Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 13 Juli 2026 | 21:02 WIB
Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar
Pemerintah tengah mengkaji pemberian harga khusus bahan bakar minyak bagi kapal penangkap ikan berukuran 30 hingga 200 GT. [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Pemerintah tengah mengkaji pemberian harga khusus bahan bakar minyak bagi kapal penangkap ikan berukuran 30 hingga 200 GT.
  • Kebijakan ini diusulkan untuk mengurangi beban biaya operasional nelayan akibat fluktuasi harga minyak dunia yang cukup tinggi.
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian akan melaporkan skema harga khusus tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera diputuskan.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi pemerintah tengah mengkaji pemberian harga khusus bahan bakar minyak (BBM) bagi kapal penangkap ikan berukuran 30 hingga 200 gross tonnage (GT).

Namun, Airlangga mengatakan skema tersebut belum diputuskan dan masih akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Iya, nanti saya laporin Pak Presiden dulu," kata Airlangga kepada wartawan usai rapat, Senin (13/7/2026).

Airlangga menjelaskan kebijakan tersebut berbeda dengan skema BBM bersubsidi yang selama ini diterima nelayan menggunakan kapal berukuran di bawah 30 GT.

"Enggak, nelayan udah dapat harga subsidi, 6.800," ujarnya.

Ia menambahkan, harga BBM bersubsidi tersebut hanya berlaku bagi kapal berukuran di bawah 30 GT.

"Tapi itu kapalnya di bawah 30 GT," kata Airlangga.

Sementara itu, pemerintah saat ini tengah menyiapkan skema harga khusus untuk kapal penangkap ikan berukuran 30 GT hingga 200 GT.

"Ini yang 30 sampai 200," ucapnya.

baca juga

Saat ditanya alasan pemerintah menyiapkan kebijakan tersebut, Airlangga mengatakan salah satu pertimbangannya adalah fluktuasi harga minyak dunia yang berdampak pada biaya operasional kapal.

"Selalu karena harga terlalu bergejolak lah," katanya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan pemerintah tengah merumuskan skema harga khusus BBM bagi kapal penangkap ikan berukuran 30 GT hingga 200 GT. Skema tersebut masih dibahas dan belum diputuskan besarannya.

"Ya diberikan harga khusus lah," kata Trenggono.

Namun, ia belum merinci besaran harga yang akan diberikan. Menurutnya, pemerintah masih mengkaji sejumlah alternatif sebelum menetapkan kebijakan tersebut.

"Belum diputus, sedang dirumusin. Ada beberapa alternatif, saya belum putus," ujarnya.

Trenggono mengatakan usulan harga khusus itu muncul dari pelaku usaha perikanan yang menginginkan biaya bahan bakar lebih terjangkau agar operasional kapal tetap berjalan.

"Ya intinya pokoknya kan soal itu dari mana kan enggak ada masalah. Tapi yang paling penting keinginan para nelayan besar itu, yang 30 GT sampai 200 GT itu kan bisa dapat harga yang lebih... yang mereka inginkan, kan gitu," ucapnya.

Menurut Trenggono, selama ini kapal penangkap ikan berukuran di atas 30 GT masih menggunakan BBM industri sehingga beban operasionalnya cukup besar. Pemerintah kini tengah menghitung skema yang dinilai sesuai dengan kemampuan fiskal negara.

"Ya intinya yang diusulkan, mereka ngusulnya mintanya kan murah, ya kan? Tapi kan kita akan ada hitungan gitu loh. Nanti tunggu lah minggu ini, ya," katanya.

Ia menambahkan, tingginya biaya BBM menjadi salah satu tantangan utama bagi pelaku usaha perikanan.

"Selama ini kan mereka berlaku harga BBM industri, yang sudah berlaku umum. Karena dengan harga itu makanya mereka bebannya makin berat, karena 70% ee... operasional kapal ini kan di BBM. Makanya pemerintah sekarang justru menjembatani, ingin supaya mereka tetap bisa operasional," pungkas Trenggono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:35 WIB

Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?

Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:01 WIB

Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?

Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:28 WIB

Terkini

Survei Arawicaksa Institute: Abdul Muti dan Amran Sulaiman Menteri dengan Penilaian Tertinggi

Survei Arawicaksa Institute: Abdul Muti dan Amran Sulaiman Menteri dengan Penilaian Tertinggi

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Essence Dipakai Sebelum atau Sesudah Serum? Ini Urutan Skincare yang Benar

Essence Dipakai Sebelum atau Sesudah Serum? Ini Urutan Skincare yang Benar

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Momen Manis FIFA ASEAN Cup 2026: Jabat Tangan Prabowo dan Air Mata Suporter

Joey Pelupessy Ungkap Momen Manis FIFA ASEAN Cup 2026: Jabat Tangan Prabowo dan Air Mata Suporter

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Cashback 20 Persen Tagihan PDAM Hingga Desember 2026, Bayar di BRImo

Cashback 20 Persen Tagihan PDAM Hingga Desember 2026, Bayar di BRImo

Bri | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Kisah Remaja di Kampung Ambon Pakai Narkoba Dua Kali Seminggu, Polisi Tempuh Jalur Rehabilitasi

Kisah Remaja di Kampung Ambon Pakai Narkoba Dua Kali Seminggu, Polisi Tempuh Jalur Rehabilitasi

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Kolektor Kisah Unik Para Pelanggan Toko Buku Bekas: Ketika Buku Menyimpan Luka dan Kenangan

Kolektor Kisah Unik Para Pelanggan Toko Buku Bekas: Ketika Buku Menyimpan Luka dan Kenangan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan hingga Pelosok

Momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan hingga Pelosok

Surakarta | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Komnas HAM Selidiki Dugaan Pembatasan Internet saat Demo 27 Agustus

Komnas HAM Selidiki Dugaan Pembatasan Internet saat Demo 27 Agustus

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut

Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Musik Kencang dan Rusuh! Lapak Narkoba di Kampung Ambon Sudah Lama Resahkan Warga

Musik Kencang dan Rusuh! Lapak Narkoba di Kampung Ambon Sudah Lama Resahkan Warga

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:55 WIB

×