dan minyak jadi acuan membaca peluang pasar.

Suara.com - Gejolak pasar global membuat pergerakan harga emas kembali menjadi sorotan. Setelah sempat mencetak rekor tertinggi (all time high/ATH) di level US$5.626 per ounce pada Januari 2026, harga emas terkoreksi tajam hingga sempat turun ke bawah US$4.000 per ounce pada 24 Juni lalu.

Koreksi tersebut terjadi di tengah sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), yang mendorong penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam satu tahun. Kondisi ini memperbesar tekanan terhadap harga emas meski logam mulia tersebut masih dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) utama.

Analis Pasar Keuangan broker Elev8, Kar Yong Ang, mengatakan pergerakan emas dalam jangka menengah hingga panjang masih sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter AS dan kekuatan dolar.

"Dalam jangka menengah hingga panjang, harga emas sebagian besar didorong oleh kebijakan moneter, dengan Federal Reserve dan kekuatan dolar AS tetap menjadi faktor dominan," ujar Kar Yong Ang.

Menurut dia, di tengah ketidakpastian geopolitik, inflasi yang masih tinggi, hingga ekspansi moneter global, investor sebaiknya tidak hanya melihat harga emas secara nominal. Salah satu indikator yang dinilai lebih relevan adalah rasio emas.

Gejolak pasar global membuat pergerakan harga emas kembali menjadi sorotan. Foto Elev8
Gejolak pasar global membuat pergerakan harga emas kembali menjadi sorotan. Foto Elev8

Rasio dalam dunia keuangan merupakan perbandingan harga antara dua aset. Melalui metode ini, investor dapat mengetahui apakah suatu aset relatif lebih murah atau lebih mahal dibandingkan aset lainnya tanpa dipengaruhi fluktuasi mata uang maupun inflasi.

Kar Yong Ang menjelaskan, pendekatan tersebut mampu mengurangi "noise" akibat kebijakan bank sentral maupun pergerakan nilai tukar.

"Dalam trading, rasio membantu mengidentifikasi tren, divergensi, dan peluang mean-reversion. Saat diperdagangkan melalui CFD, rasio juga membuka peluang strategi arbitrase statistik karena trader dapat membeli maupun menjual tanpa harus memiliki aset fisiknya," jelasnya.

Salah satu rasio yang paling banyak digunakan pelaku pasar adalah rasio emas terhadap perak (Gold-Silver Ratio/GSR). Rasio ini menunjukkan berapa banyak ounce perak yang diperlukan untuk membeli satu ounce emas.

baca juga

Meski sama-sama logam mulia, karakteristik keduanya berbeda. Emas lebih banyak berfungsi sebagai aset moneter dan cadangan bank sentral, sedangkan perak memiliki ketergantungan tinggi terhadap aktivitas industri.

Ketika rasio emas terhadap perak melonjak jauh di atas rata-rata historisnya, kondisi tersebut mengindikasikan perak relatif lebih murah dibandingkan emas. Situasi seperti itu kerap dimanfaatkan trader dengan membeli perak dan menjual emas, sembari menunggu rasio kembali ke level normal.

Selain itu, investor juga dapat mencermati rasio emas terhadap indeks saham. Rasio ini digunakan untuk melihat apakah valuasi pasar saham sudah terlalu mahal dibandingkan aset riil.

Secara historis, puncak rasio tersebut beberapa kali terjadi menjelang fase pelemahan panjang pasar saham, seperti pada akhir 1920-an, pertengahan 1960-an, hingga awal 2000-an.

Sementara itu, rasio emas terhadap minyak menjadi indikator penting untuk membaca kondisi ekonomi global. Penurunan tajam rasio tersebut dalam sejarah beberapa kali mendahului perlambatan ekonomi hingga resesi karena kenaikan harga minyak yang membebani konsumsi dan investasi.

Gejolak pasar global membuat pergerakan harga emas kembali menjadi sorotan. Foto Elev8
Gejolak pasar global membuat pergerakan harga emas kembali menjadi sorotan. Foto Elev8

Meski dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai valuasi aset, Kar Yong Ang mengingatkan rasio emas bukanlah indikator tunggal dalam mengambil keputusan investasi.

Investor tetap perlu mengombinasikan analisis rasio dengan analisis teknikal maupun fundamental agar keputusan investasi lebih akurat.

"Rasio emas mendorong pendekatan trading yang lebih disiplin dan berbasis data, bukan sekadar reaksi emosional terhadap gejolak pasar," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Harga 1 Kg Emas Batangan? Segini Nilainya Per 10 Juli 2026

Berapa Harga 1 Kg Emas Batangan? Segini Nilainya Per 10 Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:33 WIB

Selat Hormuz Masih Tersendat, Tren Harga Minyak Pekan Ini Tetap Menguat

Selat Hormuz Masih Tersendat, Tren Harga Minyak Pekan Ini Tetap Menguat

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:07 WIB

Kabar Baik! Harga Cabai, Beras, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Turun Hari Ini

Kabar Baik! Harga Cabai, Beras, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Turun Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB

Terkini

Emiten RANS Dirumorkan Jadi Perusahaan Pencucian Uang, Apa Kata Raffi dan Nagita Slavina?

Emiten RANS Dirumorkan Jadi Perusahaan Pencucian Uang, Apa Kata Raffi dan Nagita Slavina?

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:33 WIB

Butuh 2,5 Juta Ton Per Tahun untuk B50, Pemerintah Bangun Pabrik Metanol

Butuh 2,5 Juta Ton Per Tahun untuk B50, Pemerintah Bangun Pabrik Metanol

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:14 WIB

Berapa Harga 1 Kg Emas Batangan? Segini Nilainya Per 10 Juli 2026

Berapa Harga 1 Kg Emas Batangan? Segini Nilainya Per 10 Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:33 WIB

Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran

Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:29 WIB

BNI Dukung UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026

BNI Dukung UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:15 WIB

Sosok Aisyah Zakkiyah, Komisaris BUMN Viral Diduga Keluarga Menteri PU

Sosok Aisyah Zakkiyah, Komisaris BUMN Viral Diduga Keluarga Menteri PU

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:11 WIB

Selat Hormuz Masih Tersendat, Tren Harga Minyak Pekan Ini Tetap Menguat

Selat Hormuz Masih Tersendat, Tren Harga Minyak Pekan Ini Tetap Menguat

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:07 WIB

Rachmat Gobel dalam Kenangan Dasco: Dia Pengusaha Nasionalis dan Teman Seperjuangan

Rachmat Gobel dalam Kenangan Dasco: Dia Pengusaha Nasionalis dan Teman Seperjuangan

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:48 WIB

Kabar Baik! Harga Cabai, Beras, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Turun Hari Ini

Kabar Baik! Harga Cabai, Beras, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Turun Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB

Viral Raffi Ahmad Datangi Orozon di Batam, Siapa Pemilik Usahanya?

Viral Raffi Ahmad Datangi Orozon di Batam, Siapa Pemilik Usahanya?

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:40 WIB

×